JAKARTA (voa-islam.com) - Dengan tegas, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyatakan tidak mempercayai hasil hitungan cepat (quick count) lembaga survei. Sebab, lembaga survei sudah memihak kepada salah satu capres-cawapres.
Untuk
itu, Samad menyatakan dirinya menunggu penetapan resmi presiden
terpilih 2014-2019 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara
Pilpres pada 9 Juli 2014 kemarin.
"Saya rujukannya real count. Karena quick count sudah berpihak. Jadi yang jadi rujukan KPU," kata Samad, di kantor KPK, Jakarta, Jumat (11/7/2014).
Selain
itu, Samad yakin bahwa KPU tidak akan bisa diintervensi salah satu
kandidat capres-cawapres. Untuk itu, lanjut Samad, bakal menunggu
keputusan resmi dari pihak KPU mengenai pemenang Pilpres.
"Saya yakin masih percaya KPU. Karena belum ada indikasi (kecurangan)," tegas Samad.
Memang, berlangsung sebuah tindakan 'sepihak' dari Mega, yang hanya
mengandalkan 'Quick Count' bayaran, kemudian berani mengumumkan dan
mendeklarasikakn kemanangan Jokowi. Ini
sebuah ironi, karena ini akan memicu terjadi 'perang saudara', yang
memporak-porandakan kehidupan bangsa. (jj/dbs/voa-islam.com)
No comments:
Post a Comment