MERDEKA.COM. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
mengapresiasi pelaksanaan Pilpres yang berjalan lancar. Namun, lembaga
antikorupsi itu mengimbau semua pihak untuk tetap terus mengawal proses
demokrasi ini secara lebih intensif sampai pada pengumuman resmi dari
KPU.
"Pasca pengumuman hasil quick count, KPK
memandang perlu agar penyelenggaraan dan pengawas pemilu bersama publik
untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dari kemungkinan adanya
oknum-oknum penyelenggara dan pengawas pemilu yang potensial berperilaku
koruptif dan kolusif," jelas Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, melalui pesan singkat, Kamis (11/7).
Menurut
Bambang, hal itu perlu untuk mendorong keterlibatan publik agar turut
mengawasi proses penghitungan suara secara intensif. Sebab, perilaku
koruptif dan kolusi dapat diantisipasi mencegah potensi kerawanan.
"Kerawanan
itu meliputi, yaitu; Politik uang yang potensial terjadi untuk
mempengaruhi akuntabilitas jajaran penyelenggara dan pengawas pemilu,"
ujarnya.
Kemudian, lanjut Bambang, potensi conflict of interest
(COI) yang berbasis pada sikap dan perilaku nepotistik maupun kolusif.
"Baik karena primordial atau favoritsme," lanjutnya.
Terakhir,
Bambang menilai ada indikasi tindak intimidasi yang berkombinasi dengan
COI dan Politik Uang. "Kesemuanya itu berujung pada potensi fraud dan
kecurangan sehingga memanipulasi hasil-hasil pemilu pilpres,"
pungkasnya.
No comments:
Post a Comment