JURNAL3.COM | JAKARTA –
Satu per satu lembaga survei yang memenangkan pasangan Jokowi-Jusuf
Kalla, akhirnya buka kartu bahwa mereka dikontrak khusus oleh kubu
pasangan nomor 2 itu.
Usai Indikator Politik Indonesia (IPI) melalui Burhanuddin Muhtadi mengakui dibiayai oleh Metro TV dalam survei Pilpres 2014, kini giliran Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengakui hal yang sama.
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adji Alfarabi mengakui
lembaganya mempunyai kontrak dengan pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK.
“Kita punya kontrak sebagai konsultan politik oleh tim Jokowi-JK,” ungkap Adji usai diskusi di Jakarta, Sabtu (12/7/2014).
Namun Adjie menolak membeberkan jumlah dana sebagai konsultan dari kubu Jokowi-JK.
Namun ia bersikukuh bahwa hasil quick count LSI yang memenangkan
Jokowi-JK tidak ada hubungannya dengan kontrak karena quick count
digelar dengan dana sendiri.
“Biaya quick count kita kumpulkan dari keuntungan murni LSI yang setiap lima tahunnya untuk melakukan survei atau quick count nasional,” jelasnya.@salsa
No comments:
Post a Comment