Nama Puan Maharani disebut sebagai salah satu nama wajib yang harus ada
dalam jajaran menteri kabinet pimpinan Jokowi-JK. Namun seruan agar
Jokowi mengutamakan profesionalitas figur terus mengemuka.
"Sepertinya Jokowi tidak bisa mengelak untuk menempatkan Puan jadi
mentri, tapi hendaknya Puan jangan diberikan posisi yang strategis.
Kasih aja mentri perawan atau peranan wanita, jangan mentri-mentri
strategis lah. Bagaimanapun kepentingan rakyat harus didahulukan,” ujar
Pengamat Politik dari Universias Indonesia, Muhammad Budyatna di
Jakarta, Rabu (6/8).
Jokowi, lanjut Budyatna, nantinya harus berani mengganti para mentri
yang hanya duduk dikursi, tanda tangan, dan terima setoran namun tak mau
bekerja turun ke bawah.
"Kalau ada mentri tidak pernah turun ke bawah melihat kebutuhan dan
kepentingan rakyat, maka ganti saja. Jangan lagi ada mentri berkunjung
ke daerah hanya menemui bupati, walikota, atau gubernur saja," pungkas
Budyatna.
http://forum.viva.co.id/showthread.php?t=1709638
No comments:
Post a Comment