Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Thursday, June 30, 2011

Seni Ukir Primitif

Petroglif adalah gambar yang dibuat pada bagian permukaan batu dengan cara mengukir. Diluar Amerika Utara, beberapa sering menggunakan istilah "mengukir" atau deskripsi teknik lainnya. Diluar Amerika Utara, Beberapa sering Menggunakan istilah "mengukir" atau deskripsi teknik lainnya.






Petroglif dapat ditemukan di seluruh dunia, dan sering (tapi tidak selalu) berhubungan dengan masyarakat prasejarah . Petroglif dapat ditemukan di seluruh dunia, dan sering (tapi tidak selalu) berhubungan dengan masyarakat prasejarah. Kata ini berasal dari bahasa Yunani , petros berarti "batu" dan glyphein berarti "mengukir".






Ada banyak teori untuk menjelaskan tujuan mereka, tergantung pada lokasi, umur, dan jenis gambar. Beberapa petroglyphs dianggap astronomi spidol, peta, dan bentuk-bentuk simbolik komunikasi, termasuk bentuk "pra-menulis"

Hotel Pasir Pertama Di Dunia

Hotel yang satu ini super unik. Sepertinya juga menarik untuk dikunjungi. Coba bagaimana rasanya, jika semua peralatan terbuat dari tanah.










Ketika Pesawat Membentuk Sebuah Seni Yang Menakjubkan !


Kepala Wanita Terjepit di PIntu Busway !

Ouch, untung ga apa-2 itu ibu.....

Ditemukan Kuburan Massal Bangsa Viking

Bangsa Viking merupakan para perompak pemberani dari daratan Norwegia, Swedia, dan Denmark. Diantara tahun 800 dan 1100 M, mereka menyisir pantai barat laut Eropa dalam kapal panjang untuk mencari dan membawa barang rampasan yang sangat berharga. Masyarakat pada masa itu pada umumnya sangat takut dengan serangan kilat dan kebrutalan Bangsa Viking, sebuah doa dari masa itu berbunyi "Selamatkan kami Tuhan, dari kemarahan Norsemen (Bangsa Viking). Mereka kerap memporakporandakan tanah kami. Mereka memebunuh anak-anak dan wanita kami" Para Viking membanggakan diri atas keberanian mereka saat berperang, sebagian besar berperang dengan berjalan kaki dan membawa pedang, tombak, serta kapak. Sedangkan
para petingginya menggunakan kuda perang. Pasukan "pengejut" yang disebut berserker memimpin serangan. Berserker adalah bangsa Norse dengan ciri khas 'tanpa mengenakan baju perang besi' dengan tampang yang bengis dan tubuh yang kekar, serta sifatnya yang brutal. Sebelum berperang, mereka menjadi gila bertempur dengan mabuk dan narkotika serta mempercayakan pada Dewa mereka, Odin, agar mereka tetap selamat. Kata Viking dipakai ahir-ahir ini saja, masyarakat pada waktu itu menyebut mereka
Norsemen. Kata tersebut mungkin berasal dari Vik, sebuah Kota pusat perompak di Norwegia .Ketika para Norsemen pergi 'sebagai seorang Viking', berarti mereka bertarung sebagai seorang perompak. Bangsa Viking Swedia yang menetap di Eropa Timur mungkin disebut sebagai Runs, dan jadilah Rusia sebagai nama mereka. Namun,tidak semua Bangsa Viking perompak,di tanah airnya, mereka adalah petani dan nelayan, pedangan dan perajin. Banyak diantara mereka pergi bersama perompak dan hidup di Prancis utara, Inggris Utara, dan Irlandia. Kerap kali mereka menyerang Inggris dan Irlandia, lalu menjarah hingga ke Gibraltar dan Mediterania.

Armada laut


Di Eropa Timur, kapal Bangsa Viking membawa mereka sampai ke pedalaman dan menyusuri berbagai sungai. Mereka bertualang sangat jauh sampai kedaerah Rusia dan Ukraina, kadang-kadang merampok menyisir konstantinopel, yang sering disebut Miklagard / Kota Besar. Sedangkan para Viking yang tinggal di Perancis Utara disebut Bangsa Norman. Raja mereka yang terkenal adalah William Sang Penakluk, yang menduduki Inggris di

tahun 1066. Para Viking umumnya merupakan pelaut ulung dan tangguh, kapal-kapal kayu mereka yang disebut kapal panjang merupakan sebuah kontruksi kapal laut yang sangat kokoh, ringan dan mempunyai bagian bawah datar yang memungkinkan untuk berlayar di sungai yang dangkal dan juga diperairan terbuka.

Lebih dari 1.000 tahun lamanya korban perseteruan bangsa Anglo-Saxons dan penyerbu Norse tidak diketahui rimbanya.


Berkat penemuan terbaru dan dengan sedikit keberuntungan, aksi pembantaian besar-besaran ini berhasil terungkap oleh para ahli arkeologi. Temuan ini juga sekaligus bisa menjadi titik terang untuk mengetahui lebih dalam sejarah bangsa Viking di Inggris.


Dilansir Daily Mail, Jumat (12/3/2010), rangka milik 51 orang korban pembantaian ditemukan musim panas silam dekat Weymouth, Dorset, saat proses penggalian untuk menemukan situs bersejarah.


Dua bulan kemudian, tim dari Oxford Archaeology mengeduk semua tengkorak yang ditempatkan bersamaan dalam sebuah lubang galian sempit. Berdasarkan hasil analisa, diduga tubuh-tubuh tersebut dilemparkan dengan kasar ke dalam lubang tersebut, setelah dipenggal dengan keji.


Hasil analisa kimia pada gigi mengungkapkan, sepuluh dari korban penjagalan itu hidup di wilayah yang hawanya lebih dingin dari Inggris. Salah satunya diperkirakan berasal dari wilayah kutub utara.


Sementara hasil penelitian karbon menunjukkan, tengkorak-tengkorak tersebut dikuburkan antara tahun 910 dan 1.030 AD, yaitu masa dimana Inggris bersatu dengan dibawah pemerintahan Raja Saxon, dan ketika bangsa Viking dari Denmark mulai singgah di wilayah tepi pantai utara.


"Menemukan bukti adanya korban-korban dari bangsa Viking yang dieksekusi adalah satu perkembangan yang menggentarkan bidang arkeologi," kata Project Manager Oxford Archaeology David Score.


Menurutnya, kuburan massal semacam ini sangat jarang dapat ditemui. "Mendapatkan satu saja penemuan seperti ini, dari periode yang sangat bersejarah, merupakan satu hal yang luar biasa," tandasnya.

Jalur Kereta Api Terekstrim Di Indonesia

Ini dia gan perlintasan kereta api yang sangat menakutkan. Dia melewati antara bangunan perumahan masyarakat. Pasti ngeri sekali yah.





:sumber: http://ntunkz.wordpress.com/2010/03/25/jalur-kereta-terextreme-di-dunia-ada-di-indonesia/

Raksasa Danau Worth, Texas

Seperti halnya makhluk raksasa lainnya Bigfoot, Yeti, Sasquatch, dsb, makhluk satu ini kerap menampakan diri kehadapan manusia tetapi sampai sekarang belum terdapat bukti-bukti yang dapat memastikan kalau mereka itu ada.

Sudah banyak orang-orang yang mengatakan pernah melihat makhluk yang satu ini. Dikatakan bahwa makhluk ini mempunyai ciri tidak jauh beda dengan bigfoot, sasquatch, skunk ape, yeti, dsb.


Penampakan makhluk ini pertama kalinya terjadi pada tahun 1969. Pada saat itu pusat penyelidikan para cryptozologist berada di Texas, daerah yang paling sering muncul penampakan makhluk aneh.


10 Juli 1969, Texas, 6 orang remaja yang sedang berlibur dikagetkan dengan penampakan seekor makhluk raksasa tak dikenal dipinggir danau Worth.. Menurut mereka maklhuk tersebut tingginya 7 kaki, setengah manusia setengah kambing, berbulu dan bersisik.


Menurut polisi setempat, pada saat itu tidak hanya 6 remaja tersebut yang melaporkan kejadian serupa, ada beberapa laporan yang mengatakan melihat sesosok makhluk aneh bertubuh besar di daerah sekitar danau worth. Menurut mereka makhluk tersebut melompat dari pohon kepohon, kemudian berjalan dan berlari.

Makhluk tersebut tidak hanya menampakan diri, tetapi juga menyebabkan kerugian, diantaranya merusak beberapa mobil warga, memakan ternak kambing dan domba salah satu penduduk disitu.


Mendengar berita tersebut seorang penulis, Ann Clarke, datang ke danau worth untuk mengadakan observasi. dia mewawancarai orang-orang yang mengaku telah melihat makhluk tersebut. setelah beberapa bulan dia mengeluarkan sebuah buku yang berjudul "The Lake Worth Monster".


Didalam bukunya dia mengaku pernah bertemu secara langsung dengan makhluk tersebut sebanyak 3 kali selama dia berada disitu. .Dia juga mengatakan bahwa makhluk yang ditemuinya serupa dengan makhluk yang ada di foto yang diambil oleh Allen Plaster pada bulan Oktober 1969. Didalam foto tersebut terlihat sebuah makhluk raksasa berbulu disebelah tiang lampu pada malam hari.

(maaf saya tidak bisa mendapatkan fotonya)

So, ternyata hampir disemua belahan dunia mempunyai misteri tentang makhluk/manusia raksasa berbulu. Kalaupun para saksi berbohong (hoax) tentang makhluk-makhluk raksasa ini, kenapa mereka bisa menjelaskan ciri-ciri yang serupa dengan bigfoot??

walaupun berbeda negara, tempat, dan nama, tapi ciri-ciri yang disebutkan sama.

Apakah masih banyak bigfoot2 lainnya diseluruh penjuru dunia?

Sejarah Medan, Sejarah Multi Kebudayaan


MENENGOK Medan tempo dulu, kita harus melihat cerita awal Kesultanan Deli dan tentu saja Kota Medan itu sendiri.Dalam buku The History of Medan tulisan Tengku Luckman Sinar (1991), dituliskan bahwa menurut “Hikayat Aceh”, Medan sebagai pelabuhan telah ada pada tahun 1590, dan sempat dihancurkan selama serangan Sultan
Aceh Alauddin Saidi Mukammil kepada Raja Haru yang berkuasa di situ. Serangan serupa dilakukan Sultan Iskandar Muda tahun 1613, terhadap Kesultanan Deli.
Sejak akhir abad ke-16, nama Haru berubah menjadi Ghuri, dan akhirnya pada awal abad ke-17 menjadi Deli. Pertempuran terus-menerus antara Haru dengan Aceh mengakibatkan penduduk Haru jauh berkurang. Sebagai daerah taklukan, banyak warganya yang dipindahkan ke Aceh untuk dijadikan pekerja kasar.
Selain dengan Aceh, Kerajaan Haru yang makmur ini juga tercatat sering terlibat pertempuran dengan Kerajaan Melayu di Semenanjung Malaka. Juga dengan kerajaan dari Jawa. Serangan dari Pulau Jawa ini antara lain tercatat dalam kitab Pararaton yang dikenal dengan Ekspedisi Pamalayu.
Dalam Negarakertagama, Mpu Prapanca juga menuliskan bahwa selain Pane (Panai), Majapahit juga menaklukkan Kampe (Kampai) dan Harw (Haru).
Berkurangnya penduduk daerah pantai timur Sumatera akibat berbagai perang ini, lalu diikuti dengan mulai mengalirnya suku-suku dari dataran tinggi pedalaman Sumatera. Suku Karo yang bermigrasi ke daerah pantai Langkat, Serdang, dan Deli. Suku Simalungun ke daerah pantai Batubara dan Asahan, serta suku Mandailing ke daerah pantai Kualuh, Kota Pinang, Panai, dan Bilah.
Ini adalah versi pertama sejarah Medan. Artinya, tahun 1590 dianggap sebagai salah satu tonggak kelahiran kota ini.
DALAM Riwayat Hamparan Perak yang dokumen aslinya ditulis dalam huruf Karo pada rangkaian bilah bambu, tercatat Guru Patimpus, tokoh masyarakat Karo, sebagai yang pertama kali membuka “desa” yang diberi nama Medan.
Namun, naskah asli Riwayat Hamparan Perak yang tersimpan di rumah Datuk Hamparan Perak terakhir telah hangus terbakar ketika terjadi “kerusuhan” sosial, tepatnya tanggal 4 Maret 1946.
Patimpus adalah anak Tuan Si Raja Hita, pemimpin Karo yang tinggal di Kampung Pekan (Pakan). Ia menolak menggantikan ayahnya dan lebih tertarik pada ilmu pengetahuan dan mistik, sehingga akhirnya dikenal sebagai Guru Patimpus.
Antara tahun 1614-1630 Masehi, ia belajar agama Islam dan diislamkan oleh Datuk Kota Bangun, setelah kalah dalam adu kesaktian. Selanjutnya Guru Patimpus menikah dengan adik Tarigan, pemimpin daerah yang sekarang bernama Pulau Brayan dan membuka Desa Medan yang terletak di antara
Sungai Babura dan Sungai Deli. Dia pun lalu memimpin desa tersebut. Oleh karena itu, nama Guru Patimpus saat ini diabadikan sebagai nama salah satu jalan utama di Kota Medan.
Versi lain sejarah Kota Medan ini hanya melahirkan ketokohan Guru Patimpus dalam berdirinya Kota Medan. Versi ini tidak menghasilkan sebuah tanggal atau tahun.
***
MENURUT Hikayat Deli, seorang anak raja satu kerajaan di India yang bernama Muhammad Dalik, perahunya tenggelam di dekat Kuala Pasai sehingga ia terdampar di Pasai, daerah Aceh sekarang.
Tidak lama sesudah ia datang di Aceh, Sultan Aceh mengalami kesulitan untuk menaklukkan tujuh laki-laki dari Kekaisaran Romawi Timur yang membikin kekacauan. Dalik berhasil membunuh para pengacau tersebut satu persatu.
Sebagai penghargaan atas keberhasilannya membunuh para pengacau tersebut, Sultan memberinya gelar Laksamana Kud Bintan dan menunjuknya sebagai Laksamana Aceh. Atas berbagai keberhasilannya dalam pertempuran akhirnya ia diangkat sebagai Gocah Pahlawan, pemimpin para pemuka Aceh dan raja-raja taklukan Aceh.
Beberapa tahun kemudian, Dalik meninggalkan Aceh dan membuka negeri baru di Sungai Lalang-Percut. Posisinya di daerah baru adalah sebagai wakil Sultan Aceh di wilayah bekas Kerajaan Haru (dari batas Tamiang sampai Sungai Rokan Pasir Ayam Denak) dengan misi, menghancurkan sisa-sisa pemberontak Haru yang didukung Portugis, menyebarkan Islam hingga ke dataran tinggi, serta mengorganisir administrasi sebagai bagian dari Kesultanan Aceh. Untuk memperkuat posisinya ia menikahi adik Raja Sunggal (Datuk Itam Surbakti) yang bernama Puteri Nang Baluan Beru Surbakti, sekitar 1632 M.
Pengganti Gocah, anaknya yang bernama Tuanku Panglima Perunggit pada tahun 1669 M, memproklamasikan berdirinya Kesultanan Deli yang terpisah dari Aceh, serta mulai membangun relasi dengan Belanda di Malaka.
Berdirinya Kesultanan Deli ini juga salah satu cikal berdirinya Kota Medan. Nama Deli sesungguhnya muncul dalam “Daghregister” VOC di Malaka sejak April 1641, yang dituliskan sebagai Dilley, Dilly, Delli, atau Delhi. Mengingat asal Gocah Pahlawan dari India, ada kemungkinan nama Deli itu berasal dari Delhi, nama kota di India.
***
BELANDA tercatat pertama kali masuk di Deli tahun 1641, ketika sebuah kapal yang dipimpin Arent Patter merapat untuk mengambil budak. Selanjutnya, hubungan Deli dengan Belanda semakin mulus. Tahun 1863 Kapal Josephine yang membawa orang perkebunan tembakau dari Jawa Timur, salah satunya Jacobus Nienhuijs, dari Firma Van Den Arend Surabaya mendarat di Kesultanan Deli. Oleh Sultan Deli, ia diberi tanah 4.000 bau untuk kebun tembakau, dan mendapat konsesi 20 tahun. Begitulah awal cerita, yang berlanjut dengan masuknya ribuan tenaga kerja Cina, India, dan akhirnya Jawa untuk menggarap perkebunan-perkebunan Belanda.
Menurut bahasa Melayu, Medan berarti tempat berkumpul, karena sejak zaman kuno di situ sudah merupakan tempat bertemunya masyarakat dari hamparan Perak, Sukapiring, dan lainnya untuk berdagang, berjudi, dan sebagainya. Desa Medan dikelilingi berbagai desa lain seperti Kesawan, Binuang, Tebing Tinggi, dan Merbau.
Medan sebagai embrio sebuah kota secara kronologis berawal dari peristiwa penting tahun 1918, yaitu saat Medan menjadi Gemeente (Kota Administratif), tetapi tanpa memiliki wali kota sehingga wilayah tersebut tetap di bawah kewenangan penguasa Hindia Belanda.
Kota Administratif Medan dibentuk melalui lembaga bernama “Komisi Pengelola Dana Kotamadya”, yang dikenal dengan sebutan Negorijraad. Berdasarkan “Decentralisatie Wet Stbl 1903 No 329″, lembaga lain dibentuk yaitu “Afdeelingsraad Van Deli” (Deli Division Council) yang berjalan bersama Negorijraad sampai dihapuskan tanggal 1 April 1909, ketika “Cultuuraad” (Cultivation Council) dibentuk untuk daerah di luar kota. Maka, tanggal 1 April 1909 ini sempat dijadikan tanggal lahir Kota Medan sampai dengan tahun 1975. Pimpinan Medan Municipal Board saat didirikan tanggal 1 April 1909 (Stblt 1909 No 180) adalah Mr EP Th Maier, yang menjabat sebagai pembantu Residen Deli Serdang. Namun, sejak 26 Maret 1975, lewat Keputusan DPRD No 4/ DPRD/1975 yang didasari banyak pertimbangan, ditetapkan bahwa hari lahir Kota Medan adalah 1 Juli 1590.
***
MELIHAT sekilas sejarah Kota Medan, tampak bahwa sejak zaman kuno, zaman Kerajaan Haru, Medan sudah menjadi tempat pertemuan berbagai kultur bahkan ras seperti Karo, Melayu (Islam), India, Mandailing, dan Simalungun. Sebagaimana terlihat dalam paparan di atas, proses itu bukannya berkurang, bahkan semakin kompleks sejak dibukanya perkebunan-perkebunan di Sumatera Utara yang menghadirkan kuli kontrak baik dari India, Cina, maupun Jawa.
Hingga saat ini, Medan, yang berarti tempat berkumpul tersebut, masih menjadi tempat berkumpul berbagai ras dan kultur yang berbeda-beda. Mengingat pengalamannya yang panjang sebagai melting pot, tidak heran jika hingga saat ini Medan masih dikenal sebagai daerah yang aman dari berbagai kerusuhan antaretnis. Semua ras dan etnis di sini tidak ada yang ingin menonjol atau saling menjatuhkan.
Sumber : Ardhian Novianto, Harian Kompas, Jakarta

http://www.silaban.net/2001/07/02/sejarah-medan-sejarah-multi-kebudayaan/

Bocah Hidup Kembali Setelah Bertemu Neneknya Di Surga

 
Seorang bocah berusia tiga tahun secara ajaib hidup kembali setelah dinyatakan meninggal selama lebih dari tiga jam. Bocah itu mengaku bertemu sang neneknya di surga saat dirinya sedang kritis.

Bocah bernama Paul dibawa melalui udara ke rumah sakit di Berlin, Jerman, usai dirinya terjatuh ke dalam danau di rumah kakek-neneknya di Lychen, sebelah Utara Berlin. Dokter yang saat itu menangani dirinya, sempat menyerah untuk menyelamatkannya.


Namun setelah tiga jam dan 18 menit, jantung Paul kembali berdetak ia pun hidup kembali. Seorang dokter yang menyaksikan kejadian itu mengaku takjub dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu.

 
"Saya tidak pernah mengalami hal seperti ini," menurut dokter yang menangani anak ajaib itu, Lothar Schweigerer. "Normalnya saat anak kecil tenggelam di dalam air selama beberapa menit, kecil kemungkinannya untuk selamat," tandas Schweigerer seperti dikutip Bild, Kamis (8/4/2010).

Sementara bocah tersebut mengaku dirinya bertemu dengan sang nenek yang sudah lama meninggal, saat ditanya oleh kedua orang tuanya. "Aku bertemu dengan nenek Emmi di surga. Dia menyuruhku kembali secepatnya," tandas anak tersebut.

10 Tempat Sejarah Budaya Di Yogyakarta

1. Keraton Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta dikenal secara umum oleh masyarakat sebagai bangunan istana salah satu kerajaan nusantara. Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Yogyakarta sampai tahun 1950 ketika pemerintah Negara Bagian Republik Indonesia menjadikan Kesultanan Yogyakarta (bersama-sama Kadipaten Paku Alaman) sebagai sebuah daerah berotonomi khusus setingkat provinsi dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg Yogyakarta berdiri terkait erat dengat lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 yang berhasil menyelesaikan perseteruan antara Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengkubuwono I) adalah merupakan hasil politik Belanda yang selalu ingin ikut campur urusan dalam negeri Raja-raja Jawa pada waktu itu.
3. Stasiun Tugu

Stasiun Tugu mulai melayani kebutuhan transportasi sejak 2 Mei 1887, sekitar 15 tahun setelah Stasiun Lempuyangan. Awalnya, stasiun ini hanya digunakan untuk transit kereta pengangkut hasil bumi dari daerah di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Namun sejak 1 Februari 1905, stasiun ini mulai digunakan untuk transit kereta penumpang. Jalur luar kota pertama dibangun tahun 1899, menghubungkan Yogyakarta dan Surakarta.
4. Gedung Agung Yogyakarta

Istana Yogyakarta yang dikenal dengan nama Gedung Agung terletak di pusat keramaian kota, tepatnya di ujung selatan Jalan Ahmad Yani dahulu dikenal Jalan Malioboro, jantung ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan istana terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kotamadya Yogyakarta, dan berada pada ketinggian 120 meter dari permukaan laut. Kompleks istana ini menempati lahan seluas 43,585 m.
5. Monumen Serangan Umum 1 Maret

Monumen ini berada satu kompleks dengan Benteng Vredeburg. Monumen ini dibangun untuk memperingati serangan tentara Indonesia terhadap Belanda pada tanggal 1 Maret 1949. Serangan ini dilakukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia masih memiliki kekuatan untuk melawan Belanda. Saat itu serangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III, yang tentu saja setelah mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta.
6. Tugu Yogyakarta

Tugu Yogyakarta adalah sebuah tugu atau menara yang sering dipakai sebagai simbol/lambang dari kota Yogyakarta. Tugu ini dibangun oleh Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta. Tugu yang terletak di perempatan Jl Jenderal Sudirman dan Jl. Pangeran Mangkubumi ini, mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi.
7. Gedung Bank Indonesia Yogyakarta

8. Gedung DPRD Yogyakarta

Butet Kertarajasa : “Gedung DPRD Yogyakarta itu ruang publik seni rupa permanen Yogyakarta sejak tahun 40-an”
9. Taman Budaya

Taman Budaya Yogyakarta awalnya mulai dibangun di daerah Bulaksumur pada tanggal 11 Maret 1977 sebagai sebuah kompleks Pusat Pengembangan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Peresmian pembangunan kompleks seni budaya tersebut dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana IX sebagai Wakil Presiden RI saat itu. Awalnya Taman Budaya Yogyakarta disebut sebagai Purna Budaya yang dibuat sebagai sarana dan prasarana untuk membina, memelihara, dan mengembangkan kebudayaan, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Purna Budaya dibangun dengan dua konsep bangunan, yaitu Pundi Wurya dan Langembara. Pundi Wurya menjadi pusat kesenian dengan berbagai macam fasilitas seperti panggung kesenian, studio tari, perpustakaan, ruang diskusi, dan administrasi. Bagian kedua, yaitu Langembara, menjadi ruang pameran, ruang workshop, kantin, dan juga beberapa guest house.
10. Taman Pintar

Terletak di kawasan pusat Kota Yogyakarta, sebuah wahana wisata baru untuk anak-anak yakni Taman Pintar dibangun sebagai wahana ekpresi, apresiasi dan kreasi dalam suasana yang menyenangkan.
Dengan moto mencerdaskan dan menyenangkan, taman yang mulai dibangun pada 2003 ini ingin menumbuhkembangkan minat anak dan generasi muda terhadap sains melalui imajinasi, percobaan, dan pemainan dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas.
Taman Pintar juga ingin mewujudkan salah satu ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu Niteni: Memahami, Niroake: Menirukan, dan Nambahi: Mengembangkan.
 
Sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3173862

Paling banyak dibaca