Karena itulah, Selasa (1/2/2011) keduanya berburu pernak pernik di sebuah Mal di Jakarta Utara. Mereka membeli bertumpuk-tumpuk amplop. Ada dua jenis amplop yang mereka beli, yakni amplop berwarna putih dan amplop berwarna keemasan. Dalam istilah masyarakat Tionghoa, amplop ini disebut angpao. Warna amplop putih untuk anak-anak sementara amplop berwarna keemasan untuk orang tua.
Tidak ketinggalan juga Okan dan sang istri membeli kue keranjang. Ini adalah kue khas dalam perayaan Imlek. Bahannya mirip dodol, namun lebih keras dan terasa kenyal.
Okan juga membeli lampion, yang merupakan hiasan berupa tudung lampu yang biasanya menjadi dekorasi rumah masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imlek.
Okan juga membeli lampion, yang merupakan hiasan berupa tudung lampu yang biasanya menjadi dekorasi rumah masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imlek.
“Katanya lampion itu bawa rejeki masuk ke rumah, bisa jadi keberuntungan. Ya sudah yang penting istri seneng aja. Tapi bingung juga, rumah kita lagi di renovasi, kita ngungsi di apartemen, kita bingung mau taruh dimana lampionnya,” kata Okan Cornelius sedikit bingung

No comments:
Post a Comment