Pencapaian ini didasarkan pada data yang dikeluarkan oleh kolaborasi Compact Muon Solenoid yang dirancang untuk mendeteksi berbagai partikel, serta fenomena yang diproduksi tabrakan energi tinggi proton-proton dan tabrakan berat ion di LHC, RIA Novosti melaporkan.
"Melihat pasangan ini merupakan langkah penting bagi collider raksasa untuk berburu Higgs boson karena generasi dan analisa kejadian bisa memberikan salah satu tanda kunci dari Higgs yang sulit dipahami," lapor physicsworld.com.
Higgs boson, dijuluki "partikel Tuhan" muncul sebagai hipotesa pada 1960 untuk menjelaskan bagaimana partikel memperoleh massa.
Menemukan partikel dapat menjelaskan bagaimana materi muncul di babak kedua setelah Big Bang.
Lebih dari 2.000 fisikawan dari ratusan universitas dan laboratorium di 34 negara telah ambil bagian dalam proyek LHC sejak tahun 1984, lapor RIA Novosti.

No comments:
Post a Comment