Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html
Showing posts with label arkeologi. Show all posts
Showing posts with label arkeologi. Show all posts

Thursday, July 28, 2011

Meteorit 25 Ton Ditemukan di China

Meteorit berukuran besar ditemukan di daerah pegunungan sebelah barat laut China. Batu dengan berat sekitar 25 ton itu diperkirakan salah satu dari meteorit terbesar yang pernah ada.

http://p5.img.cctvpic.com/20110719/images/1311044411525_1311044411525_r.jpg

Batu yang ditemukan di Pegunungan Altai, Provinsi Xinjiang, itu merupakan meteorit yang memiliki kandungan nikel yang banyak (dikenal dengan istilah meteorit besi).

"Barangkali meteorit ini adalah meteorit besi terbesar kedua," kata Baolin Zang, spesialis meteorit dari Beijing Planetarium.

http://p5.img.cctvpic.com/20110719/images/1311043950117_1311043950117_r.jpg


Meteorit yang terbesar saat ini ditemukan di Namibia, seberat lebih kurang 60 ton. Zhang mengestimasi, massa meteorit Xinjiang berada pada kisaran antara 25-30 ton.

Meteorit raksasa menonjol keluar dari lempengan granit yang lebih besar. Bagian yang terletak di atas tanah memiliki panjang 2,3 meter dengan lebar separuh panjangnya.

Zhang dalam wawancaranya dengan China Central Television menyebutkan bahwa meteorit berasal dari luar tata surya.

Pada awal bulan ini, Baolin Zhang, seorang peneliti ahli bidang meteorit di Planetarium Beijing, telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki laporan meteor tersebut.

Tim naik ke ketinggian puncak 9.500 kaki (2.900 meter), dan mulai mengidentifikasi batu bintang besar dengan warna kecoklatan ini.

http://www.whatsondalian.com/news_images/9558720.jpg

http://www.chinadaily.com.cn/photo/images/attachement/jpg/site1/20110719/0023ae9885da0f8f317704.jpg


Menurut Meenakshi Wadhwa dari Center for Meteorite Studies Arizona State University, sebagian besar meteorit terbentuk 4 miliar tahun lalu, ketika tata surya terbentuk, "Temuan ini potensial untuk memberikan data terkait sejarah pembentukan tata surya."

Sumber :
kompas.com

Tuesday, July 26, 2011

Ditemukan Fosil Serangga 'Frankenstein' di Brasil

Fosil yang diperkirakan berasal dari 120 juta tahun silam ini ditemukan di antara fosil-fosil di Brasil. Monster ini memiliki sayap dan tubuh seperti capung.

“Serangga 'Frankenstein' ini merupakan perpaduan karakteristik aneh yang tak terkait kelompok serangga,” ujar salah satu peneliti yang menemukan kelompok serangga baru ini.


Dua dari sekitar koleksi 30 fosil larva dunia, peneliti membuat urutan spesies baru. Coxoplectoptera, serangga yang baru mendapat nama ini berasal dari Periode Krustasius dan tak memiliki keturunan modern.


Kerabat terdekat serangga ini adalah lalat capung. Entomolog Arnold Staniczek mengaku fosil baru ini sangat menarik.


Pasalnya, larva serangga ini menyerupai udang air tawar. Selain itu, para peneliti mengaku menemukan asal muasal sayap serangga ini. Peneliti yakin seperti ditulis Dailymail, sayap serangga ini muncul dari plat punggung dan sayap ini berkembang dari kakinya.

Sumber :
unikaja.com

Wednesday, July 13, 2011

Kiat Kura-kura Hadapi Bencana Meteor

Kura-kura Boremys yang selamat dari tabrakan meteor yang melenyapkan dinosaurus sepertinya sama sekali tidak terpengaruh oleh bencana besar itu. Demikian menurut hasil studi yang dilaporkan dalam Society of Vertebrate Paleontology.

Menurut Walter Joyce dari University of Tubingen, kura-kura air mampu bertahan karena kemampuan alami untuk bertahan dalam kondisi berat.


"Ketika temperatur terlalu dingin, mereka melakukan hibernasi. Ketika terlalu panas atau kering, mereka akan menggali lubang dalam lumpur dan menunggu kekeringan lewat," jelas Joyce. "Rupanya kemampuan itu juga berguna ketika tabrakan meteor 65 juta tahun yang lalu," tambah Joyce.

Berdasarkan fosil yang ditemukan di Hell Creek dan Fort Union di barat daya Dakota Utara dan sebelah timur Montana, ilmuwan menerka Boremys hidup 80 hingga 42 juta tahun yang lalu. Spesies yang mereka temukan menyukai daerah rawa di sekitar sungai tropis.

Boremys memakan tanaman lunak, moluska kecil, serangga dan ikan. Boremys terkecil memiliki panjang 25 sentimeter, sedangkan yang terbesar bisa mencapai 80 sentimeter.

Boremys tidak memiliki hubungan dekat dengan kura-kura modern. "Tetapi, mereka punya kebiasaan yang sama dengan kura-kura modern," jelas peneliti.

Saat meteor menabrak Bumi 65 juta tahun yang lalu, sebagian besar spesies dinosaurus yang punah. Sebagian lagi mengalami kehilangan individu dalam jumlah yang sangat besar. Sementara beberapa jenis lain, seperti kura-kura Boremys, mampu selamat.

"Hewan-hewan besar mati dalam jumlah ribuan. Sementara itu amfibi, seperti kodok dan salamander, juga reptil, masih bisa bertahan karena mereka punya teknik yang membantu mereka hidup di kondisi sulit," kata Joyce.

Joyce juga menambahkan, hewan yang selamat masih harus menghadapi masalah. "Mereka tidak selalu mampu bertahan dari pemangsa," katanya.

Kura-kura modern saat ini pun menghadapi masalah itu. "Ironis, hewan yang sudah ada sejak 220 juta tahun yang lalu sekarang hampir punah karena aktivitas manusia. Mereka selamat dari asteroid, tapi tidak selamat dari spesies kita," kata James Parham, peneliti dari Field Museum of Natural History.

Sumber :
kompas.com

Saturday, June 25, 2011

Arkeolog Temukan Kapal Kuno Firaun 4.500 Tahun

Para arkeolog mulai menggali kapal kayu 4.500 tahun yang ditemukan dekat Piramida Agung Giza. Kapal ini diyakini membawa Fir’aun Khufu ke alam baka.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1636372.jpg

Kapal ini diyakini sebagai adat agama pembawa Fir’aun Khufu ke alam baka. Khufu yang juga dikenal sebagai Cheops ini dikreditkan sebagai pembangun Piramida Agung Giza. Pemimpin proyek restorasi Sakuji Yoshimura dari Wasela University mengatakan, salah satu kapal dari dua kapal yang ditemukan bertuliskan nama Khufu.

Khufu merupakan pendiri dinasti keempat di 2.680 SM dan menjadi pemimpin Mesir selama 23 tahun. Menteri Negara Barang Antik Mesir, Zahi Hawass mengakui penggalian ini 'salah satu proyek arkeologi dan konservasi terpenting dunia'.

Kapal ini aslinya ditemukan pada 1954 bersama kapal lainnya yang kemudian direstorasi dan dianggap sebagai salah satu temuan besar di dataran tinggi Giza. Para ahli mengakui kapal ini sebagai kapal tertua yang bisa bertahan hingga kini.

Setelah proses penggalian selesai, ilmuwan akan membuat skema komputer kapal ini untuk membantu rekonstruksinya. Restorasi temuan ini diperkirakan memakan waktu empat tahun. Setelah selesai, seperti dilaporkan Fox News, kapal ini akan dipamerkan di Solar Boar Museum dekat Piramida Agung Giza.

Sumber :
inilah.com

Friday, June 10, 2011

Ditemukan Sawah Terasering Peninggalan Suku Inca

Suku Inca terkenal sebagai suku yang mempunyai peradaban dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Mulai dari ilmu perbintangan, penanggalan, perburuan, dan masih banyak lagi. Salah satu bukti tingginya peradaban suku inika ini adalah tingginya peradaban sistem pertanianya.

Hal ini dibuktikan dengan penemuan sistem sawah terasering suku inka yang sangat terukur dan indah di sebuah wilayah bernama Maras City yang juga merupakan salah satu tempat tinggal suku Inca di zaman dahulu.
















Sawah ini berbentuk terasering melingkar dengan presisi melingkar yang sempurna. Tinggi tiap teraseringnya sekitar 2 meter dengan disertai tata rambat dari batu. Besar kemungkinan sawah ini dulu dipakai sebagai tempat pertanian anggur oleh suku inka.

Sumber :
sekedar-tahu.blogspot.com

Wednesday, June 8, 2011

Pesan Dari Zaman Batu yang Masih Menjadi Misteri

Lukisan atau simbol-simbol yang terdapat di dinding-dinding gua sepertinya adalah asal-usul bahasa tertulis. Pertama kali ditemukan di Perancis dan kemudian ditemukan di berbagai belahan dunia. Kira-kira pesan apa yang bisa kita tangkap dari lukisan atau simbol-simbol ini.


Seorang pengunjung melihat pada dinding-dinding Aula Besar Bulls, gua Lascaux II, Dordogne, Perancis, yang memiliki lukisan-lukisan prasejarah yang indah, sampai sekarang. Hanya baru-baru ini saja para peneliti sudah mulai melihat, setengah lingkaran aneh squiggles, garis dan zigzag yang mengelilingi mereka. Ini mungkin sebuah kunci untuk memahami bentuk-bentuk awal komunikasi manusia.


Lukisan batu ini di Chobe Taman Nasional, Botswana, menggambarkan sebuah eland, gajah dan kijang atau gemsbok. Namun, simbol-simbol yang mengelilingi mereka yang mungkin memegang kunci untuk memahami komunikasi manusia awal.

Garis zigzag tidak muncul sampai 20.000 tahun yang lalu dan 13.000 tahun yang lalu telah menghilang. Bentuk mengular berbentuk sama ada dari 30.000 tahun yang lalu, tetapi juga menghilang dari sekitar 13.000 tahun yang lalu. Simbol serupa telah ditemukan di Australia, Afrika Tengah, Eropa, dan Selatan dan Amerika Utara.


Tangan ini dicat di dinding gua di Rio Pinturas, Argentina. Bentuk tangan yang diciptakan dengan menekan seluruh atau sebagian dari tangan terhadap permukaan, menggunakan cat atau tanah liat.

Meskipun terlihat jelas, simbol ini sangat mengherankan dan langka, ditemukan hanya kurang dari 7 persen dari situs Perancis. Pertama kali ditemukan di Chauvet, dan tampaknya telah menyebar ke berbagai daerah hingga 13.000 tahun yang lalu sampai akhirnya tidak digunakan lagi. Simbol ini juga terdapat di Australia dan Burma.


Simbol Tangan mendominasi mural di sebuah gua asli Australia, menunjukkan seberapa jauh penyebaran simbol tersebut. Terdapat juga simbol spiral di bagian atas atap. Simbol spiral ditemukan di hanya dua situs Perancis, yang mengejutkan para peneliti karena ternyata motif umum dalam budaya ini.

Meskipun langka di Perancis, fitur simbol spiral terdapat pula dalam seni batuan di seluruh dunia, termasuk China, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan.


Lukisan-lukisan ini ditemukan di gua Lascaux II. Simbol berbentuk titik seperti yang jelas terlihat tapi begitu juga yang berbentuk segi empat (di sebelah kiri jangka titik). Simbol berbentuk segi empat ditemukan di 20 persen situs dan telah dihubungkan dengan situs di Afrika Selatan, India dan Selatan dan Amerika Utara.


Simbol-simbol ini ditemukan di gua-gua di Rio Pinturas, Argentina. Lingkaran terkonsentrasi di kiri bawah dianggap sebagai contoh-contoh awal dari synecdoche (menggunakan bagian dari sesuatu untuk mewakili keseluruhan), dan cara yang mewakili ide-ide simbolis daripada realistis. Lingkaran serupa di tempat lain telah digunakan untuk mewakili mata di lukisan kuda dan banteng.


Titik dan garis adalah beberapa simbol yang paling sering ditemukan. Titik-titik dalam berbagai ukuran muncul di 42 persen dari situs Perancis, termasuk yang satu ini di Chauvet. Garis-garis ditemukan di lebih dari 70 persen situs dan muncul dari 30.000 tahun yang lalu sampai 10.000 tahun yang lalu.


Bagaimana dengan di indonesia?

Ternyata tidak kalah banyak juga lukisan atau simbol-simbol yang ditemukan di Indonesia. Penemuan lukisan gua di Sulawesi Selatan untuk pertama kalianya dilakukan oleh C.H.M. Heeren-Palm pada tahun 1950 di Leang PattaE.

Di gua ini juga ditemukan cap-cap tangan dengan latar belakang cat merah. Barangkali ini merupakan cap tangan kiri perempuan. Ada pun cap-cap tangan tangan ini dibuat dengan cara merentangkan jari-jari tangan itu di dinding gua kemudian ditaburi dengan cat merah.

Di gua tersebut juga ditemukan lukisan seekor babi rusa yang sedang melompat dengan panah di bagian jantungnya. Barangkali lukisan semacam ini dimaksudkan sebagai suatu harapan agar mereka berhasil berburu di dalam hutan. Babi rusa tadi digambarkan dengan garis-garis horizontal bewarna merah
Lukisan Anoa pada dinding Gua Sumpangbita, Pangkep, Sulawesi Selatan.




Di Maluku, penemu lukisan dinding gua adalah J. Roder pada tahun 1937, walaupun mungkin masyarakat sekitar sudah mengenal sebelum Roder menemukannya. Roder menemuan lukisan gua sebanyak 100 buah di Pulau Seram, pada dinding karang di atas Sungai Tala. Lukisan yang ditemukan berupa gambar-gambar rusa, burung, manusia, perahu, lambang matahari, dan mata.


Selain ditemukan di Pulau Seram, di Maluku lukisan cadas juga ditemukan di Kepulauan Kei, pada tebing batu karang dengan ketinggian 5-10 meter dari atas permukaan laut. Lukisan-lukisan yang ditemukan di Kepulauan Kei pada umumnya hanya berupa garis lurus saja, tetapi ada yang diberi warna pada bagian dalamnya, khususnya untuk gambar manusia.

Kecuali manusia dengan berbagai adegan (menari, berperang, memegang perisai, dan jongkok dengan kedua tangan terangkat), ada pula pola topeng, burung, perahu, matahari, dan bentuk geometrik.

Gaya lukisan yang ditemukan mirip dengan lukisan yang ditemukan di Pulau Seram, Papua Barat, dan Timor, bahkan lukisan di Australia bagian selatan.

Orang yang dianggap mencatat lukisan prasejarah pertama kali di Papua adalah Johannes Keyts (seorang pedagang) dalam perjalanan dari Banda ke pantai Nuw Guinea pada tahun 1678. Ia melewati sebuah tebing karang di tepi teluk Speelman yang dipenuhi oleh tengkorak, sebuah patung manusia, dan berbagai lukisan pada dinding gua tersebut dengan warna merah

Terdapat di gua dan ceruk di Sulawesi Tenggra terdapat di Mentanduro, La Kabori, Kolumbo, Toko, dan wa Bose, sedangkan ceruk-ceruknya adalah La Sabo, Tangga Ara, La Nasrofa, dan Ida Malangi. Semua peninggalan ini terdapat di sekitar kawasan perladangan Liabalano, Kampung Mabolu, Desa Bolo, Kecamatan Kotobu.

Seni cadas yang paling menarik adalah Gua Tamrin dan Gua Ham karena begitu banyak gambar di dalamnya. Gua Tamrin terletak di dekat sungai Marang, memiliki sejumlah lukisan penari bertopeng yang menutupi seluruh bagian kepalanya. Lukisan tersebut mirip dengan tarian adat yang masih berlangsung pada beberapa suku di Papua.

Sementara itu, di Gua Ham ditemukan pola cap seperti penari, tapir, rusa dan tumbuh-tumbuhan. Chazine berpendapat bahwa pola cap tangan yang di jumpai di dalam gua tersebut merupakan yang paling banyak di dunia.

Lukisan dan simbol-simbol yang terdapat di gua-gua tersebut adalah peninggalan sejarah yang sangat berharga. Sampai-sampai lukisan yang terdapat di gua Lascaux, dibuatkan replikanya sehingga yang asli tetap terjaga.

Sumber :
kaskus.us

Thursday, May 26, 2011

Berkat Satelit 17 Piramida Baru Ditemukan

Arkeolog asal University of Albaman, di Birmingham, Dr Sarah Parack dan timnya berhasil menganalisis gambar yang diambil dari satelit yang mengorbit 700 km diatas bumi, mengidentifikasi menggunakan pencitraan inframerah untuk menyorot bahan yang berbeda di bawah permukaan, yang diduga adalah 17 piramida yang hilang.

http://i.okezone.com/content/2011/05/26/56/461294/3o0eV9r1xc.jpg

Tidak hanya itu saja satelit itu juga memindai 1.000 makam dan lebih dari 3.000 pemukiman kuno, yang sebelumnya memang sudah dilakukan penggalian awal sebelumnya.

Dilansir melalui BBC, satelit dengan pencitraan inframerah mampu membedakan antara batu bata lumpur Mesir kuno digunakan untuk membangun struktur dan tanah dan bumi. Batu bata lumpur tersebut lebih padat daripada tanah sekitarnya.

http://joeylakey.com/b/wp-content/plugins/rss-poster/cache/9a453__52945733_satellite-image-of-pyramid_highlight.jpg

Penginderaan satelit untuk melacak benda bersejarah bisa dilakukan lantaran warga mesir kuno membangun rumah-rumah yang terbuat dari bata lumpur. Struktur bangunan pun padat sehingga bentuk lancip rumah serupa piramida mudah terdeteksi.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/05/25/article-1390667-0C4121A200000578-327_634x431.jpg

"Ini merupakan situs yang dekat dengan permukaan. Ada ribuan lainnya yang tertutup oleh endapan lumpur Sungai Nil," kata Sarah.

Sumber :
techno.okezone.com

Wednesday, May 25, 2011

Arkeolog Temukan Tambang Baja Berusia 12 Ribu Tahun

Para arkeolog telah menemukan sebuah tambang baja oksid berusia 12 ribu tahun di Chile, yang merupakan bukti tambang tertua yang pernah ditemukan.

Laporan yang akan dipublikasikan dalam jurnal Current Anthropology menungkap bahwa tim peneliti yang dipimpin oleh Diego Salazar dari Universidad de Chile, menemukan tambang sedalam 40 meter di kota pantai Taltal, selatan Chile.


Tambang tersebut digali oleh orang-orang Huentelauquen, yang pertama menempati wilayah tersebut. Demikian seperti yang dikutip oleh Eurika Alert.

Orang-orang Huentelauquen menggunakan baja oksid untuk mewarnai batu dan tulang yang dijadikan aksesoris mereka. "Mungkin juga untuk mewarnai tubuh dan pakaian mereka," ungkap para peneliti.

"Ini membuktikan bahwa pertambangan sudah dikenal sejak lama, dan membutuhkan kemampuan khusus," tulis Salazar di Current Anthropology.

Sekira 700 kubik meter dan 2 ribu ton batu digali dari tambang tersebut. Usia karbon yang ditemukan pada arang kayu dan kerang dalam tambang tersebut mengisyaratkan kalau situs tersebut berusia 12 ribu tahun, yang kemudian digunakan kembali sekira 4.300 tahun yang lalu.

"Eksploitasi lebih dari seribu tahun pada tambang tersebut, mengindikasikan pengetahuan mengenai lokasi, zat yang terkandung di dalamnya, serta teknik penggaliannya, sudah diwariskan selama berabad-abad oleh masyarakat Huentelauquen," tulis pihak peneliti.

Sebelum penemuan ini, sebuah tambang tembaga kuno juga ditemukan di wilayah Amerika Utara yang berusia sekira 4.500 tahun.

Sumber :
adipedia.com

Monday, May 23, 2011

Ditemukan Celengan Berusia 2 Ribu Tahun

Lebih dari 1.200 keping koin ditemukan dalam celengan peninggalan jaman Romawi, yang ditemukan di bekas barak angkatan bersenjata Inggris.

Koin-koin tersebut yang berusia sekira dua ribu tahun tahun tersebut ditemukan dalam sebuah pot berwarna abu-abu pada sebuah gedung di wilayah Colchester, Essex, Inggris. Demikian seperti yang dikutip dari Express.

http://i.okezone.com/content/2011/05/22/56/459683/uqyEHcTlKw.jpg

Tempat penyimpanan tersebut terbuat dari tembaga yang ditutupi oleh lapisan perak. Kini temuan tersebut dikirim ke British Museum di London untuk diteliti lebih lanjut.

Philip Crummy, dirut dari Colchester Archaelogical Trust, mengatakan bahwa koin-koin tersebut sebelum dikubur sudah dilindungi cukup baik.

Crummy percaya kalau uang tersebut dikubur pada abad ke-3 sesudah masehi, namun sang pemilik kesulitan untuk menemukan lokasi penguburan harta tersebut.

"Tahun 270 sesudah masehi di Inggris adalah waktu yang sulit di wilayah timur Inggris, karena perang sipil di Kerajaan Romawi.

"Ini adalah sebuah penemuan yang sangat menakjubkan," ujar Simon Brown, Managing Director dari Taylor Wimpsey East London.

Sumber :
techno.okezone.com

Thursday, May 19, 2011

Penemuan 9 Makam Bangsa Wari Dekat Reruntuhan Machu Picchu


Siapa yang tidak mengenal kemahsyuran dan kemegahan peninggalan Peradaban Suku Inca. Ternyata ada Peradaban Suku lain yang menempati Pegunungan Peru sebelum mereka, yaitu Peradaban Wari.
Siapa yang tidak mengenal kemahsyuran dan kemegahan peninggalan Peradaban Suku Inca. Ternyata ada Peradaban Suku lain yang menempati Pegunungan Peru sebelum mereka, yaitu Peradaban Wari.


Pegunungan Andes bulan Februari lalu mengungkap sebuah peradaban yang bermukim disana sebelum suku Inca. Peradaban Pra Hispanik, Suku Wari. Ini dibuktikan dengan penemuan situs arkeologi yang menggali sembilan kubur purba dari sisa-sisa peradaban mereka.

 

Komplek sembilan makam suku Wari ditemukan di wilayah selatan Cusco, yang kemudian menjadi tempat berkembangnya peradaban Inca dikemudian hari. Jika dipelajari lebih lanjut, maka Peradaban Wari bisa menjelaskan Asal Usul Kerajaan Inca yang perkasa.

Dari penggalian diketahui bahwa Suku Wari telah ada dan bermukim disini antara 700-1200 Masehi. Kementrian Kebudayaan Peru, Juan Ossia mengatakan, "Kerajaan Inca bisa saja terinspirasi dari Budaya Wari, memungkinkan Inca mengembangkan seluruh sistem politik mereka".

Perisai dada milik Bangsawan Suku Wari

Mengacu pada The Lord of Vilca yaitu sebuah mummi Dewa Sipan yang ditemukan pada tahun 1987 di wilayah Peru Utara, temuan terbaru ini adalah yang terbesar sejak reruntuhan Machu Picchu ditemukan seratus tahun yang lalu. Saat ini saja situs Machu Picchu telah menarik 500.000 pengunjung setiap tahunnya.

Suku Inca seperti diketahui telah mendirikan Kerajaan Terbesar di dunia, baru sekitar 1400-1532 Masehi. Penjelajah Spanyol yang menyerbu masuk dan memaksa mereka berlindung dibalik wilayah Vilcabamba, Cusco yang menjadi tempat kuburan mereka.

Lokasi makam yang berada ditengah rimba dan jangkauan yang rumit menginspirasikan struktur politik Inca yang memang rumit. Inca membangun tempat-tempat persembunyian di lokasi yang sangat sulit dicapai dan tersembunyi.

Keramik dari masa Wari yang ditemukan


Lokasi Penemuan makam Peradaban Wari


Situs Macchu Picchu

Sumber :
anotherpaths.blogspot.com

Friday, April 15, 2011

Arkeolog Berhasil Menemukan Dinosaurus "Iblis" Periode Triassic

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/14/1653593620X310.jpg

Dinosaurus baru yang diberi nama "Evil Spirit Buck-Toothed Reptile" alias reptil roh setan bergigi jelek atau dalam nama ilmiah Daemonosaurus chauliodus ditemukan di New Mexico. Si iblis ini merupakan dinosaurus penghubung antara dinosaurus tertua dan dinosaurus Jurassic spesies theropod.
Dinosaurus baru yang diberi nama "Evil Spirit Buck-Toothed Reptile" alias reptil roh setan bergigi jelek atau dalam nama ilmiah Daemonosaurus chauliodus ditemukan di New Mexico. Si iblis ini merupakan dinosaurus penghubung antara dinosaurus tertua dan dinosaurus Jurassic spesies theropod.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/14/1653593620X310.jpg

Dinosaurus yang hidup 205 juta tahun yang lalu ini setinggi anjing besar dengan tulang yang tidak biasa. Demikian jelas Hans-Dieter Sues, ahli purbakala vertebrata di National Museum of Natural History di Washington DC. "Moncongnya pendek dan gigi depannya besar-besar," katanya. Ia juga menambahkan, "Jenis struktur tulang yang tidak dikira pada waktu itu untuk dinosaurus predator."

Dinosaurus tertua yang diketahui hidup 230 juta tahun yang lalu, dalam Periode Triassic. Setelah itu, ada jeda besar dari hasil temuan fosil. Banyak ahli memperkirakan bahwa dinosaurus-dinosaurus awal punah. "Setelah itu predator yang lebih rumit mengambil alih kemudian terjadi diversifikasi pada peralihan periode Triassic ke Jurassic," kata Sues.

Daemonosaurus c ini merupakan jembatan yang menghubungkan kedua grup dinosaurus. Dari fosil yang ditemukan, dinosaurus ini memiliki beberapa ciri yang menghubungkan jeda evolusi antara dinosaurus awal ke dinosaurus yang lebih modern. Berdasarkan analisis terhadap fosil yang ditemukan, dinosaurus ini memiliki ciri Triassic dengan beberapa ciri dari Jurassic.

Ciri Triassic yang dimilikinya, misalnya, jeda kecil antara lubang hidung dan rongga mata. Tulang yang berkaitan dengan kantong udara yang seperti sistem paru-paru burung juga masih punya ciri primitif. Ciri dinosaurus yang lebih modern yang dimiliki Daemonosaurus c ada pada gigi.

"Ini adalah bukti bahwa dinosaurus punya distribusi yang lebih luas," jelas Sue.
Sumber :
National Geographic Indonesia/Alex Pangestu - sains.kompas.com

Sumber Mitologi Yunani dari Fosil Purba

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/14/1842127620X310.jpg

Bangsa Yunani telah lama mempelajari fosil purbakala dan diperkirakan menjadikannya sebagai sumber inspirasi mitos mereka. Sepotong tulang paha makhluk purba diperkirakan telah menjadi sumber inspirasi dalam pembentukan mitos bangsa Yunani kuno.
Bangsa Yunani telah lama mempelajari fosil purbakala dan diperkirakan menjadikannya sebagai sumber inspirasi mitos mereka. Sepotong tulang paha makhluk purba diperkirakan telah menjadi sumber inspirasi dalam pembentukan mitos bangsa Yunani kuno.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/14/1842127620X310.jpg

Potongan tulang yang dikenal dengan nama tulang Nichoria itu merupakan bagian dari tubuh mamalia purba raksasa yang hidup di selatan Yunani sekitar satu juta tahun yang lalu.

Setelah orang-orang Yunani kuno menemukannya, muncullah makhluk-makhluk buas dalam mitologi Yunani klasik yang inspirasinya bersumber dari tulang tersebut.

Menurut Adrienne Mayor, seorang peneliti Classics and History of Science di Stanford University, fosil-fosil spesies purba raksasa, seperti halnya tulang Nichoria, kemungkinan besar menjadi sumber inspirasi bagi terciptanya makhluk-makhluk buas legendaris dari mitologi klasik.

Lebih lanjut, Mayor menggali akar beberapa mitos Yunani klasik dan menemukan bukti yang menunjukkan fosil prasejarah ditemukan di tempat yang sama berkembangnya mitos tentang makhluk raksasa muncul.

Mayor memperkirakan, orang Yunani kuno menemukan fosil tulang tersebut dalam batu bara muda di cekungan Megalopolis yang dalam kajian prasejarah dikenal sebagai Medan Pertempuran Para Raksasa.

"Banyaknya fosil tulang raksasa di tempat itu memunculkan mitos tetang terbunuhnya seluruh tentara raksasa oleh hantaman petir Zeus," tambah Mayor.

Tulang Nichoria sendiri ditemukan di sebuah akropolis kuno di Nichoria antara tahun 1969 dan 1975 oleh para ahli arkeologi anggota tim Minnesota Messenia Expedition.

Fakta bahwa tulang itu disimpan dalam akropolis yang berada 35 mil dari batu bara muda tempat tulang ditemukan menunjukkan bahwa bangsa Yunani kuno memiliki ketertarikan besar terhadap fosil.

Sumber :
National Geographic Indonesia /Agung Dwi Cahyadi - sains.kompas.com

Friday, April 8, 2011

Ditemukan, Makam 'Dewa Jester' dari Suku Maya

http://static.inilah.com/data//berita/foto/1393072.jpg

Arkeolog menemukan makam tertua penguasa suku Maya kuno berlambang ‘Dewa Jester’ dari 350 SM. Berdasarkan lambang unik itu, inilah bukti kerangka pihak kerajaan tertua di dunia.
Arkeolog menemukan makam tertua penguasa suku Maya kuno berlambang ‘Dewa Jester’ dari tahun 350 SM. Berdasarkan lambang unik itu, inilah bukti kerangka pihak kerajaan tertua di dunia.

http://static.inilah.com/data//berita/foto/1393072.jpg

Ditemukan di sebuah makam di bawah rumah penguasa di kawasan Holmul, timur laut Guatelmala, kerangka itu diperkirakan milik pria berusia lima puluhan tahun dengan kondisi kesehatan baik menjelang kematiannya.

Selain lambang Dewa Jester, di makam itu tampak pula tujuh keramik, guci, piring dan alat pembakar dupa.
“Kami pernah menemukan makam Suku Maya yang lebih tua, namun tidak pernah menemukan kuburan yang mencakup simbol kerajaan seperti ini,” kata John Tomasic dari University of Kansas, Amerika Serikat.

Di bawah situs arkeolog itu, ahli juga menemukan terowongan dengan lebar sekitar 16 inci, cukup lebar untuk dimasuki tubuh manusia. Tempat itu diperkirakan sebagai lorong menuju tempat penguburan.

Hasil penelitian ini diungkapkan pada pertemuan Society for American Archaeology di Sacramento, California, Amerika Serikat. Sebelumnya, kuburan penguasa Maya dari tahun 100 SM ditemukan di San Bartolo pada 2005.

Sumber :
inilah.com

Wednesday, March 30, 2011

Arkeolog Menemukan Jaringan Otak Tertua di Dunia yang Masih Terawetkan Dengan Baik

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1368082.jpg

Arkeolog mengklaim temukan otak tertua di dunia milik pria yang dikorbankan untuk upacara ritual di Zaman Besi, Inggris. Yang menarik, otak itu masih menyimpan jaringan.
Arkeolog mengklaim temukan otak tertua di dunia milik pria yang dikorbankan untuk upacara ritual di Zaman Besi, Inggris. Yang menarik, otak itu masih menyimpan jaringan.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1368082.jpg

Ilmuwan yang menemukan tengkorak di sebuah lubang berlumpur saat melakukan penggalian di sekitar kawasan University of York, Heslington, Inggris, mengaku terkejut mendapati jaringan otak masih tersimpan di tengkorak itu.

Tes membuktikan otak itu milik seorang pria yang hidup di zaman besi dan tewas dengan cara mengerikan, 2.500 tahun lalu. Namun ilmuwan bingung bagaimana bisa jaringan otak yang biasanya membusuk selama beberapa tahun berhasil bertahan dalam jangka waktu yang begitu lama.

"Keberadaan otak yang terkubur begitu lama sangatlah aneh dan jarang terjadi," kata Sonia O'Connor, ahli arkeologi di University of Bradford.

"Otak itu menjadi objek yang sangat menarik karena diawetkan dengan baik. Ini menjadi otak tertua yang pernah tercatat sepanjang sejarah di Inggris dan menjadi salah satu otak tertua di dunia," kata O'Connor.

Ahli menyebutkan otak itu diperkirakan milik pria berusia 26-45 yang meninggal dengan cara digantung kemudian kepalanya dipenggal dan dikubur terpisah dengan tubuhnya.

Ilmuwan kini menyelidiki bagaimana protein dan lipid yang ditemukan di otak itu masih tersimpan dan bagaiamana pria itu mati kemudian dikuburkan.

“Ini adalah penyelidikan yang paling lengkap untuk benar-benar mengerti bagaimana otak bisa bertahan ribuan tahun, sedangkan jaringan lunak lainnya telah membusuk," ujar O'Connor lagi.

Sumber :
teknologi.inilah.com

Saturday, February 26, 2011

Legenda Kuda "Berkeringat Darah" Pada Masa Genghis Khan Ditemukan Kembali

http://www.aceros-de-hispania.com/image/genghis-khan-sword/Genghis-Khan-swords.gif

Baru-baru ini, tulang belulang 80 kuda digali dari lubang makam bagian bawah Kekaisaran Wudi, yang hidup lebih dari 2000 tahun pada masa Dinasti Han.
Baru-baru ini, tulang belulang 80 kuda digali dari lubang makam bagian bawah Kekaisaran Wudi, yang hidup lebih dari 2000 tahun pada masa Dinasti Han.

Penemuan tersebut menghidupkan lagi sebuah legenda tentang kuda ‘berkeringat darah’ di China Kuno, dalam laporan yang dikutip Hinhua.

Cerita Wudi mengenai  "Silk Road" dan kuda "berkeringat darah" telah menjadi legenda dalam budaya China dan banyak orang tertarik dengan kuda legendaris yang telah lama hilang.

http://www.aceros-de-hispania.com/image/genghis-khan-sword/Genghis-Khan-swords.gif
Ilustrasi

Yang Wuzhan, seorang arkelog yang mengambil bagian dalam penggalian makam Kaisar Wudi, mengatakan bahwa pada saat melakukan penggalian dua lubang makam pada September 2009 lalu, tim mereka mendapat 40 tulang-telulang kuda.

Dari hasil laboratorium terhadap fosil tersebut, dikonfirmasi ternyata semuanya adalah kuda laki-laki dewasa. "Para ilmuwan akan segera melakukan tes DNA berharap untuk menentukan gen dari kuda itu," kata Wuzhan seperti dilansir dari People Daily.

http://www.dapunta.com/wp-content/uploads/2011/02/Legenda-Kuda-%E2%80%9CBerkeringat-Darah%E2%80%9D-Ditemukan-Kembali-.jpg 

Temuan tersebut bakal menghidupkan kembali legenda Cina berabad-abad tentang kuda berkeringat darah misterius dari Asia Tengah.

"Legenda mengenai kuda itu sudah lama menghilang, sejak Kaisar Wudi menawarkan hadiah besar dan kuat bagi siapa saja yang bisa menemukan kuda ras misterius 'berkeringat darah' yang disebut-sebut telah menjelajahi Asia Tengah, tetapi jarang terlihat di China," jelas Wuzhan.

Hari ini, kuda itu diidentifikasi sebagai Akhal-Teke, salah satu keturunan kuda tertua di dunia dan paling unik.
Dalam catatan Cina, Kaisar Wudi menulis bahwa kuda tersebut berkembang biak. Dalam sebuah puisi ia menulis tentang -Akhal Teke, merupakan "kuda surga."

http://www.dapunta.com/wp-content/uploads/2011/02/Legenda-Kuda-%E2%80%9CBerkeringat-Darah%E2%80%9D-Ditemukan-Kembali-2-.jpg

Kuda tersebut dikenal memiliki daya tahan kecepatan dan keringat dari cairan darah seperti seperti gallops. Hal ini juga diyakini sebagai kuda yang ditunggangi oleh Genghis Khan (1167-1227).

Kaisar Wudi dikenal karena telah membuka Silk Road, sebuah jalur perdagangan kuno yang menghubungkan Asia dan Eropa. Pembangunan makam kaisar tersebut dimulai pada 139 SM, setahun setelah ia bertakhta di usia 16 tahun. Dan dibutuhkan waktu selama 53 tahun untuk membangunnya.

Makam tersebut memiliki lebih dari 400 lubang pengorbanan, lebih dari makam Qin Shihuang, "kaisar pertama" dari China.

Sumber :
dapunta.com

Paling banyak dibaca