Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Thursday, June 20, 2013

Cerita Dewasa : Nafsunya Ayahkuu Menikmati Tubuhku Yang Molek

http://3.bp.blogspot.com/-VSf6cmxImmc/T9mAV12J0rI/AAAAAAAAADQ/Yps9WTR9fdI/s1600/CEWEK+ZONA.gifNamaku Reni. Usiaku hampir mendekati kepala tiga. Sudah menikah sejak lima tahun yang lalu namun belum dikarunia anak. Suamiku berusia lebih tua dariku dengan jarak yang cukup jauh. Kehidupan kami bisa dibilang bahagia, bisa juga dibilang tidak. Dalam kehidupan sehari-hari, antara aku dan suamiku tidak ada permasalahan yang pelik dan tidak mengancam pernikahan kami. Hanya saja dalam masalah kehidupan seksual ada sedikit permasalahan yang menurut kami berdua bukan merupakan ancaman.

Kondisi ini mungkin akibat belum adanya tanda-tanda kami akan dikaruniai seorang anak. Kami rasakan hubungan intim antara aku dan suami jadi hambar, tidak seperti tahun-tahun pertama pernikahan kami yang penuh dengan gelora, penuh dengan cinta yang membara. Dan saat ini kami melakukannya hanya sekedar kewajiban saja, tidak seperti dulu. Nampaknya kami pun tidak mempermasalahkan ini. Akhirnya kami jadi sibuk mencari kegiatan masing-masing untuk menghilangkan kejenuhan ini. Suamiku semakin giat bekerja dan usahanya semakin maju. Aku pun demikian dengan mencari kegiatan lain yang bisa menhgilangkan kejenuhanku. Kami sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing sehingga waktu untuk bermesraan semakin jarang. Namun kelihatannya kami bisa menikmati kehidupan seperti ini dan tidak mengakibatkan permasalahan yang berarti.

Keadaan ini berlangsung cukup lama hingga suatu saat terjadi hal baru yang mewarnai kehidupan kami, khususnya kehidupan pribadiku sendiri. Ketika itu kami mendapat khabar bahwa ayahku yang berada di lain kota bermaksud datang ke tempat kami. Suamiku langsung menyatakan kegembiraannya dan tanpa menunggu persetujuanku ia mengharapkan ayahku cepat-cepat datang. Dia bilang sudah sangat rindu sekali karena bisa bertemu kembali setelah pertemuan terakhir ketika kami menikah dahulu. Demikian pula dengan ayahku, katanya kepada suamiku mengatakan bahwa ia pun sangat rindu terutama kepadaku, anaknya yang tersayang. Aku hanya bisa memandang suamiku yang tengah menerima telepon dengan perasaan gundah.

Setelah mendapat khabar itu, aku jadi sering melamun. Aku jadi gelisah menunggu kedatangan ayahku. Sebenarnya ia bukan ayah kandungku. Ia aalah ayah tiri. Ia menikahi ibuku ketika aku sudah remaja. Ketika itu ayahku masih bujangan dan usianya berbeda cukup jauh dengan ibuku. Kehidupan kami saat itu berlangsung normal. Tahun demi tahun berjalan dan akupun mulai tumbuh semakin dewasa. Permasalahan mulai muncul ketika ibuku mulai sakit-sakitan. Mungkin juga karena usia.

Di sinilah awal dari segalanya. Ayahku yang masih muda dan penuh vitalitas merasa kurang terpenuhi kebutuhannya dan mulai mencari-cari jalan keluarnya. Celakanya, yang menjadi sasaran adalah diriku sendiri. Saat itu aku masih sangat muda dan tidak mengerti apa-apa. Ayahku ini sangat pandai mengelabuiku sehingga akhirnya aku terperangkap oleh semua akal bulusnya. Aku tidak berani mengadukan hal ini kepada ibu. Takut malah akan membuatnya semakin parah. Tetapi aku pun tak bisa menjamin bahwa ia tidak mengetahui apa yang terjadi antara ayah dengan diriku. Sampai akhirnya ibuku wafat meninggalkanku sendiri, anak semata wayangnya, untuk dititipkan pada ayah.

Sepeninggal ibu, ayah semakin menjadi-jadi. Aku tak bisa berbuat banyak karena hidupku sangat tergantung kepadanya. Beruntunglah beberapa tahun kemudian aku mendapatkan jodoh dan menikah dengan suamiku yang sekarang. Aku diboyong meninggalkan rumahku ke kota yang sangat jauh jaraknya. Itulah pengalaman yang sangat kusesalkan hingga hari ini.

"Hei, sayang!" tiba-tiba suamiku membuyarkan lamunanku.
"Kok malah ngelamun? Ayo kita berangkat sekarang, kasihan nanti ayahmu terlalu lama menunggu di stasiun kereta", lanjutnya seraya mengambil kunci mobil untuk segera berangkat menjemput ayah.
Ketika sampai di stasiun, suamiku langsung mencari-cari ayahku sementara aku mengikutinya dari belakang dengan perasaan serba tak karuan. Gelisah, khawatir serta ada sedikit rasa rindu karena sudah lama tak bertemu, bercampur menjadi satu. Suamiku langsung berteriak gembira ketika menemukan sosok seorang pria yang tengah duduk sendiri di ruang tunggu. Orang itu langsung berdiri dan menghampiri kami. Ia lalu berpelukan dengan suamiku. Saling melepas rindu. Aku memperhatikan mereka. Aku agak terkesima karena ternyata ayahku tak berubah banyak dari ketika kutinggalkan dahulu. Ia nampak masih muda, meski kulihat ada beberapa helai uban di rambutnya. Tubuhnya masih tegap dan berotot. Kelihatannya ia tidak pernah meninggalkan kebiasaannya berolah raga sejak dulu.

"Hei Reni. Apa khabar, sayangku", sapa ayah kemudian ketika selesai berpelukan dengan suamiku.

"Ayah, apa khabar? Sehat-sehat saja khan?" balasku setengah terpaksa untuk berbasa-basi.

Ayahku mengembangkan kedua tangannya sambil menghampiriku. Aku sempat bingung menghadapinya dan dengan spontan melirik pada suamiku yang kelihatannya seperti tahu apa yang kupikirkan. Ia menganggukan kepalanya seolah menyuruhku untuk menyambut rentangan tangan ayah.

Aku lalu menghampiri ayahku. Ia langsung menyambutnya dengan memelukku. Aku terpana dengan pelukannya yang erat dan kurasakan ayahku sesenggukan. Menangis sambil berbisik betapa rindunya ia padaku. Aku jadi tak tega dan dengan refleks, balas memeluknya sambil berkata bahwa aku baik-baik saja dan merasa rindu juga kepadanya.

Ia bersyukur bahwa masih ada orang yang merindukannya sambil terus memelukku dengan erat. Aku jadi serba salah. Pelukannya jadi lain dan bahkan aku merasa tubuhnya sengaja didesakan padaku. Aku berusaha untuk mendorongnya secara halus dan jangan sampai hal ini diketahui suamiku. Ayahku masih juga genit! Ia sengaja menggesek-gesekan tubuhnya padaku! Dasar lelaki celamitan, runtukku dalam hati.

"Ayo kita ke rumah", kata suamiku kemudian. Aku bersyukur bisa terlepas dari pelukannya dan buru-buru menjauh.

Aku lalu dengan sengaja memamerkan kemesraan dihadapan ayahku dengan memeluk pinggang suamiku sambil menyandarkan kepala di dadanya. Suamiku balas memeluk sambil berjalan menuju tempat parkir sementara ayahku hanya tersenyum melihat semua ini. Aku tak tahu apa arti senyum itu. Aku hanya ingin memperlihatkan semua ini kepadanya. Aku juga tak tahu apakah aku ingin membuatnya cemburu atau apa?

Sejak adanya ayah di rumah, memang ada perubahan yang cukup berarti dalam kehidupan kami. Sekarang suasana di rumah lebih hangat, penuh canda dan gelak tawa. Ayahku memang pandai membawa diri, pandai mengambil hati orang. Termasuk suamiku. Ia begitu senang dengan kehadirannya. Ia jadi lebih betah di rumah. Ngobrol bersama, jalan-jalan bersama. Dan yang lebih menggembirakan lagi, suamiku jadi lebih mesra kepadaku. Ia jadi sering mengajakku berhubungan intim. Aku turut gembira dengan perubahan ini. Tadinya aku sempat khawatir akan kehadiran ayah yang akan membuat masalah baru. Tetapi ternyata tidak. Justru sebaliknya!

Namun dibalik itu aku agak was-was juga karena kemesraan suamiku ternyata atas saran ayahku. Katanya ia banyak memberi nasihat bagaimana cara membahagiakan seorang istri. Hah? Aku terperanjat mendengar ini. Jangan-jangan..? Akh.., aku tak mau berpikir sejauh itu. Rasa kekhawatiranku ternyata beralasan juga. Karena seringkali secara diam-diam, ayah menatapku. Dari tatapannya aku sudah bisa menduga. Ia sudah mulai berani menggodaku meski hanya berupa senyuman ataupun kerlingan nakal. Aku tak pernah melayaninya. Aku tak mau suamiku tahu akan hal ini.

Kekhawatiran berkembang menjadi rasa takut. Malam itu suamiku memberitahu bahwa ia akan pergi ke luar kota untuk mengurus bisnisnya selama beberapa hari. Aku terkejut dan berupaya mencegahnya agar jangan pergi.

"Memangnya kenapa? Toh biasanya juga aku suka keluar kota untuk bisnis, bukan untuk main-main", katanya kemudian.

"Bukan itu. Aku masih kangen sama kamu", jawabku mencari alasan.

"Aku cuma tiga hari. Mungkin kalau bisa cepet selesai, bisa dua hari aku sudah kembali", kata suamiku lagi.

"Kamu di sini kan ada ayah, juga Si Inah. Jadi tak perlu takut ditinggal sendiri."

Justru itu yang kutakutkan, kataku tetapi hanya dalam hati. Aku tak bisa mencari alasn lain lagi karena khawatir justru dia malah curiga dan semuanya jadi ketahuan. Akhirnya aku hanya bisa mengiyakan dan berpesan agar dia cepat-cepat pulang.

Hari pertama kepergian suamiku ke luar kota tak ada peristiwa yang mengkhawatirkan meski ayahku lebih berani menggoda. Ada saja alasannya agar aku bisa berdekatan dengannya. Bikinkan kopi lah, ambilkan Koran lah dan entah apa lagi alasannya. Ia mencoba menggoda dengan memegang tanganku pada saat memberikan Koran padanya. Buru-buru kutarik tanganku dan pergi ke kamar meninggalkannya.

Aku jadi semakin hati-hati terhadapnya. Pintu kamar selalu kukunci dari dalam. Tetapi masih saja aku kecolongan sampai suatu ketika terulang kembali perisitiwa masa lalu yang sering kusesalkan. Sore itu aku habis senam seperti biasanya sekali dalam seminggu. Setelah mandi aku langsung makan untuk kemudian istirahat di kamar. Mungkin karena badan terasa penat dan pegal sehabis senam, aku jadi mengantuk dan langsung tertidur. Celakanya, aku lupa mengunci pintu kamar. Setengah bermimpi, aku merasakan tubuhku begitu nyaman. Rasa penat dan pegal-pegal tadi berangsur hilang. Bahkan aku merasakan tubuhku bereaksi aneh. Rasa nyaman sedikit demi sedikit berubah menjadi sesuatu yang membuatku melayang-layang. Aku seperti dibuai oleh hembusan angin semilir yang menerpa bagian-bagian peka di tubuhku. Tanpa sadar aku menggeliat merasakan semua ini sambil melenguh perlahan.

Dalam tidurku, aku mengira ini perbuatan suamiku yang memang akhir-akhir ini suka mencumbuku di kala tidur. Namun begitu ingat bahwa ia masih di luar kota, aku segera terbangun dan membuka mataku lebar-lebar. Hampir saja aku menjerit sekuat tenaga begitu melihat ayah sambil tersenyum tengah menciumi betisku, sementara dasterku sudah terangkat tinggi-tinggi hingga memperlihatkan seluruh pahaku yang putih mulus.

"Ayah! Ngapain ke sini?" bentakku dengan suara tertahan karena takut terdengar oleh Si Inah pembantuku.

"Reni, maafkan ayah. Kamu jangan marah seperti itu dong, sayang", ia malah berkata seperti itu bukannya malu didamprat olehku.

"Ayah nggak boleh. Keluar, saya mohon", pintaku menghiba karena kulihat tatapan mata ayah demikian liar menggerayang ke sekujur tubuhku.

Aku buru-buru menurunkan daster menutupi pahaku. Aku beringsut menjauhinya dan mepet ke ujung ranjang. Ayah kembali menghampiriku dan duduk persis di sampingku. Tubuhnya mepet kepadaku. Aku semakin ketakutan.

"Kamu tidak kasihan melihat ayah seperti ini? Ayolah, kita khan pernah melakukannya", desaknya.

"Jangan bicarakan masa lalu. Aku sudah melupakannya dan tak akan pernah mengulanginya", jawabku dengan marah karena diingatkan perisitiwa yang paling kusesali.

"OK. Ayah nggak akan cerita itu lagi. Tapi kasihanilah ayahmu ini. Sudah bertahun-tahun tidak pernah merasakannya lagi", lanjutnya kemudian.

Ayah lalu bercerita bahw ia tak pernah berhubungan dengan wanita lain selain ibu dan diriku. Dia tak pernah merasa tertarik selain dengan kami. Aku setengah tak percaya mendengar omongannya. Ia memang pandai sekali membuat wanita tersanjung. Dan entah kenapa akupun merasakan hal seperti itu. Ketika kutatap wajahnya, aku jadi trenyuh dan berpikir bagaimana caranya untuk menurunkan hasrat ayah yang kelihatan sudah menggebu-gebu. Aku tahu persis ayah akan berbuat apapun bila sudah dalam keadaan seperti ini. Akhirnya aku mengalah dan mau mengocok batangnya agar ia bisa tenang kembali.

"Baiklah..", kata ayahku seakan tidak punya pilihan lain karena aku ngotot tak akan memberikan apa yang dimintanya.

Mungkin inilah kesalahanku. Aku terlalu yakin bahwa jalan keluar ini akan meredam keganasannya. Kupikir biasanya lelaki kalau sudah tersalurkan pasti akan surut nafsunya untuk kemudian tertidur. Aku lalu menarik celana pendeknya. Ugh! Sialan, ternyata dia sudah tidak memakai celana dalam lagi. Begitu celananya kutarik, batangnya langsung melonjak berdiri seperti ada pernya. Aku agak terkesima juga melihat batang ayah yang masih gagah perkasa, padahal usianya sudah tidak muda lagi.

Tanganku bergerak canggung. Bagaimananpun juga baru kali ini aku memegang kontol orang selain milik suamiku meski dulu pernah merasakannya juga. Tapi itu dulu sekali. Perlahan-lahan tanganku menggenggam batangnya. Kudengar ayah melenguh seraya menyebut namaku. Aku mendongak melirik kepadanya. Nampak wajah ayah meringis menahan remasan lembut tangannku pada batangnya. Aku mulai bergerak turun naik menyusuri batangnya yang sudah teramat keras. Sekali-sekali ujung telunjukku mengusap moncongnya yang sudah licin oleh cairan yang meleleh dari liangnya. Kudengar ayah kembali melenguh merasakan ngilu akibat usapanku. Aku tahu ayah sudah sangat bernafsu sekali dan mungkin dalam beberapa kali kocokan ia akan menyemburkan air maninya. Selesai sudah, pikirku mulai tenang.

Dua menit, tiga sampai lima menit berikutnya ayah masih bertahan meski kocokanku sudah semakin cepat. Kurasakan tangan ayah menggerayang ke arah dadaku. Aku kembali mengingatkan agar jangan berbuat macam-macam.

"Biar cepet keluar..", kata ayah memberi alasan.

Aku tidak mengiyakan dan juga tidak menepisnya karena kupikir ada benarnya juga. Biar cepat selesai, kataku dalam hati. Ayah tersenyum melihatku tidak melarangnya lagi. Ia dengan lembut mulai meremas-remas payudara di balik dasterku. Aku memang tidak mengenakan kutang setiap akan tidur, jadi remasan tangan ayah langsung terasa karena kain daster itu sangat tipis. Sebagai wanita normal, aku merasakan kenikmatan atas remasan ini. Apalagi tanganku menggenggam batangnya dengan erat, setidaknya aku mulai terpengaruh oleh keadaan ini. Meski dalam hati aku sudah bertekad untuk menahan diri dan melakukan semua ini demi kebaikan diriku juga. Karena tentunya setelah ini selesai ayah tidak akan berbuat lebih jauh lagi seperti dulu.

"Reni sayang.., buka ya? Sedikit aja..", pinta ayah kemudian.

"Jangan Yah. Tadi khan sudah janji nggak akan macam-macam..", ujarku mengingatkan.

"Sedikit aja. Ya?" desaknya lagi seraya menggeser tali daster dari pundakku sehingga bagian atas tubuhku terbuka.

Aku jadi gamang dan serba salah. Sementara bagian dada hingga ke pinggang sudah telanjang. Nafas ayahku semakin memburu kencang melihatku setengah telanjang.

"Oh.., Reni kamu benar-benar cantik sekali", pujinya sambil memilin-milin puting susuku.

Aku terperangah. Situasi sudah mulai mengarah pada hal yang tidak kuinginkan. Aku harus bertindak cepat. Tanpa pikir panjang, langsung kumasukan batang ayah ke dalam mulutku dan mengulumnya sebisa mungkin agar ia cepat-cepat selesai dan tidak berlanjut lebih jauh lagi. Aku sudah tidak memperdulikan perbuatan ayah pada tubuhku. Aku biarkan tangannya dengan leluasa menggerayang ke sekujur tubuhku, bahkan ketika kurasakan bibirnya mulai menciumi buah dadaku pun aku tak berusaha mencegahnya. Aku lebih berkonsentrasi untuk menyelesaikan semua ini secepatnya. Jilatan dan kulumanku pada batang kontolnya semakin mengganas sampai-sampai ayahku terengah-engah merasakan kelihaian permainan mulutku.

Aku tambah bersemangat dan semakin yakin dengan kemampuanku untuk membuatnya segera selesai. Keyakinanku ini ternyata berakibat fatal bagiku. Sudah hampir setengah jam, aku belum melihat tanda-tanda apapun dari ayahku. Aku jadi penasaran, sekaligus merasa tertantang. Suamiku pun yang sudah terbiasa denganku, bila sudah kukeluarkan kemampuan seperti ini pasti takkan bertahan lama. Tapi kenapa dengan ayahku? Apa ia memakai obat kuat?

Saking penasarannya, aku jadi kurang memperhatikan perbuatan ayah padaku. Entah sejak kapan daster tidurku sudah terlepas dari tubuhku. Aku baru sadar ketika ayah berusaha menarik celana dalamku dan itu pun terlambat! Begitu menengok ke bawah, celana itu baru saja terlepas dari ujung kakiku. Aku sudah telanjang bulat! Ya ampun, kenapa kubiarkan semua ini terjadi. Aku menyesal kenapa memulainya. Ternyata kejadiannya tidak seperti yang kurencanakan. Aku terlalu sombong dengan keyakinanku. Kini semuanya sudah terlambat. Berantakan semuanya! Pekikku dalam hati penuh penyesalan.

Situasi semakin tak terkendali. Lagi-lagi aku kecolongan. Ayah dengan lihainya dan tanpa kusadari sudah membalikkan tubuhku hingga berlawanan dengan posisi tubuhnya. Kepalaku berada di bawahnya sementara kepalanya berada di bawahku. Kami sudah berada dalam posisi enam sembilan! Tak lama kemudian kurasakan sentuhan lembut di seputar selangkanganku. Tubuhku langsung bereaksi dan tanpa sadar aku menjerit lirih. Suka tidak suka, mau tidak mau, kurasakan kenikmatan cumbuan ayahku di sekitar itu. Akh luar biasa! Aku menjerit dalam hati sambil menyesali diri. Aku marah pada diriku sendiri, terutama pada tubuhku sendiri yang sudah tidak mau mengikuti perintah pikiran sehatku.

Tubuhku meliuk-liuk mengikuti irama permainan lidah ayah. Kedua pahaku mengempit kepalanya seolah ingin membenamkan wajah itu ke dalam selangkanganku. Kuakui ia memang pandai membuat birahiku memuncak. Kini aku sudah lupa dengan siasat semula. Aku sudah terbawa arus. Aku malah ingin mengimbangi permainannya. Mulutku bermain dengan lincah. Batangnya kukempit dengan buah dadaku yang membusung penuh dan masih kenyal.

Sementara kontol itu bergerak di antara buah dadaku, mulutku tak pernah lepas mengulumnya. Tanpa kusadari kami saling mencumbu bagian vital masing-masing selama lima belas menit. Aku semakin yakin kalau ayah memakai obat kuat. Ia sama sekali belum memperlihatkan tanda-tanda akan keluar, sementara aku sudah mulai merasakan desiran-desiran kuat bergerak cepat ke arah pusat kewanitaanku. Jilatan dan hisapan mulut ayah benar-benar membuatku tak berdaya. Aku semakin tak terkendali. Pinggulku meliuk-liuk liar. Tubuhku mengejang, seluruh aliran darah serasa terhenti dan aku tak kuasa untuk menahan desakan kuat gelombang lahar panas yang mengalir begitu cepat.

"Auugghh..!" aku menjerit lirih begitu aliran itu mendobrak pertahananku.

Kurasakan cairan kewanitaanku menyembur tak tertahankan. Tubuhku menggelepar seperti ikan terlempar ke darat merasakan kenikmatan ini. Aku terkulai lemas sementara batang kontol ayah yang berada dalam genggamanku masih mengacung dengan gagahnya, bahkan terasa makin kencang saja. Aku mengeluh karena tak punya pilihan lain. Sudah kepalang basah. Aku hanya tergolek lemah tak berdaya saat ayah mulai menindih tubuhku. Dengan lembut ia mengusap wajahku dan berkata betapa cantiknya aku sekarang ini.

"Kau sungguh cantik. Kini kau sudah dewasa. Tubuhmu indah dan jauh lebih berisi.., mmpphh..", katanya sambil menciumi bibirku, mencoba membuka bibirku dengan lidahnya.

Aku seakan terpesona oleh pujiannya. Cumbu rayunya begitu menggairahkanku. Aku diperlakukan bagai sebuah porselen yang mudah pecah. Begitu lembut dan hati-hati. Hatiku semakin melambung tinggi mendengar semua kekagumannya terhadap tubuhku. Wajahku yang cantik, tubuhku yang indah dan kini jauh lebih berisi. Payudaraku yang membusung penuh dan menggantung indah di dada. Permukaan perut yang rata, pinggul yang membulat padat berisi menyambung dengan buah pantatku yang 'bahenol'. Diwajah ayah kulihat memperlihatkan ekspresi kekaguman yang tak terhingga saat matanya menatap nanar ke arah lembah bukit di sekitar selangkanganku yang dipenuhi bulu-bulu hitam lebat, kontras dengan warna kultiku yang putih mulus. Kurasakan tangannya mengelus paha bagian dalam. Aku mendesis dan tanpa sadar membuka kedua kakiku yang tadinya merapat.

Ayah menempatkan diri di antara kedua kakiku yang terbuka lebar. Kurasakan kontolnya ditempelkan pada bibir kemaluanku. Digesek-gesek, mulai dari atas sampai ke bawah. Naik turun. Aku merasa ngilu bercampur geli dan nikmat. Cairan yang masih tersisa di sekitar itu membuat gesekannya semakin lancar karena licin. Aku terengah-engah merasakannya. Kelihatannya ia sengaja melakukan itu. Apalagi saat moncong kontolnya itu menggesek-gesek kelentitku yang sudah menegang. Ayah menatap tajam melihat reaksiku. Aku balas menatap seolah memintanya untuk segera memasuki diriku secepatnya.

Ia tahu persis apa yang kurasakan saat itu. Namun kelihatannya ia ingin melihatku menderita oleh siksaan nafsuku sendiri. Kuakui memang aku sudah tak tahan untuk segera menikmati batang kontolnya dalam memekku. Aku ingin segera membuatnya 'KO'. Terus terang aku sangat penasaran dengan keperkasaannya. Kuingin buktikan bahwa aku bisa membuatnya cepat-cepat mencapai puncak kenikmatan.

"Yah..?" panggilku menghiba.

"Apa sayang", jawabnya seraya tersenyum melihatku tersiksa.

"Cepetan.."

"Sabar sayang. Kamu ingin ayah berbuat apa?" tanyanya pura-pura tak mengerti.

Aku tak menjawab. Tentu saja aku malu mengatakannya secara terbuka apa keinginanku saat itu. Namun ayah sepertinya ingin mendengarnya langsung dari bibirku. Ia sengaja mengulur-ulur dengan hanya menggesek-gesekan kontolnya. Sementara aku benar-benar sudah tak tahan lagi mengekang birahiku.

"Reni ingin ayah segera masukin..", kataku akhirnya dengan terpaksa.

Aku sebenarnya sangat malu mengatkan ini. Aku yang tadi begitu ngotot tidak akan memberikan tubuhku padanya, kini malah meminta-minta. Perempuan macam apa aku ini!?

"Apanya yang dimasukin", tanyanya lagi seperti mengejek.

"Akh ayah. Jangan siksa Reni..!"

"Ayah tidak bermaksud menyiksa kamu sayang."

"Oohh.., ayah. Reni ingin masukin kontol ayah ke dalam memek Reni..uuggh..", aku kali ini sudah tak malu-malu lagi mengatakannya dengan vulgar saking tak tahannya menanggung gelombang birahi yang menggebu-gebu.

Aku merasa seperti wanita jalang yang haus seks. Aku hampir tak percaya mendengar ucapan itu keluar dari bibirku sendiri. Tapi apa mau dikata, memang aku sangat menginginkannya segera.

"Baiklah sayang. Tapi pelan-pelan ya", kata ayahku dengan penuh kemenangan telah berhasil menaklukan diriku.

"Uugghh..", aku melenguh merasakan desakan batang kontolnya yang besar itu.

Aku menunggu cukup lama gerakan kontol ayah memasuki diriku. Serasa tak sampai-sampai. Selain besar, kontol ayah cukup panjang juga. Aku sampai menahan nafas saat batangnya terasa mentok di dalam. Rasanya sampai ke ulu hati. Aku baru bernafas lega ketika seluruh batangnya amblas di dalam. Ayah mulai menggerakkan pinggulnya perlahan-lahan. Satu, dua dan tiga tusukan mulai berjalan lancar. Semakin membanjirnya cairan dalam liang memekku membuat kontol ayah keluar masuk dengan lancarnya. Aku mengimbangi dengan gerakan pinggulku. Meliuk perlahan. Naik turun mengikuti irama tusukannya.

Gerakan kami semakin lama semakin meningkat cepat dan bertambah liar. Gerakanku sudah tidak beraturan karena yang penting bagiku tusukan itu mencapai bagian-bagian peka di dalam relung kewanitaanku. Ayah tahu persis apa yang kuinginkan. Ia bisa mengarahkan batangnya dengan tepat ke sasaran. Aku bagaikan berada di surga merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. Batang ayahku menjejal penuh seluruh isi liangku, tak ada sedikitpun ruang yang tersisa hingga gesekan batang itu sangat terasa di seluruh dinding vaginaku.

"Aduuhh.. auuffhh.., nngghh..", aku meintih, melenguh dan mengerang merasakan semua kenikmatan ini.

Kembali aku mengakui keperkasaan dan kelihaian ayahku di atas ranjang. Ia begitu hebat, jantan dan entah apalagi sebutan yang pantas kuberikan padanya. Yang pasti aku merasakan kepuasan tak terhingga bercinta dengannya meski kusadari perbuatan ini sangat terlarang dan akan mengakibatkan permasalahan besar nantinya. Tetapi saat itu aku sudah tak perduli dan takkan menyesali kenikmatan yang kualami.

Ayah bergerak semakin cepat. Kontolnya bertubi-tubi menusuk daerah-daerah sensitive. Aku meregang tak kuasa menahan desiran-desiran yang mulai berdatangan seperti gelombang mendobrak pertahananku. Sementara ayah dengan gagahnya masih mengayunkan pinggulnya naik turun, ke kiri dan ke kanan. Eranganku semakin keras terdengar seiring dengan gelombang dahsyat yang semakin mendekati puncaknya. Melihat reaksiku, ayah mempercepat gerakannya. Batang kontolnya yang besar dan panjang itu keluar masuk dengan cepatnya seakan tak memperdulikan liangku yang sempit itu akan terkoyak akibatnya.

Kulihat tubuh ayah sudah basah bermandikan keringat. Aku pun demikian. Tubuhku yang berkeringat nampak mengkilat terkena sinar lampu kamar. Aku mencoba meraih tubuh ayah untuk mendekapnya. Dan disaat-saat kritis, aku berhasil memeluknya dengan erat. Kurengkuh seluruh tubuhnya sehingga menindih tubuhku dengan erat. Kurasakan tonjolan otot-ototnya yang masih keras dan pejal di sekujur tubuhku. Kubenamkan wajahku di samping bahunya. Pinggul kuangkat tinggi-tinggi sementara keduan tanganku menggapai buah pantatnya dan menekannya kuat-kuat. Kurasakan semburan demi semburan memancar kencang dari dalam diriku. Aku meregang seperti ayam yang baru dipotong. Tubuhku mengejang-ngejang di atas puncak kenikmatan yang kualami untuk kedua kalinya saat itu.

"Ayah.., oohh.., Yaahh..", hanya itu yang bisa keluar dari mulutku saking dahsyatnya kenikmatan yang kualami bersamanya.

"Sayang nikmatilah semua ini. Ayah ingin kamu dapat merasakan kepuasan yang belum pernah kamu alami", bisik ayah dengan mesranya.

"Ayah sayang padamu, ayah cinta padamu. Ayah ingin melampiaskan kerinduan yang menyesak selama ini..", lanjutnya tak henti-henti membisikan untaian kata-kata indah yang terdengar begitu romantis.

Aku mendengarnya dengan perasaan tak menentu. Kenapa ini datangnya dari lelaki yang bukan semestinya kusayangi. Mengapa keindahan ini kualami bersama ayahku sendiri, meski ayah tiri tetapi sudah seperti ayah kandungku sendiri. Tanpa terasa air mata menitik jatuh ke pipi. Ayah terkejut melihat ini. Ia nampak begitu khawatir melihatku menangis.

"Reni sayang, kenapa menangis?" bisiknya buru-buru.

"Maafkan ayah kalau telah membuatmu menderita..", lanjutnya seraya memeluk dan mengelus-elus rambutku dengan penuh kasih sayang.

Aku semakin sedih merasakan ini. Tetapi ini bukan hanya salahnya. Aku pun berandil besar dalam kesalahan ini. Aku tidak bisa menyalahkannya saja. Aku harus jujur dan adil menyikapinya.

"Ayah tidak salah. Reni yang salah..", kataku kemudian.

"Tidak sayang. Ayah yang salah", katanya besikeras.

"Kita, Yah. Kita sama-sama salah", kataku sekaligus memintanya untuk tidak memperdebatkan masalah ini lagi.

"Terima kasih sayang", kata ayahku seraya menciumi wajah dan bibirku.

Kurasakan ciumannya di bibirku berhasil membangkitkan kembali gairahku. Aku masih penasaran dengannya. Sampai saat ini ayah belum juga mencapai puncaknya. Aku seperti mempunyai utang yang belum terbayar. Kali ini aku bertekad keras untuk membuatnya mengalami kenikmatan seperti apa yang telah ia berikan kepadaku. Aku sadar kenapa diriku menjadi antusias untuk melakukannya dengan sepenuh hati. Biarlah terjadi seperti ini, toh ayah tidak akan selamanya berada di sini. Ia harus pulang ke kampungnya. Aku berjanji pada diriku sendiri, ini merupakan yang terakhir kalinya.

Timbulnya pikiran ini membuatku semakin bergairah. Apalagi sejak tadi ayah terus-terusan menggerakan kontolnya di dalam memekku. Tiba-tiba saja aku jadi beringas. Kudorong tubuh ayah hingga terlentang. Aku langsung menindihnya dan menicumi wajah, bibir dan sekujur tubuhnya. Kembali kuselomoti batang kontolnya yang tegak bagai tiang pancang beton itu. Lidahku menjilat-jilat, mulutku mengemut-emut. Tanganku mengocok-ngocok batangnya. Kulirik ayah kelihatannya menyukai perubahanku ini. Belum sempat ia akan mengucapkan sesuatu, aku langsung berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuh ayah. Selangkanganku berada persis di atas batangnya.

"Akh sayang!" pekik ayahku tertahan ketika batangnya kubimbing memasuki liang memekku.

Tubuhku turun perlahan-lahan, menelan habis seluruh batangnya. Selanjutnya aku bergerak seperti sedang menunggang kuda. Tubuhku melonjak-lonjak seperti kuda binal yang sedang birahi. Aku tak ubahnya seperti pelacur yang sedang memberikan kepuasan kepada hidung belang. Tetapi aku tak perduli. Aku terus berpacu. Pinggulku bergerak turun naik, sambil sekali-sekali meliuk seperti ular. Gerakan pinggulku persis seperti penyanyi dangdut dengan gaya ngebor, ngecor, patah-patah, bergetar dan entah gaya apalagi. Pokoknya malam itu aku mengeluarkan semua jurus yang kumiliki dan khusus kupersembahkan kepada ayahku sendiri!

"Ouugghh.. Renii.., luar biasa!" jerit ayah merasakan hebatnya permainanku.
Pinggulku mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tangan ayah mencengkeram kedua buah dadaku, diremas dan dipilin-pilin. Ia lalu bangkit setengah duduk. Wajahnya dibenamkan ke atas dadaku. Menciumi puting susuku. Menghisapnya kuat-kuat sambil meremas-remas. Kami berdua saling berlomba memberi kepuasan. Kami tidak lagi merasakan panasnya udara meski kamarku menggunakan AC. Tubuh kami bersimbah peluh, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain. Aku berkutat mengaduk-aduk pinggulku. Ayah menggoyangkan pantatnya. Kurasakan tusukan kontolnya semakin cepat seiring dengan liukan pinggulku yang tak kalah cepatnya. Permainan kami semakin meningkat dahsyat.

Sprei ranjangku sudah tak karuan bentuknya, selimut dan bantal serta guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yang bertambah liar dan tak terkendali. Kurasakan ayah mulai memperlihatkan tanda-tanda. Aku semakin bersemangat memacu pinggulku untuk bergoyang. Mungkin goyangan pinggulku akan membuat iri para penyanyi dangdut saat ini.
Tak selang beberapa detik kemudian, akupun merasakan desakan yang sama. Aku tak ingin terkalahkan kali ini. Kuingin ia pun merasakannya. Tekadku semakin kuat. Aku terus memacu sambil menjerit-jerit histeris. Aku sudah tak perduli suaraku akan terdengar kemana-mana. Kali ini aku harus menang! Upayaku ternyata tidak percuma. Kurasakan tubuh ayah mulai mengejang-ngejang. Ia mengerang panjang. Menggeram seperti harimau terluka. Aku pun merintih persis kuda betina binal yang sedang birahi.

"Eerrgghh.. oouugghh..!" ayah berteriak panjang, tubuhnya menghentak-hentak liar.

Tubuhku terbawa goncangannya. Aku memeluknya erat-erat agar jangan sampai terpental oleh goncangannya. Mendadak aku merasakan semburan dahsyat menyirami seluruh relung vaginaku. Semprotannya begitu kuat dan banyak membanjiri liangku. Akupun rasanya tidak kuat lagi menahan desakan dalam diriku. Sambil mendesakan pinggulku kuat-kuat, aku berteriak panjang saat mencapai puncak kenikmatan berbarengan dengan ayahku.

Tubuh kami bergulingan di atas ranjang sambil berpelukan erat. Saking dahsyatnya, tubuh kami terjatuh dari ranjang. Untunglah ranjang itu tidak terlalu tinggi dan permukaan lantainya tertutup permadani tebal yang empuk sehingga kami tidak sampai terkilir atau terluka.
"Oohh.. ayaahh.., nikmaatthh!" jeritku tak tertahankan.
Tulang-tulangku serasa lolos dari persendiannya. Tubuhku lunglai, lemas tak bertenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam! Gila! Jeritku dalam hati. Belum pernah rasanya aku bercinta sampai sedemikian lamanya.
Aku hanya bisa memeluknya menikmati sisa-sisa kepuasan. Perasaanku tiba-tiba terusik. Sepertinya aku mendengar sesuatu dari luar pintu kamar, tetapi aku terlalu lelah untuk memperhatikannya dan akhirnya tertidur dalam pelukan ayahku, melupakan semua konsekuensi dari peristiwa di malam ini di kemudian hari.

TAMAT

Monday, June 17, 2013

Kontes Masturbasi



[Image: ies_img_EXTRA_lomba_masturbasi-349358362...84_jpg.png]

BUKAN yang pertama di dunia, namun ini untuk pertama kalinya kontes masturbasi digelar di China.
Dalam rangka memperingati hari AIDS Internasional yang jatuh pada 1 Desember 2012, sebuah kontes masturbasi digelar di China. Tujuannya, untuk mencegah tertular HIV akibat seks bebas.
Huffington Post, mengutip Shanghaiist, pada Selasa (4/12) menulis tidak ada eksploitasi ketelanjangan dalam kontes ini, karena ada perusahaan sex toy aihuirun yang bertindak sebagai sponsor. Mainan seks ini disediakan untuk memancing birahi peserta.
Ada 10 orang yang berpartisipasi dalam kontes ini, 3 perempuan dan 7 laki-laki. Mereka menutup alat kelaminnya dengan baskom berwarna orange, dan beberapa peserta memakai topeng untuk menutupi wajahnya.
Untuk menjaga antusiasme para kontestan, model berpakaian minim menari-main dengan boneka dan mainan seks.
Aturannya agak aneh. Mengutip Maydaily, Kamis (6/12), peserta yang ereksi paling lama dipilih sebagai pemenang, sementara peserta yang paling cepat "selesai" didapuk sebagai juara ketiga.
Tidak disebutkan hadiah apa yang didapat pemenang.
Sebagai tambahan informasi, rekor dunia kategori “waktu masturbasi terlama” dipegang oleh artis film porno Sonny Nash, yang memuaskan dirinya sendiri selama 10 jam lewat 10 menit pada Mei 2012

Ciri2 Wanita Punya Harsat Sex Tinggi

ciri-ciri wanita dengan hasrat sexs yang tinggi
Wanita makhluk yang sulit dimengerti. Setujukah Anda? Banyak pertentangan mengenai hal ini, namun sebagian besar pria mengakui banwa memang wanita sulit dimengerti kemauannya. Belum lagi masalah moody dll. Anyway, artikel di bawah ini tidak membahas mengenai itu, namun topik yang jauh lebih menarik. Mau tau ? Di bawah ini akan disebutkan tanda-tanda wanita yang punya gairah, atau libido yang tinggi.

Biasanya cewek yang bertipikal seperti ini cenderung menutupi tapi bukan berarti dia itu wanita yang pendiam, ibarat air sungai yang tenang di permukaannya namun sesungguhnya sangat bergelora atau sangat ganas bila didalamnya, antara lain ciri cirinya :

* Memiliki bulu halus di tangannya
* Memiliki kulit putih bersih dan terawat
* Memiliki Bulu halus yang terdapat di pinggir bibirnya ( kumis tipis )
* Memiliki anak rambut yang tumbuh tipis di leher belakangnya
* Bentuk punggungnya agak membungkuk ( bungkuk udang )
* Memiliki bongkahan pantat yang tidak begitu montok, bisa dikatakan agak semok
* Memiliki payudara yang membuat para laki laki tak berkedip bila menatap ke arah buah dadanya
* Biasanya wanita dengan tipikal seperti ini senang memiliki rambut panjang sekitar 1/4 punggungnya
* Namun wanita seperti ini akan selalu meminta bila kita sudah mengetahui kunci yang membuat libidonya keluar
* Biasanya setia dengan pasangannya…Biasanya.

Nah, bila pembaca melihat wanita dengan tanda-tanda seperti diatas, jangan asal tabrak…Sabar Pak, Mas, Kenalan dulu, selanjutnya terserah Anda.

Janda Muda Digilir 5 Lelaki di Dalam Warnet

Soerang janda muda berinisial MR (17), diperkosa secara bergiliran oleh lima pemuda. Dan membuat miris, pemerkosaan itu dilakukan di sebuah warnet Jl Tenggumung Wetan, Surabaya.

Aipda Darmini, Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak Polsek Semampir menceritakan, korban yang diketahui sebagai warga Bulaksari, Semampir itu diperkosa saat hendak ke warung membeli nasi goreng yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.

Melihat janda muda berperawakan manis itu keluar malam, Syahrowi, salah satu dari lima orang pelaku yang ketika itu sedang asyik nongkrong ini pun tergoda dan terpancing nafsu. Pemuda ini pun beranjak dari tempat duduknya dan lantas menyusul MR yang sedang berjalan.

Dengan setangah memaksa, Syahrowi membujuk janda muda itu untuk ikut ke sebuah areal tanah kosong yang kebetulan saat itu sedang digelar pesta minuman keras (miras). Meski sempat menolak, RM akhirnya menuruti pemuda itu.

Setibanya di tanah kosong, RM yang pun ‘dicekoki’ pesta miras hingga teler. Setelah mengatahui calon korbanya tidak berdaya, kawanan pemuda yang nafsu birahinya telah memnuncak sampai ‘diubun-ubun’ itu mengajak janda tanpa anak tersebut ke sebuah warnet.

“Sebelum diperkosa di dalam warnet, MR sempat dicekoki miras di lahan kosong,” kata Aipda Darmini, Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak Polsek Semampir kepada wartawan, Kamis (5/1/2012).

Sesampainya di dalam warnet, Syahrowi langsung melampiaskan birahinya kepada MR di dalam kamar mandi warnet yang ada di lantai dua. Saat 'merudapaksa', pelaku dibantu oleh dua temannya yang memegangi korban. Setelah itu, keempat pelaku lainnya secara bergiliran 'merudapaksa' MR, mulai dari Sudja, Riski, Zainul dan yang terakhir Sofyan.

“Setelah menerima laporan dari orang tua korban, petugas langsung melakukan pengejaran. Dari lima pelaku, baru satu yang diamankan yakni Zainul Arifin (18) warga Tenggumumhg Wetan III. Sedangkan empat pelaku lainnya, yakni Syahrowi, Sudja, Riski dan Sofyan masih dalam pengejaran petugas,”terang Darmini.

Menurut Aipda Darmini, aksi pemerkosaan tersebut dipergoki seorang penjaga warnet saat seorang pelaku bernama Zainul menggagahi korban di bilik yang letaknya berada tengah warnet.

Mengetahui kejadian itu, penjaga warnet tadi langsung mengusir pelaku, ” Korban yang merasa malu itu akhirnya tak berani pulang ke rumahnya. Malam itu korban diajak menginap dirumah tersangka Zainul. Disana Zainul kembali melampiaskan nafsunya ke MR sebanyak 3 kali,”imbuhnya. “Peristiwa pemerkosaan ini akhirnya terdengan orang tua korban dan langsung dilaporkan polisi,”tambah Darmini.ali

Foto Ml Seorang Guru Perempuan Disebar Pacarnya

KESAL dengan kekasihnya, seorang pria nekad mengunggah foto-foto bugil pacarnya yang berprofesi sebagai guru.
Malang benar nasib Zheng Yuan Yuan. Seorang guru yang tinggal di kota Jining, provinsi Shandong, China ini tentu sangat malu karena foto mesumnya beredar secara luas di forum-forum China.
Ada foto di mana Yuan Yuan melakukan seks oral, ada pula pose saat dia berdiri berdua dengan pacarnya.
Kalau dilihat dari posenya, gambar-gambar ini diambil atas sepengetahuan Yuan Yuan. Dalam berbagai pose, matanya melihat ke arah kamera.
Sekitar dua minggu setelah foto ini tersebar pada 11 November 2012, seorang pria bernama Ma Shen Ke mengaku sebagai kekasih Yuan Yuan selama 2 tahun ini. Di akun Baidu, penyedia blog di China, dia mengakui dirinyalah yang menyebarkan gambar tersebut.
“Ada masalah dalam hubungan kami,” alasan Shen Ke berbuat hal senekad ini.
Mengutip Maydaily, Kamis (29/11), akibat perbuatan ini Shen Ke ditahan polisi selama 10 hari. Dia dibebaskan pada 24 November 2012.
Menurut Shen Ke, kini Yuan Yuan sudah tidak mengajar di Politeknik Jining, tempatnya bekerja. Malah, Shen Ke menulis bahwa Yuan Yuan sudah meninggalkan kota Jining.

[Image: images_stories_img_EXTRA_bugil-832004005...78_jpg.png]

Hmm… Kalau dipikir-pikir, ringan sekali ya hukuman bagi penyebar foto mesum di sana

Video Mesum Pelajar SMP Tulungagung

Video Mesum Pelajar SMP Tulungagung

Masyarakat Tulungagung, utamanya para pelajar SMP, dihebohkan oleh peredaran video mesum.

Video adegan ranjang itu sudah beredar luas melalui handphone (HP). Melihat kualitas gambarnya, seperti hasil pengambilan secara manual, yakni menggunakan kamera HP.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Bambang Setyo Sukardjono mengakui bahwa Disdik sudah mengetahui dua anak didiknya yang ada di dalam video tersebut. Pelaku pria berinisial FRS (14), sekaligus pemilik HP, yang dipakai untuk merekam adegan mesum itu. Sementara pemeran perempuan berinisial Il (13).

Pelaku perempuan masih mengenakan seragam pramuka. Sedangkan pelaku pria memakai kaos berwarna merah dan celana jeans. "Diduga, adegan itu mereka lakukan usai jam sekolah pada hari Jumat atau Sabtu, siang," katanya, Senin (31/10/2011).

Kepala Disdik juga sudah memintai keterangan para dewan guru. Perbuatan asusila kedua pelajar tersebut ternyata memang dilakukan di lingkungan sekolah. Hanya saja, lokasi tepatnya belum dapat dipastikan.

Perusahaan Ini Mewajibkan Karyawannya Bugil


[Image: croppednudehouse_270x252.jpg]


[Image: office_workers.jpg]


Hampir seluruh perusahaan menuntut karyawannya bekerja dengan pakaian rapih dan lengkap. Kecuali perusahaan piranti lunak yang satu ini: Nude House. Dilihat dari namanya saja kita sudah bisa menebak-nebak.

Perusahaan di Inggris ini mewajibkan seluruh karyawannya bugil ketika bekerja. Bahkan perusahaan ini terang-terangan beriklan mencari staf perempuan sebagai web coder yang bersedia bekerja tanpa pakaian di tubuh.

Pemilik perusahaan ini, Chris Taylor, 63, memasang iklan tersebut dengan mencantumkan gaji US$37 ribu per tahun bagi mereka yang lolos. Di iklan tersebut ditulis, "Perusahaan ini untuk kaum nudis yang ingin suasana kerja privat dan hangat, dan ini pasti menyenangkan."

Menurut Taylor sudah ada tujuh perempuan yang mendaftar sebagai web coder. Saat ini, dia hanya membutuhkan perempuan sebab di kantornya sudah terlalu banyak karyawan pria. "Sekarang kami memiliki beberapa karyawan pria dan hanya ada satu karyawan perempuan, kami ingin membuatnya berimbang," kata dia seperti dikutip dari laman Sydney Morning Herald, Kamis 7 April 2011.

Taylor yakin perusahaan dia adalah satu-satunya perusahaan di dunia yang menawarkan pekerjaan bagi kaum nudis. Nah, untuk memastikan mereka yang melamar benar-benar naturalis, Taylor akan meneliti secara seksama para calon karyawan. "Kami tidak ingin ada yang melamar karena ingin bercinta dengan sesama karyawan, kaum nudis tidak seperti itu," katanya.

Dalam situs perusahaan Nude House juga ditulis: "Para karyawan yang telah diterima akan bekerja tanpa baju sehelai pun juga sepatu. Mereka yang berminat mendaftar haruslah kaum nudis." Nude House memiliki anak perusahaan bernama Songbird, perusahaan ini juga bergerak di bidang piranti lunak. Bedanya, semua karyawannya berpakaian.

Setelah Menjanda, Wanita ini Baru Tahu Menikahi Ayahnya Sendiri



[Image: 131950_womenweddingsad362.jpg]

Setelah enam tahun hidup menjanda, seorang wanita asal Ohio mendapat kabar yang benar-benar membuatnya shock. Wanita tersebut baru tahu kalau ternyata pria yang selama ini menjadi suaminya ternyata adalah ayahnya sendiri.

Valerie Spruill itulah nama wanita berusia 60 tahun asal Doylestown, Ohio itu. Valerie baru tahu kalau suaminya, Percy, yang meninggal pada 1998 lalu ternyata adalah ayahnya setelah ia menjalani tes DNA.

Meski malu, Valerie kini mengungkap kisah sedihnya itu ke publik dengan harapan bisa menemukan saudara kandungnya yang lain dari sang ayah. Wanita yang sudah memiliki tiga anak dan delapan cucu tersebut juga berharap ceritanya bisa jadi inspirasi untuk banyak orang yang sedang melalui masa-masa sulit.

"Ini harus diceritakan karena anak-anak harus tahu dari mana mereka berasal. Dan aku tahu itu menyakitkan karena aku juga kecewa dengan ini," ujarnya pada Akron Beacon Journal, seperti dikutip Daily Mail.

Valerie mengisahkan, ayah dan ibunya pertama kali berhubungan saat sang ayah berusia 15 tahun. Tidak diketahui berapa anak yang dimiliki keduanya dari hubungan tersebut. Yang diketahuinya adalah dia memiliki enam kakak laki-laki.

Sejak berusia tiga bulan, Valerie diurus oleh neneknya. Pada usia sembilan tahun, untuk pertamakalinya dia mengetahui rahasia keluarga yang selama ini disembunyikan darinya. Rahasa itu adalah pria yang selama ini dia anggap ayah ternyata adalah kakeknya. Dia juga baru tahu bahwa wanita yang selama ini disebut sebagai teman dari keluarga ternyata adalah ibunya. Ketika itu Valerie pun mengetahui kalau ibunya seorang wanita malam yang meninggal pada 1984.

Valerie tidak pernah diberitahu siapa ayah kandungnya. Sampai akhrinya dia bertemu Percy dan menikahinya. Percy yang lahir di Mississippi bekerja di Akron sebagai seorang supir truk. Dia meninggal pada 1998 setelah sebelumnya menderita sakit.

Selama menikah dengan Percy, Valerie sering mendengar gosip-gosip aneh tentang pernikahannya. Dia baru tahu kebenaran semuanya dari pamannya setelah Percy meninggal. Sang paman memberitahu kalau Percy adalah ayahnya. Dia pun menjalani tes DNA dan hasilnya sama dengan perkataan sang paman.

Valerie tak tahu apakah Percy menyadari atau tidak kalau dia menikahi putrinya sendiri. Namun dia sangat yakin Percy sebenarnya tahu, tapi takut untuk mengatakan padanya.

Sejak Percy meninggal, Valerie berkonsultasi dengan terapis untuk membantu mengatasi perasaan shocknya setelah hubungan dirinya dan sang suami yang ternyata ayahnya sendiri terungkap. Kini dia sangat berharap bisa menemukan saudara-saudara kandungnya. "Tujuan terbesarku adalah menemukan mereka," katanya.(*)

KISAH SI MALING NEKAT : TAK TAHAN, KEMALUAN SI JANDA BAHENOL DIJOLOK PAKE GALAH




[Image: 5f3vgj.jpg]

STATUS janda sepertinya membuat Ida (45) sering kepanasan. Buktinya, warga Jalan Galang, Lubukpakam, ini kerap tidur tanpa celana dalam alias kolor. Apes buatnya, maling yang beraksi Sabtu (14/3) lalu di rumahnya, menyempatkan diri menjolok kemaluannya sebelum melarikan diri. Janda bahenol ini mengatakan, rumahnya sudah dua kali kemalingan.

Tamu tak diundang itu mengambil hape keluaran terbaru miliknya dari meja kamar tidurnya. Meski belum mengetahui pelakunya, janda beranak dua ini yakin pemilik tangan panjang itu tinggal tidak jauh dari rumahnya. Dalam aksinya, pelaku menggunakan galah panjang yang ujungnya dipasang penjepit. Itu diketahui Ida pada Sabtu lalu, saat sang maling beraksi terakhir kali. Sayang, hal tersebut diketahui setelah si maling mencabulinya.

Cerita Ida tentang pencabulan itu, dirinya sedang tertidur pulas di kamarnya. Di kamar terpisah, 2 putrinya juga tidur nyenyak. Tanpa sepengetahuannya, si maling berhasil membuka jendela kamarnya. Dengan menggunakan senjatanya (gala panjang berujung penjepit, red), pelaku sukses mengambil hape yang diletakkannya di atas meja.

Bukannya langsung pergi, maling ini justru mengarahkan gala ke arah Ida. Dengan ujung gala, pria yang belum diketahui identitasnya itu menyikap bagian bawah duster Ida. Entah karena heran atau beruntung, tapi begitu tahu korbannya tidak pakai celana dalam, sang maling menyempatkan diri memperhatikan ‘tanaman’ sang janda.

Saking sor-nya, pencuri cabul ini sampai tak sadar ujung galanya menyentuh ‘landasan’. Wadaooo, Ida kesakitan sembari merabah bawah pusatnya. Janda ini sontak menjerit begitu memegang ujung gala. Bersamaan dengan teriakan itu, konsentrasi sang maling buyar dan memutuskan melarikan diri.

Ritual Lulus UAS, Cabuli ABG SMP

Sebagai Danton (komandan pleton) Hansip, rupanya Na, 45, tak tahan melihat hal-hal yang sip. Dengan terapi ritual agar lulus ujian, dia mencabuli seorang siswa SMP di Bekasi. Tapi akibat ulahnya pula, rumah Hansip mesum itu rusak diamuk massa.

Peristiwa ini terjadi Selasa malam (24/6) di Karangbahagia. Na sendiri kabur entah ke mana, tapi perabot rumahnya hancur diacak-acak massa. Kalau saja polisi Polsek Cikarang tak segera tiba, niscaya rumah oknum Hansip ini jadi abu dibakar warga.

HADAPI UAS
Menurut keterangan, pada 12 Juni lalu 12 siswi SMPN yang baru saja mengikuti Ujian Nasional (UN), akan menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS). Entah siapa yang menunjuk Na, semua siswa dikumpulkan di ruang komputer dan diajarkan ritual bagaimana cara supaya lulus UAS. “Mereka diberi minum air oleh Na,” kata Nean, satu orang tua siswi.

Belakangan ada satu siswi yang ditaksir Na. Sebut saja Melati, 14. Otak Na pun langsung ngeres. Hampir setiap hari dia mendatangi rumah Melati, dengan dalih memberikan semacam minuman. "Katanya agar anak saya bisa lulus ujian," tutur janda tiga anak ini.

Selama melakukan ritual ayah dua anak ini tidak sendiri, tetapi selalu ditemani Luk, yang mengaku menjabat sebagai wakil kepala sekolah. Tapi pihak keluarga tidak tahu apakah Luk terlibat. "Soalnya Na selalu berdua dalam ritual tersebut," imbuh Naran, 35, paman Melati.

Sejak mengikuti ritual dengan cara mengaji dan membaca huruf-huruf arab, Melati keponakannya itu jadi lain. Selain memberi minuman khusus, sang Danton ini juga meminta Melati harus dirajah (dijamah) dalam menjalani ritual tersebut. “Dia sempat teriak, saat dijamah dalam kamar,” tutur ibu korban, Ny Damih.

Sejak itu tingkah korban berubah, murung dan tidak mau makan. Kemudian ketika diajak bicara dia malah ngomong ngelantur. Kecurigan keluarga Melati bertambah, setelah Na dan Luk tidak muncul lagi, “Kami ini orang susah, kalau memang sudah terjadi biarlah dimusyawarahkan,” tutur Naran, paman Melati.

Keluarga Ny. Damih pernah mendatangi rumah lelaki asal Haurgeulis (Indramayu) ini untuk minta tanggungjawab. Tapi niat baik keluarga korban tidak digubris, sehingga akhirnya terjadi penyerangan terhadap rumah pelaku. Polsek Cikarang kini sedang mengusut kasus

Inilah Musium Bugil

Inilah Musium Bugil

Setiap pengunjung yang dateng ke musium ini harus bugil gan ...

[Image: 6331549812_8093e880c4_z.jpg]
[Image: nudetour.jpg][Image: 053887182de2b41f8996825b336e17aa.jpeg]

Dapet Vocer Belanja Gratis

Dapet Vocer Belanja Gratis

Pusat perbelanjaan di Lakeside, Essex, Inggris, memberikan voucher senilai 100 Poundsterling atau sekitar Rp 1,6 juta bagi konsumen wanitanya. Syaratnya, mereka berbelanja hanya mengenakan pakaian dalam.

Seperti diwartakan Newslite, Selasa (12/4), voucher diberikan kepada 100 wanita pertama yang muncul hanya dengan bra, celana, dan sepatu hak tinggi. Setelah mendapatkan voucher belanja, mereka mesti menyusuri dan menyerbu toko-toko di pusat perbelanjaan tersebut untuk mendapatkan barang impian mereka.

"Kami senang melihat semua wanita cantik dengan pakaian dalan dan sepatu tinggi mereka menyusuri pusat perbelanjaan ini. Saya yakin mereka semua memilih baju dari store untuk persiapan musim semi nanti," ungkap Kylie Minor, dari Lakeside Shopping Centre.


[Image: bd2af4015b5e349523a5_1.jpg]

[Image: 110411_underwear1.jpg]

[Image: 110411_underwear2.jpg]

[Image: 6f3a8b6e36a12f57b5db_3.jpg]

[Image: 110411_underwear3.jpg]
 

Saat Seleb Kepergok Ngintip Payudara

SELEB juga manusia. Ada kalanya mereka tak tahan untuk melihat payudara yang menyembul atau belahan dada yang tampak mencolok.

Sekelebat, mata mereka melihat pemandangan yang tentu menarik perhatian itu. Nah, momen yang langka tersebut--yang hanya sekelebatan itu--terekam kamera juru warta.

Kamis (22/11) koran Inggris The Sun mengumpulkan momen-momen saat para seleb, mulai dari tokoh dunia seperti Pangeran Charles dan Hillary Clinton sampai Justin Bieber.

Di deretan foto ini, Anda bisa lihat tak hanya pasangan kekasih, suami istri, atau sutradara dengan artisnya, tapi juga mertua pada menantunya (Kirk Douglas mencuri pandang dada Catherine Zeta Jones, istri dari putranya, Michael Douglas)



[Image: im_wedding_oggle_main_1624317a-629346519...34_jpg.png]

Foto Penari Striptis Bel Air cafe Bandung

[Image: penari_belair_cafe.jpg]


Foto Penari Bel Air Cafe Bandung - Cafe Bel Air di Bandung sedang menjadi pemberitaan hangat dari berbagai media massa, karena pada hari Jum`at, (01/01/10) polisi mengamankan cafe ini karena diduga telah menggelar tarian erotis.

Atas penggerebeken Cafe Bel Air, diberitakan empat perempuan penari sexy dancer diamankan, dan rata-rata para penari berumur antara 20-27 tahun.

Penasaran dengan keberadaan Bel Air Cafe, blog Foto Artis mencoba menelusuri berbagai situs-situs online, forum dan juga blog, dengan harapan bisa menemukan bukti lebih jauh tentang tarian erotis yang disebut-sebut sering diadakan di Cafe Bel Air.

Sebuah artikel beserta dengan keberadaan foto-fotonya ditemukan disalah satu forum internet, dan dari artikel tersebut dinyatakan bahwa foto-foto yang ditampilkan tersebut merupakan foto dari para Penari Bel Air Cafe.


[Image: penari_belair_cafe_1.jpg]




[Image: penari_belair_cafe_2.jpg]

Paling banyak dibaca