Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Thursday, June 20, 2013

Cerita Dewasa : Ketagihan memek mertua

http://3.bp.blogspot.com/-VSf6cmxImmc/T9mAV12J0rI/AAAAAAAAADQ/Yps9WTR9fdI/s1600/CEWEK+ZONA.gifKejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi setahun yang lalu. Terus terang, aku sangat menyukai wanita yang berusia 30-40 tahun. Bagiku lebih menarik. Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut. Aku jg lupa kapan tepatnyaaku mulai sering mengagumi tubuh mertuaku. Dengan payudara kira2 ukuran 36 B, pantat yg sekal n paha mulus, membuatku sering membayangkan bercinta dengan mertua.
Malam itu udara sangat panas, bahkan kipas angin jg tidak cukup menyegarkan tubuhku. Akupun gelisah tidak dapat tidur nyenyak. Aku lirik istriku, rupanya bisa jg dia tidur dlm kondisi sperti ini. Akhirnya aku keluar kamar untuk mencari angin. Ternyata papa n mama mertuaku tidur di ruang tamu. Mungkin krn panas juga. Aku berlalu membuat kopi dan membuka pintu dapur biar angin malam bisa masuk.
Ketika hendak kembali ke kamar, tidak sengaja aku melirik daster mama menyingkap ke atas dan aku melihat paha mulus mama sampai cdnya. Di kamar aku tidak dapat tidur, mengingat hal itu. Bahkan pintu kamar aku buka biar aku bisa melihat paha dan cd mama. Akhirnyakrn dorongan nafsu aku beranikan diri mendekati mama. Jantungku berdegup kencang melihat pemandangan indah itu. Ingin rasanya menyentuh dan mengelusnya. Krn nafsuku sudah tak terkendali aku, tidak peduli lg bahwa disamping mama ada papa yg sedang tidur. Dengan gemetar aku pegang paha mama. Diam tak ada reaksi. Aku mulai berani mengelus paha mama. Betapa mulusnya. Tanganku semakin naik dan aku mulai menyentuh cd mama. Aku usap2 dengan jariku. Semakin nekat, lewat sela2 cd mama aku selipkan jariku berusaha mencari klitoris n lubang memeknya. Tak disangka tiba2 mama terbangun danmenatapku. Dengan reflex aku tarik tanganku. Dan diam memaku. Rasanya jantungku mau copot. Aku pun beranjak kembali ke kamar dengan gemetar dan membayangkan apa yg akan terjadi esok.
Pagi harinya aku tidak berani menatap wajah mama. Mama jg diam tidak menegurku sama sekali. “Mama gak kerja??” Tanya istriku. “Nanti agak siang td udah ijin..”serunya. “Nanti kalo habis antaristrimu, mama antarkan ke kantor ya, papamu ada tugas ini tadi.” Kata mama padaku. “Iya ma…” seruku lirih. Betapa ketakutan aku saat itu.
Setelah pulang dari mengantar istri, aku masuk rumah dengan perasaan was-was. Apalagi ketika itu aku liat mama belum berganti seragam kerjadan masih menggunakan daster semalam. “Leo, mama mau bicara” kata mama. Akupun menunduk dan duduk di ruang tamu. Suasana hening sesaat. “Tadi malam kamu ngapain waktu mama tidur…??? Tanyanya. Mati deh gue..bakalan barabe nih, batinku. “Maaf ma, leo khilaf liat mama, Maaf leo udah berbuat tidak senonoh sama mama. Maaf ma, jangan diadukan ke dian ma…” seruku sambil masih menunduk. “Liat mama leo, jangan nunduk kalo bicara. Mama nggak nyangka kamu seperti itu. Kenapa kamu tega sama dian” tanyanya sambil menatapku tajam. “Maaf ma, leo nafsu sama mama. Leo sering mencuri pandang ke paha mama. Leo jadi nafsu ma…maafin leo” jawabku sambil memelas. Tiba-tiba mama berdiri mendekatiku. Dan tiba-tiba pula kaki mama dinaikan dikursi sambil menarik dasternya keatas sehingga terpampang paha mulus mama dan jg cdnya. “Ini yg kamu mau…? Tanyanya. Aku semakin menunduk tdk berani menatapnya. “Jawab leo..”serunya tegas. “Iya ma,” seruku lirih. “Ini pegang, katanya mau..”seru mama. Aku hanya menunduk. Ingin menangis rasanya.
Tiba2 mama memegang tanganku dan menaruh di pahanya. “Ayo pegang, lakukan seperti tadi malam..”katanya. “Tapi ma..??? seruku. “Udah lakuin yg mama perintah…!!!” serunya lagi. Akupun memberanikan diri mengelus-elus paha mama. Dengan tangan yg gemetar aku elus terus paha mama. “Cuma gitu aja tadi malam???” tanyanya. Akupun diam dan mulai meraba paha mama lebih kedalam lagi. Dengan sedikit ragu2 aku sentuh cd mama. Mama hanya diam menatapku. Aku raba lagi selangkangan mama sambil aku selipkan jariku masuk. Ternyata memek mama udah sedikit basah dan gak ada jembutnya sama sekali. Perlahan kontolku mulai mengeras. Aku raba2 bibir memek mama dan nampaknya mama mulai terangsang. “Ma…” seruku. Aku beranjak berdiri dan mulai mendekatkan bibirku ke bibir mama.Aku kecup dan mama memejamkan matanya. Aku kulum bibir mama danmama mulai bereaksi membalas…Errhhggg…serunya. Mama melepaskan ciumanku dan tangannya memegang tanganku sambil mengarahkannya ke klitorisnya. “aaahhh terus leo, sebenernya mama kemarin sangat menikmati, cm mama kaget aja ternyata itu km.
“maa….”seruku. tangan mama mulai meraba kontolku dari luar celana pendek yg aku pakai..”Udah tegang banget leo…” tanyanya. “iya ma,,,remes terus….” Kataku. Kamipunberpagutan dan aku mulai meremas2 payudara mama. Ternyata mama udah nggak pakai bh. “uuuhhh…ahhh…terus leo….ahhh”mama mulai terangsang. “Kita ke kamar ya ma…” seruku. “Terserah km leo…..puasin mama….mama lama nggak disentuh papamu…”serunya.
Kami pun menuju ke kamar. Sesampainya di kamar aku langsung memeluk mama dari belakang, Aku ciumi lehernya dan sesekali aku jilatin, sambil tanganku memainkan puting mama dari luar dasternya. Tampak mama terangsang berat, karena putingnya mengacung keras. “Ohhh….leo,….ehmmm…enak banget….lepasin daster mama….” Seru mama sambil memejamkan mata. Segera saja aku lepas daster mama, dan aku melihat tubuh polos yg aku idamkan. Mama berbalik dan kamipun berpagutan lagi, dan tak henti2nya mama memainkan kontolku. “Buka dong leo,” pinta mama. Aku segerar melucuti pakaianku hingga telanjang. Mama nampak kaget melihat kontolku. “gede ya..katanya sambil mengocok kontolku.
Aku pun segera mengulum puting susu mama sambil tanganku meremas yg satunya. “Ahhhh enak leo….hisap terus sayang….aaahhhhh” racau mama. Sambil tetap mengulum puting mama, aku bimbing mama tidur di kasur. Perlahan aku elus2 cd mama dan mulai melepaskannya. Tanganku mulai pindah meraba memeknya…Bener2 indah tanpa bulu jembut sedikitpun. Aku mainkan bibir memek mama…mamapun bergoyang2 mengikuti rabaanku di memeknya..”ohhhh leo….auuuh,,,enak bgt….”desah mama. Aku mainkan klitoris mama. Aku pilin2 dan sesekali aku masukkan jariku ke memek mama. Benar2 sudah basah…Tangan mama terus2an mengocok kontolku….sambil tetap mendesah2.
Akupun menurunkan ciumanku ke susu mama. Aku jilat, aku kulum n aku gigit2 kecil putingnya. mama hanya menggeliat mendapat perlakuan itu. Kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dansampai di daerah yang paling kusukai, yaitu memek. Aroma khas tercium, juga basah sekali memek mama. Keliatan mama terangsang sekali..
“Ohhh apa yang akan kau lakukan… akh…” tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., “Nyam-nyam..”nikmat sekali memek mama.. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.
Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, “Creeep…” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu.
“Aaahh… kamu nakaal,” jeritnya cukup keras. Terus terang memek mama nikmat banget. Bibir memek yang merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku.”Ooohh lidahmu.. oooh nikmatnya leo…” lirih mama. Akupun mulai menjilati klitoris mama. Begitu menonjol. Mama mendesah makin keras ketika aku kulum klitorisnya..”Aahh.. sayang… mama suka yang ituyaahh.. sedooot lagi dong sayang oooggghh,” ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sepertinya mama lupa bahwa aku ini adalah menantunya.
Ma, gantian dong…pintaku. “Tapi mama nggak bisa. Mama nggak pernah leo..” serunya. “udah coba aja. Enak kok ma.”kataku. Dengan sedikit ragu2 mama mulai memegang kontolku dan mendekatkan ke mulutnya. Mama mulai menjilati kontolku..geli bangetrasanya. “Dimasukin dong ma…” kataku. Mama menurut dan mulai mengulum kontolku. Rasa hangat seketikan menjalar di kontolku…Ahhh enak ma…..terus ma….” Kataku. Mama semakin bersemangat mengulum kontolku….”Enak leo…hmmmm” serunya. Mama mulai pintar. Selain mengulum, sesekali mama menjilati kontolku seperti es krim.
“Crop…” ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya danlagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir memeknya
“Aoouuuhh… mama nggak tahan lagisayang ampuuun… leooo… hh masukin sekarang juga, ayooo..” pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan kontolku ke selangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi memek yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir memeknya danmengusap2 sambil mendorongnya perlahan, “Nggg… aa.. aa.. aa.. iii.. ooohh masuuuk… aduuuh besar sekali sayang, ooohh…”mama merintih, wajahnya memucat sepertiorang yang terluka iris.
Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali mama juga berusaha mengimbangi gerakan memutar pinggulnya. Bener2 sensasi luar biasa hingga membuatku semakin bernafsu,.
Tak lupa aku lumat bibir mama yg terus mendesah dan mendesis nikmat..Sementara mamamengarahkan kepalaku kearah payudaranya. Memintaku menghisap puting susunya.. Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat sangat hebat, untung saja dirumah tidak ada orangjadi tidak ada yg mendengar desahan mama.. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, kontolku semakin terasa membenturdasar liang senggama.
“Ooohh.. aa… aahh… aahh… mmhh geliii ooohh enaknya, leo.. oooh…terus…..,” desah mama.
“Yaahh enaak juga ma.. ooohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. memek mama enak….hangat sekali ma…ohhh….leo suka memek mama” kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas payudaranya kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Sambil aku pegang pinggul mama untuk lebih mempercepat kocokan kontolku di memeknya. Sesekali aku tancapkan dalam dan tidak menggoyang, aku rasakan memek mama berdenyut2 menyedotkontolku….ooooohhh enak banget.
Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh mama terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya, “Leoo… aahh mama…nngaak… nggak kuaat aahh..aahh.. ooohh…”
“Taahaan maa… tunggu bentar lagi dong.. oooh enaknya maa.. tahan dulu … jangan keluarin dulu..” Tapi sia-sia saja, tubuh mama menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya. Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. “Ooo… nggg… aahh… sayang sayang.. sayang.. ooohenaak.. mama kelauaar.. ooohh.. ooohh…” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan memek mama mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.
Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar denganjelas suara gesekan antara kontolku dengan memeknya yang telah dibasahi oleh cairan dari memek mama. “Aaakhh.. enakk!” desah mama sedikit teriak.
“Maa.. saya mau keluar nich.. eeesshh..udah gak betah ma….” desahku pada mama.
“Keluarkanlah sayang.. ooousshh…..aaaaaa” jawabnya sambil mendesah.
“maa…. teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar dan menyembur di dalam memek mama..crot….crot….crot….crot…crot…lebih kurang lima kali kontolku menyemburkan laharnya…aaauuuhh….oooooouuuuhh…..enak leo…”seru mama.
Aku pun langsung tidur di sebelah mama sambil memainkan klitorisnya. Aashhhh…..uuuuhhhh” desah mama. “Ma…makasih ya….keturutan jg akhirnya ma….enak bgt memek mama….jadi pengen lagi nih ma…..” kataku sambil terus memainkan klitorisnya dan mengulum puting susunya. “hush…kerja leo…mama jg waktunya berangkat..” katanya. “Trus kapan ma lagi??” tanyaku. “Gampang itu, pokoknya main aman aja ya leo…..jangan mencurigakan…”kata mama. “Ok deh ma” seruku lalu aku kulum bibir mama sambil aku remas payudaranya. Kami pun akhirnya mandi berdua dan sempat mengulangi sekali lagi di kamar mandi walaupun nggak sampai keluar. Sampai sekarang kami masihsering mengulangi hal itu. Bahkan kadang kalo di rumah banyak tamu aku lari ke dapur hanya untuk menyedot puting susu mama. Kadang curi2 kesempatan ketika mama di kamar mandi aku ketuk pintunya hanya untuk memasukkan kontolku ke memek mama walau cuma beberapa kali tusukan. Memang memek mama bikin ketagihan…..
mbeling
11-17-2011, 07:35 AM
[QUOTE=leonard-84;2277867]Kejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi setahun yang lalu. Terus terang, aku sangat menyukai wanitayang berusia 30-40 tahun. Bagiku lebih menarik. Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanitatersebut. Aku jg lupa kapan tepatnyaaku mulai sering mengagumi tubuh mertuaku. Dengan payudara kira2 ukuran 36 B, pantat yg sekal n paha mulus, membuatku sering membayangkan bercinta dengan mertua.
Malam itu udara sangat panas, bahkan kipas angin jg tidak cukup menyegarkan tubuhku. Akupun gelisah tidak dapat tidur nyenyak. Aku lirik istriku, rupanya bisa jg dia tidur dlm kondisi sperti ini. Akhirnya aku keluar kamar untuk mencari angin. Ternyata papa n mama mertuaku tidur di ruang tamu. Mungkin krn panas juga. Aku berlalu membuat kopi dan membuka pintu dapur biar angin malam bisa masuk.
Ketika hendak kembali ke kamar, tidak sengaja aku melirik daster mama menyingkap ke atas dan aku melihat paha mulus mama sampai cdnya. Di kamar aku tidak dapat tidur, mengingat hal itu. Bahkan pintu kamar aku buka biar aku bisa melihat paha dan cd mama. Akhirnyakrn dorongan nafsu aku beranikan diri mendekati mama. Jantungku berdegup kencang melihat pemandangan indah itu. Ingin rasanya menyentuh dan mengelusnya. Krn nafsuku sudah tak terkendali aku, tidak peduli lg bahwa disamping mama ada papa yg sedang tidur. Dengan gemetar aku pegang paha mama. Diam tak ada reaksi. Aku mulai berani mengelus paha mama. Betapa mulusnya. Tanganku semakin naik dan aku mulai menyentuh cd mama. Aku usap2 dengan jariku. Semakin nekat, lewat sela2 cd mama aku selipkan jariku berusaha mencari klitoris n lubang memeknya. Tak disangka tiba2 mama terbangun danmenatapku. Dengan reflex aku tarik tanganku. Dan diam memaku. Rasanya jantungku mau copot. Aku pun beranjak kembali ke kamar dengan gemetar dan membayangkan apa yg akan terjadi esok.
Pagi harinya aku tidak berani menatap wajah mama. Mama jg diam tidak menegurku sama sekali. “Mama gak kerja??” Tanya istriku. “Nanti agak siang td udah ijin..”serunya. “Nanti kalo habis antaristrimu, mama antarkan ke kantor ya, papamu ada tugas ini tadi.” Kata mama padaku. “Iya ma…” seruku lirih. Betapa ketakutan aku saat itu.
Setelah pulang dari mengantar istri, aku masuk rumah dengan perasaan was-was. Apalagi ketika itu aku liat mama belum berganti seragam kerjadan masih menggunakan daster semalam. “Leo, mama mau bicara” kata mama. Akupun menunduk dan duduk di ruang tamu. Suasana hening sesaat. “Tadi malam kamu ngapain waktu mama tidur…??? Tanyanya. Mati deh gue..bakalan barabe nih, batinku. “Maaf ma, leo khilaf liat mama, Maaf leo udah berbuat tidak senonoh sama mama. Maaf ma, jangan diadukan ke dian ma…” seruku sambil masih menunduk. “Liat mama leo, jangan nunduk kalo bicara. Mama nggak nyangka kamu seperti itu. Kenapa kamu tega sama dian” tanyanya sambil menatapku tajam. “Maaf ma, leo nafsu sama mama. Leo sering mencuri pandang ke paha mama. Leo jadi nafsu ma…maafin leo” jawabku sambil memelas. Tiba-tiba mama berdiri mendekatiku. Dan tiba-tiba pula kaki mama dinaikan dikursi sambil menarik dasternya keatas sehingga terpampang paha mulus mama dan jg cdnya. “Ini yg kamu mau…? Tanyanya. Aku semakin menunduk tdk berani menatapnya. “Jawab leo..”serunya tegas. “Iya ma,” seruku lirih. “Ini pegang, katanya mau..”seru mama. Aku hanya menunduk. Ingin menangis rasanya.
Tiba2 mama memegang tanganku dan menaruh di pahanya. “Ayo pegang, lakukan seperti tadi malam..”katanya. “Tapi ma..??? seruku. “Udah lakuin yg mama perintah…!!!” serunya lagi. Akupun memberanikan diri mengelus-elus paha mama. Dengan tangan yg gemetar aku elus terus paha mama. “Cuma gitu aja tadi malam???” tanyanya. Akupun diam dan mulai meraba paha mama lebih kedalam lagi. Dengan sedikit ragu2 aku sentuh cd mama. Mama hanya diam menatapku. Aku raba lagi selangkangan mama sambil aku selipkan jariku masuk. Ternyata memek mama udah sedikit basah dan gak ada jembutnya sama sekali. Perlahan kontolku mulai mengeras. Aku raba2 bibir memek mama dan nampaknya mama mulai terangsang. “Ma…” seruku. Aku beranjak berdiri dan mulai mendekatkan bibirku ke bibir mama.Aku kecup dan mama memejamkan matanya. Aku kulum bibir mama danmama mulai bereaksi membalas…Errhhggg…serunya. Mama melepaskan ciumanku dan tangannya memegang tanganku sambil mengarahkannya ke klitorisnya. “aaahhh terus leo, sebenernya mama kemarin sangat menikmati, cm mama kaget aja ternyata itu km.
“maa….”seruku. tangan mama mulai meraba kontolku dari luar celana pendek yg aku pakai..”Udah tegang banget leo…” tanyanya. “iya ma,,,remes terus….” Kataku. Kamipunberpagutan dan aku mulai meremas2 payudara mama. Ternyata mama udah nggak pakai bh. “uuuhhh…ahhh…terus leo….ahhh”mama mulai terangsang. “Kita ke kamar ya ma…” seruku. “Terserah km leo…..puasin mama….mama lama nggak disentuh papamu…”serunya.
Kami pun menuju ke kamar. Sesampainya di kamar aku langsung memeluk mama dari belakang, Aku ciumi lehernya dan sesekali aku jilatin, sambil tanganku memainkan puting mama dari luar dasternya. Tampak mama terangsang berat, karena putingnya mengacung keras. “Ohhh….leo,….ehmmm…enak banget….lepasin daster mama….” Seru mama sambil memejamkan mata. Segera saja aku lepas daster mama, dan aku melihat tubuh polos yg aku idamkan. Mama berbalik dan kamipun berpagutan lagi, dan tak henti2nya mama memainkan kontolku. “Buka dong leo,” pinta mama. Aku segerar melucuti pakaianku hingga telanjang. Mama nampak kaget melihat kontolku. “gede ya..katanya sambil mengocok kontolku.
Aku pun segera mengulum puting susu mama sambil tanganku meremas yg satunya. “Ahhhh enak leo….hisap terus sayang….aaahhhhh” racau mama. Sambil tetap mengulum puting mama, aku bimbing mama tidur di kasur. Perlahan aku elus2 cd mama dan mulai melepaskannya. Tanganku mulai pindah meraba memeknya…Bener2 indah tanpa bulu jembut sedikitpun. Aku mainkan bibir memek mama…mamapun bergoyang2 mengikuti rabaanku di memeknya..”ohhhh leo….auuuh,,,enak bgt….”desah mama. Aku mainkan klitoris mama. Aku pilin2 dan sesekali aku masukkan jariku ke memek mama. Benar2 sudah basah…Tangan mama terus2an mengocok kontolku….sambil tetap mendesah2.
Akupun menurunkan ciumanku ke susu mama. Aku jilat, aku kulum n aku gigit2 kecil putingnya. mama hanya menggeliat mendapat perlakuan itu. Kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dansampai di daerah yang paling kusukai, yaitu memek. Aroma khas tercium, juga basah sekali memek mama. Keliatan mama terangsang sekali..
“Ohhh apa yang akan kau lakukan… akh…” tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., “Nyam-nyam..”nikmat sekali memek mama.. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.
Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, “Creeep…” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu.
“Aaahh… kamu nakaal,” jeritnya cukup keras. Terus terang memek mama nikmat banget. Bibir memek yang merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku.”Ooohh lidahmu.. oooh nikmatnya leo…” lirih mama. Akupun mulai menjilati klitoris mama. Begitu menonjol. Mama mendesah makin keras ketika aku kulum klitorisnya..”Aahh.. sayang… mama suka yang ituyaahh.. sedooot lagi dong sayang oooggghh,” ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sepertinya mama lupa bahwa aku ini adalah menantunya.
Ma, gantian dong…pintaku. “Tapi mama nggak bisa. Mama nggak pernah leo..” serunya. “udah coba aja. Enak kok ma.”kataku. Dengan sedikit ragu2 mama mulai memegang kontolku dan mendekatkan ke mulutnya. Mama mulai menjilati kontolku..geli bangetrasanya. “Dimasukin dong ma…” kataku. Mama menurut dan mulai mengulum kontolku. Rasa hangat seketikan menjalar di kontolku…Ahhh enak ma…..terus ma….” Kataku. Mama semakin bersemangat mengulum kontolku….”Enak leo…hmmmm” serunya. Mama mulai pintar. Selain mengulum, sesekali mama menjilati kontolku seperti es krim.
“Crop…” ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya danlagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir memeknya
“Aoouuuhh… mama nggak tahan lagisayang ampuuun… leooo… hh masukin sekarang juga, ayooo..” pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan kontolku ke selangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi memek yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir memeknya danmengusap2 sambil mendorongnya perlahan, “Nggg… aa.. aa.. aa.. iii.. ooohh masuuuk… aduuuh besar sekali sayang, ooohh…”mama merintih, wajahnya memucat sepertiorang yang terluka iris.
Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali mama juga berusaha mengimbangi gerakan memutar pinggulnya. Bener2 sensasi luar biasa hingga membuatku semakin bernafsu,.
Tak lupa aku lumat bibir mama yg terus mendesah dan mendesis nikmat..Sementara mamamengarahkan kepalaku kearah payudaranya. Memintaku menghisap puting susunya.. Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat sangat hebat, untung saja dirumah tidak ada orangjadi tidak ada yg mendengar desahan mama.. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, kontolku semakin terasa membenturdasar liang senggama.
“Ooohh.. aa… aahh… aahh… mmhh geliii ooohh enaknya, leo.. oooh…terus…..,” desah mama.
“Yaahh enaak juga ma.. ooohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. memek mama enak….hangat sekali ma…ohhh….leo suka memek mama” kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas payudaranya kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Sambil aku pegang pinggul mama untuk lebih mempercepat kocokan kontolku di memeknya. Sesekali aku tancapkan dalam dan tidak menggoyang, aku rasakan memek mama berdenyut2 menyedotkontolku….ooooohhh enak banget.
Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh mama terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya, “Leoo… aahh mama…nngaak… nggak kuaat aahh..aahh.. ooohh…”
“Taahaan maa… tunggu bentar lagi dong.. oooh enaknya maa.. tahan dulu … jangan keluarin dulu..” Tapi sia-sia saja, tubuh mama menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya. Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. “Ooo… nggg… aahh… sayang sayang.. sayang.. ooohenaak.. mama kelauaar.. ooohh.. ooohh…” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan memek mama mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.
Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar denganjelas suara gesekan antara kontolku dengan memeknya yang telah dibasahi oleh cairan dari memek mama. “Aaakhh.. enakk!” desah mama sedikit teriak.
“Maa.. saya mau keluar nich.. eeesshh..udah gak betah ma….” desahku pada mama.
“Keluarkanlah sayang.. ooousshh…..aaaaaa” jawabnya sambil mendesah.
“maa…. teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar dan menyembur di dalam memek mama..crot….crot….crot….crot…crot…lebih kurang lima kali kontolku menyemburkan laharnya…aaauuuhh….oooooouuuuhh…..enak leo…”seru mama.
Aku pun langsung tidur di sebelah mama sambil memainkan klitorisnya. Aashhhh…..uuuuhhhh” desah mama. “Ma…makasih ya….keturutan jg akhirnya ma….enak bgt memek mama….jadi pengen lagi nih ma…..” kataku sambil terus memainkan klitorisnya dan mengulum puting susunya. “hush…kerja leo…mama jg waktunya berangkat..” katanya. “Trus kapan ma lagi??” tanyaku. “Gampang itu, pokoknya main aman aja ya leo…..jangan mencurigakan…”kata mama. “Ok deh ma” seruku lalu aku kulum bibir mama sambil aku remas payudaranya. Kami pun akhirnya mandi berdua dan sempat mengulangi sekali lagi di kamar mandi walaupun nggak sampai keluar. Sampai sekarang kami masihsering mengulangi hal itu. Bahkan kadang kalo di rumah banyak tamu aku lari ke dapur hanya untuk menyedot puting susu mama.

Paling banyak dibaca