Relawan itu tampaknya sederhana, padahal isinya jauh lebih dalam.
Relawan tanggap darurat bencana yang langsung on site lokasi butuh
pengetahuan dan kemampuan dasar penanganan pada kondisi tersebut.
Relawan harus dimulai dari sikap rela, dilengkapi pengetahuan dan
kemampuan, tahu kondisi lapangan, mengerti hendak berbuat apa, dan
dilandasi niat tulus membantu, bukan niat tulis mengutil. Ini ada satu
kisah relawan yang didasari niat tulus yang akhirnya mendapatkan balasan
yang setimpal atas perjuangannya....
Penemu Sepihan Sukhoi: Dari Bermimpi Didatangi sejumlah Orang Sampai Terima 100 Juta
Ridwan Hakim (20), Namanya mencuat setelah ia bersama kedua rekannya
menjadi kelompok pertama yang menemukan serpihan pesawat Sukhoi Superjet
100 yang jatuh di lereng Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Ridwan adalah
salah seorang anggota MAPALA UI, kepergiannya ke Gunung Salak bersama
teman-temannya untuk membantu mencari korban Sukhoi didasari keinginan
pribadi.
Ridwan yang kebetulan saat itu ada waktu, ingin keluar naik gunung
karena lagi jenuh di sekretariat (Mapala UI. Ridwan kemudian mengajak
kedua rekannya Qamarin (21) dan Kurniadi (21) menuju Gunung Salak, pada
Rabu malam (9/5/2012). Berbekal uang Rp250.00, mereka lalu berangkat
menuju Gunung Salak dengan menaiki dua motor. Ridwan tiba di Kampung
Loji, Cijeruk pada pukul 04.00 WIB.
Anak dari pasangan (Alm) Lo In dan Amsani itu lalu mendaki Gunung Salak
bersama puluhan relawan pada pagi hari melalui jalur kampung Loji.
Anggota Marinir yang ia temui saat akan mendaki, berangkat menuju Gunung
Salak dari jalur lainnya, yakni Benteng. Entah mengapa, kata Ridwan,
saat mendaki Gunung Salak, Kelompok MAPALA UI terdepan. Puluhan relawan
lainnya tertinggal dibelakang. Hari mulai gelap saat Ridwan dan kedua
temannya sampai di Puncakan 2086, Gunung Salak.
Ridwan mengaku malam itu, bermimpi didatangi sejumlah pria dan wanita
berpakaian rapi. Mereka hanya tersenyum kepada Ridwan. Entah apakah itu
pertanda atau tidak, esok harinya, Jumat (11/5/2012) sekitar pukul 07.00
WIB, Ridwan dan temannya melihat serpihan pesawat Sukhoi Superjet 100
saat keluar dari tenda. Serpihan tersebut berada dilereng seberang
tempat kelompok MAPALA UI bermalam.
Mereka yang hanya kita bertiga saat itu langsung melakukan intersection
yaitu menentukan lokasi target yang terlihat lalu dicocokkan ke peta.
Pertama kali yang terlihat serpihan pesawat, belum lihat korban. Ketika
mendekat,terlihat seperti ada baju dibawah ternyata disitulah korban
berada. Ridwan mengaku perasaannya campur aduk saat melihat potongan
tubuh korban. Perasaan takut dan kasihan bercampur menjadi satu. Jasad
pertama yang ditemukannya adalah perempuan.
Friday, May 25, 2012
Penemu Sepihan Sukhoi: Dari Bermimpi Didatangi sejumlah Orang Sampai Terima 100 Juta
Labels:
Sejarah Dunia
Paling banyak dibaca
-
Playing Card atau di Indonesia sering disebut kartu Remi ( padahal nama salah satu permainan ) mungkin datang dari Timur, Mesir atau Arab – ...
-
BUAT PENDUKUNG JOKOWI : Jika anda sampai saat ini masih memilih capres Jokowi, itu adalah hak anda, tetapi hak anda juga untuk bisa merubah ...
-
sumber http://menujuhijau.blogspot.com/2010/12/konsep-tempat-duduk-kereta-api-masa.html
-
Ini sih sebuah pikiran dari para rakyat yang berotak kecil silahkan simak gan, benar atau tidaknya ... 1,"Yang jelas kami tidak mend...
-
Ternyata partai yg paling banyak korupsi adlah PDIP 113 org . Bukan Demokrat . Karna Demokrat partai penguasa dan sering di liput media jd s...
-
KAPANLAGI.COM - Ayu Azhari kembali teringat masa lalu setelah melihat orang-orang yang berada di sekeliling Prabowo . Apalagi setelah meng...
-
Perhatikan perilaku pasangan di depan komputer. Apakah dia menghabiskan waktunya lebih lama untuk online akhir-akhir ini? Apakah dia mulai m...
-
Mungkin anda berminat membeli motor Suzuki tapi bingung memilih motor yang mana, tenag saja karena kami akan memberikan informasi mengenai...
-
Seorang terpaksa kehilangan pekerjaanya setelah ia dikabarkan mencium dengan hot seorang pramugari muda saat sedang menjalankan tugas. Dem...
-
Salam hangat untuk sahabat TERIMA KASIH IBU di Facebook dan di Twitter serta dimana pun berada. Cerita ini ditulis berdasarkan inspirasi dar...
