Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Friday, May 25, 2012

Penemu Sepihan Sukhoi: Dari Bermimpi Didatangi sejumlah Orang Sampai Terima 100 Juta

Relawan itu tampaknya sederhana, padahal isinya jauh lebih dalam. Relawan tanggap darurat bencana yang langsung on site lokasi butuh pengetahuan dan kemampuan dasar penanganan pada kondisi tersebut. Relawan harus dimulai dari sikap rela, dilengkapi pengetahuan dan kemampuan, tahu kondisi lapangan, mengerti hendak berbuat apa, dan dilandasi niat tulus membantu, bukan niat tulis mengutil. Ini ada satu kisah relawan yang didasari niat tulus yang akhirnya mendapatkan balasan yang setimpal atas perjuangannya....

Penemu Sepihan Sukhoi: Dari Bermimpi Didatangi sejumlah Orang Sampai Terima 100 Juta


Ridwan Hakim (20), Namanya mencuat setelah ia bersama kedua rekannya menjadi kelompok pertama yang menemukan serpihan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di lereng Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Ridwan adalah salah seorang anggota MAPALA UI, kepergiannya ke Gunung Salak bersama teman-temannya untuk membantu mencari korban Sukhoi didasari keinginan pribadi.

Ridwan yang kebetulan saat itu ada waktu, ingin keluar naik gunung karena lagi jenuh di sekretariat (Mapala UI. Ridwan kemudian mengajak kedua rekannya Qamarin (21) dan Kurniadi (21) menuju Gunung Salak, pada Rabu malam (9/5/2012). Berbekal uang Rp250.00, mereka lalu berangkat menuju Gunung Salak dengan menaiki dua motor. Ridwan tiba di Kampung Loji, Cijeruk pada pukul 04.00 WIB.

Anak dari pasangan (Alm) Lo In dan Amsani itu lalu mendaki Gunung Salak bersama puluhan relawan pada pagi hari melalui jalur kampung Loji. Anggota Marinir yang ia temui saat akan mendaki, berangkat menuju Gunung Salak dari jalur lainnya, yakni Benteng. Entah mengapa, kata Ridwan, saat mendaki Gunung Salak, Kelompok MAPALA UI terdepan. Puluhan relawan lainnya tertinggal dibelakang. Hari mulai gelap saat Ridwan dan kedua temannya sampai di Puncakan 2086, Gunung Salak.

Ridwan mengaku malam itu, bermimpi didatangi sejumlah pria dan wanita berpakaian rapi. Mereka hanya tersenyum kepada Ridwan. Entah apakah itu pertanda atau tidak, esok harinya, Jumat (11/5/2012) sekitar pukul 07.00 WIB, Ridwan dan temannya melihat serpihan pesawat Sukhoi Superjet 100 saat keluar dari tenda. Serpihan tersebut berada dilereng seberang tempat kelompok MAPALA UI bermalam.

Mereka yang hanya kita bertiga saat itu langsung melakukan intersection yaitu menentukan lokasi target yang terlihat lalu dicocokkan ke peta. Pertama kali yang terlihat serpihan pesawat, belum lihat korban. Ketika mendekat,terlihat seperti ada baju dibawah ternyata disitulah korban berada. Ridwan mengaku perasaannya campur aduk saat melihat potongan tubuh korban. Perasaan takut dan kasihan bercampur menjadi satu. Jasad pertama yang ditemukannya adalah perempuan.

Paling banyak dibaca