MERDEKA.COM. Udara sejuk wilayah Puncak Bogor, Jawa Barat tidak
hanya mengundang warga DKI Jakarta berbondong-bondong datang tiap akhir
pekan. Keindahan alam dan cuacanya yang sejuk juga terdengar hingga
Timur Tengah.
Warga puncak biasa menyebut para warga Timur Tengah
itu sebagai 'orang Arab'. Sebutan itu dipakai lantaran mereka memiliki
wajah khas, yaitu hidung besar mancung, berjenggot dan tentu memakai
bahasa Arab.
Wilayah Cisarua, Puncak Bogor, tepatnya di sekitar
Ciburial dan Warung Kaleng paling ramai disambangi orang Arab. Mulai
kantor travel, minimarket, warung kelontong hingga tempat cukur rambut
pasti memakai bahasa Arab.
Para pengusaha itu mengincar orang
Arab agar mendatangi usahanya dan menerima fulus. Sebab, hanya
segelintir warga Timur Tengah itu yang bisa memakai bahasa Indonesia
maupun bahasa Inggris.
Peneliti dan pengamat Tata Ruang Institut
Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rustia mengatakan, masyarakat Puncak Bogor
mengalami krisis identitas dengan masuknya wisatawan asing, terutama
Timur Tengah.
"Masyarakat di kawasan Puncak menyadari situasi
yang mereka hadapi, krisis identitas, bekerja sebagai penjaga vila yang
identik dengan prostitusi dan persoalan sosial, belum lagi budaya Arab
yang mulai masuk," jelas Erna.
Menjelang sore, aktivitas orang
Arab makin menggila. Menyewa villa atau hotel, mereka keluar dengan
mobil sewaan. Kebanyakan mereka memakai supir orang Indonesia yang siap
mengantar ke mana saja.
Kehebohan orang Arab di dalam mobil tak
segan dipertontonkan. Berteriak-teriak sambil melambai-lambaikan tangan
ke luar sudah jadi pemandangan biasa. Lama-lama warga menganggapnya
sebagai hal biasa.
Seorang warga bernama Zaenudin menceritakan,
banyaknya warga Arab di wilayah Cibuarial dan Warung Kaleng tentu
mendatangkan rezeki tersendiri. Kedatangan mereka pun sudah sejak lama
dimulainya.
Efeknya, kata Zaenudin, banyak warga yang bisa
berbahasa Arab. "Dari tukang ojek, supir mobil sampai anak-anak di sini
bisa bahasa Arab," katanya Kamis lalu.
Sementara itu, seorang
tukang ojek Yaya membenarkan hal tersebut. Namun, nyatanya tak semua
orang Arab loyal menggelontorkan uang.
"Kalau yang baik dan nggak pelit pasti kita deketin," ujar Yaya.
Kehidupan
orang Arab pada malam hari makin bergairah. Pasalnya, prostitusi Puncak
yang menjual kemolekan wanita Parahyangan juga tak mau ketinggalan
dalam meraup rezeki.
Hari ini merdeka.com akan coba membahas tingkah pola orang Arab di Puncak Bogor, Jawa Barat. Selamat membaca.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling banyak dibaca
-
Video Mesum Wanita Dewasa Vs Anak Kecil Full 111
-
Harga Minyak goreng FORTUNE 2 Liter Terbaru - Sahabat www.pasarhots.blogspot.com selamat malam untuk kalian semua yang ada di, Simo, Boyo...
-
Sudah banyak Blog misteri atau Situs misteri yang membahas tentang Mothman. Di dalam Kumpulan Misteri dunia yang tidak terpe...
-
Nuansa kebatinan keluarga Bung Karno makin diselimuti gelapnya kabut "polusi politik". Lantaran ulah Megawati yang lebih memilih...
-
Pengusaha sukses dibidang real estate asal Amerika ini adalah juri sekaligus executive producer dalam sebuah acara televisi yang pernah di...
-
Foto Terbaru Momo 'Geisha', Pacar Baru Ariel? Vokalis band Geisha Momo kini tengah menjadi pusat perhatian publik. Beredar kabar ...
-
Salam Jp buat yang belum bergabung tunggu apa lagi Togelhok88 Bandar judi online togel terpercaya, Tempat betting aman togelhok88 "LI...
-
Ciri dan tanda tanda manusia yang kecanduan seks - Seks adalah bagian dasar dari sifat manusia, dan itu sangat normal dan sehat juga te...
-
Pernah berpikir TV anda adalah yang tertipis? Setelah melihat TV LG terbaru, anda mungkin ingin menyingkirkan TV anda. Perusahaan manufaktur...
-
Sebagai rakyat Indonesia, tentu kalian sudah tak asing lagi dengan seorang Jenderal yang bernama Abdul Haris Nasution, Jenderal yang pernah ...


No comments:
Post a Comment