Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Thursday, June 14, 2012

Cerita Dewasa : MY DIARY [009] Dendam Gagal Interview

http://3.bp.blogspot.com/-VSf6cmxImmc/T9mAV12J0rI/AAAAAAAAADQ/Yps9WTR9fdI/s1600/CEWEK+ZONA.gif

Tono, Andi dan Herman, mereka mengerjai Bu Viany secara bersamaan, sangat brutal menurut saya. Saya coba tenang, tapi sesuatu yang ada di balik celana saya malah tidak tenang, dia tegang terus dari tadi. Saya melihat Herman menindih Bu Viany, duduk tepat di atas dadanya dan terus menerus menampar pipi kanan dan kirinya. Sedangkan Andi sedang sibuk melorotkan celana Bu Viany dengan paksaan. Aksi itu terus direkam oleh Tono sambil sesekali ia pun ikut menampar pipi Bu Viany. Herman pun membuka resleting celananya, dan mengeluarkan penis nya yang sudah mengacung tegak, "Cepat kulum! Puaskan saya, atau kau ku bunuh!" ancam Herman. "Jaa angan.. . Saayaa mo hoon... " pinta Bu Viany dengan air mata yang terus mengalir dan telah membasahi pipi nya yang kemerahan akibat tamparan. Herman terlihat sangat marah, ia pun berdiri dan terus melepaskan semua pakaiannya hingga telanjang bulat. Melihat demikian Tono dan Andi tidak mau kalah, mereka pun melepaskan pakaian mereka masing-masing hingga tak tersisa sehelaipun. Bu Viany terus meronta berusaha melepaskan diri dari ikatan tersebut, celananya sudah melorot sampai batas lutut, terlihat cd nya yang berwarna merah muda, sedangkan bagian atas, pakaiannya sudah sobek, payudara tampak bergoyang-goyang dibalik balutan bra hitam ketika ia coba meronta lebih kuat. Sebatang rokok sudah saya habiskan, saya belum cukup nyali untuk ikut nimbrung walau pun nafsu saya terus bergejolak. Ah, nanti saja saya nikmati sendiri, pikir saya dengan tenang, toh, saya sudah terjerumus dalam keadaan seperti ini. Saya nyalakan rokok yang kedua, kemudian kembali memandang ke arah mereka, ternyata Bu Viany sudah telanjang bulat, Herman dan Andi mengoyak semua pakaian Bu Viany dengan cutter dan gunting yang dibawa di dalam tas Tono. Sedangkan Tono yang sedari tadi mengambil video, bergerak mundur, dia meletakkan handycam di meja belakang dan menghadapkannya ke arah tempat tidur, mungkin dia bermaksud mengambil video secara otomatis agar dia bisa melakukan kesibukan lainnya. Jantung saya berdetak dengan kencang melihat mereka berempat yang telah telanjang bulat. Saya segera mematikan rokok saya, saya buang ke lantai dan menginjaknya. Saya segera bangkit dan melepaskan semua pakaian, saya sadar bahwa gairah saya sudah tak tertahan lagi melihat tubuh bugil Bu Viany yang sexy. Jeritan minta ampunnya semakin membuat hatiku bergejolak. "Ayo kita bersenang", teriak Andi. "Sabar donk kawan, sebelum kita nikmati kue ini, sebaiknya kita test dulu kandungannya, takut mengandung racun atau bahan tak bermutu sejenisnya", ejek Tono sambil membongkar tas nya dan mengeluarkan beberapa peralatan. Yang satu seperti model penis tapi ada kabelnya, Tono langsung melemparkannya ke arah Herman. Satunya lagi dia pegang, seperti sejenis jepitan jemuran berkabel yang dihubungkan ke semacam accu battery. Tanpa aba-aba, mereka langsung mengerjakan tugas mereka. Tanpa belas kasihan, Tono langsung menjepitkan kedua jepitan tersebut kedua belah puting susu Bu Viany. Terlihat Bu Viany tersontak, karena jepitan tersebut mengalir aliran listrik. Dari mana Tono bisa dapat barang beginian, tanya saya dalam hati, benar-benar seorang yang mengidap kelainan sexual. Sedangkan saya lihat yang dipegang Herman, terus bergetar, benda bulat panjang yang sepertinya terbuat dari karet itu bisa bergetar dan bergerak meliuk-liuk seperti ular. Bu Viany tidak mampu melakukan perlawanan, bahkan rintihannya pun sudah tak kedengaran karena bibirnya sedang dinikmati Andi. Terlihat Andi sangat bergairah menciumi bibir Bu Viany. Saya sendiri bingung, mau menikmati apa lagi? Susah sekali berbagi dengan pria-pria yang sudah kesetanan ini. Herman sedang asyik menyodokkan sextoy yang ia pegang tadi ke dalam lubang memek nya Bu Viany. Saya hanya bisa memandang, walaupun kali ini dalam jarak yang sangat dekat. Tubuh Bu Viany sangat seksi, tak kalah dengan gadis remaja, kulitnya betul-betul mulus.

- bersambung

Paling banyak dibaca