MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut senam pagi dengan
pegawai PT Angkasa Pura II, Bandara Cengkareng, Jumat (2/5). Usai senam,
Dahlan juga ikut dalam program bersih-bersih yang dilaksanakan PT
Angkasa Pura II setiap bulan sekali dengan menyusuri sampah-sampah yang
berserakan di terminal yang ada di bandara terbesar Indonesia itu.
Dalam
aksinya, Dahlan sempat mandi di toilet umum kantor PT Angkasa Pura II.
Setelah mandi, Dahlan lalu ikut memunguti sampah di Terminal 3, dari
tempat parkir sampai ke dalam terminal. Saat ditanya paling banyak
sampah apa yang ditemui, Dahlan yang menyaksikan ada pegawai anak
perusahaan PT Angkasa Pura II sedang merokok dan membuang puntung
rokoknya sembarangan menyatakan, puntung rokok paling banyak. "80-90
persen sampah dari puntung rokok yang saya temui," ujar Dahlan.
Meski banyak sampah ditemukan, Dahlan mengaku keadaan saat ini sudah jauh lebih bagus dan lebih rapih.
"Ini
bukti kalau kita mau konsisten pasti ada perbaikan. Kalau saja dua
tahun konsisten terus seperti ini, saya yakin akan baik," terangnya.
Saat
ditanya apakah dia tak takut ikut kalau nanti dicibir, lantaran ada
menteri memungut sampah. "Saya enggak peduli, saya di sini bukan
pemrakarsa, ini program Angkasa Pura II, tetapi saya nilai bagus, ya
saya ikutan," ujar Dahlan.
Semangat yang ingin dibangun Dahlan
dalam aksi bersih-bersih kali ini menurutnya adalah semangat
kebersamaan. "Jadi bersih itu bukan hanya tugas petugas kebersihan saja,
tetapi tanggung jawab semua. Bagian keuangan, operasional, Teknik dan
pengguna jasa bandara harus bersama-sama jaga kebersihan," katanya.
Lalu
apa pandangan Dahlan yang kurang dari Bandara Soekarno-Hatta? "Terminal
2 sudah lumayan, Terminal 3 sudah lumayan. Yang saya lihat masih kurang
Terminal 1, seperti desainnya diubah, catnya diperbaharui," ujarnya.
Sementara
itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko mengatakan, program
bersih-bersih yang dilaksanakan memang dilakukan di Bandara
Soekarno-Hatta setiap bulan sekali. "Kalau di bandara lain yang ada
dalam penanganan kami (PT Angkasa Pura II) seminggu sekali, kalau di
sini sebulan sekali," terangnya.
Program bersih-bersih ini
sengaja selalu dilakukan awal bulan, alasannya karena para pegawai baru
saja menerima gaji. "Jadi biar sadar, habis terima gaji mereka harus
bersyukur. Ini ide dari Direktur SDM Hari Cahyono," tukasnya.
Diakui
Tri S Sunoko, Dahlan memang sering mandi di ruangannya. Tetapi kali ini
dia agak terkejut karena Dahlan Iskan mandi di toilet umum. "Untungya
memang toilet kami terjaga kebersihannya. Mobilitas Pak Menteri memang
tinggi, sering sekali kalau mau terbang ke tempat saya hanya untuk
mandi," terangnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling banyak dibaca
-
Video Mesum Wanita Dewasa Vs Anak Kecil Full 111
-
Bahan: 12 bh sayap ayam, potong dua, ambil bagian bawahnya, sisihkan ujungnya untuk kaldu minyak untuk goreng Bahan perendam (aduk rata)...
-
Playing Card atau di Indonesia sering disebut kartu Remi ( padahal nama salah satu permainan ) mungkin datang dari Timur, Mesir atau Arab – ...
-
Adalah Aajonus Vonderplanitz ahli nutrisi dari Amerika [wikipedia] yang dilahirkan sebagai seorang anak yang sakit-sakitan dan di besarkan d...
-
Kabar bahagia datang dari penyanyi Shanty. Penyanyi yang kini menetap di Hong Kong itu telah dikaruniai momongan. Shanty melahirkan bayi la...
-
Ada seorang lelaki juga yang duduk bersama saya, pakaiannya rapi, tapi kulitnya kurang lebih dengan saya, walau kelihatan dia lebih hitam ...
-
Cerita Dewasa – Wanita STW Yang Aku Tiduri Ternyata Ibu TemankuCerita Dewasa – Wanita STW Yang Aku Tiduri Ternyata Ibu TemankuCerita Dewasa ...
-
Iklan Baris Gratis Langsung Online selamanya Slotiklan.com adalah situs iklan jual beli online barang baru dan bekas juga sebagai s...
-
Cerita ini berawal dari kebencian saya terhadap seorang manager marketing sebuah bank swasta ternama, sehingga saya harus melakukan hal-ha...
-
Berdalih sebagai orang pintar dan bisa mengatasi problem orang lain, seorang guru di Kota Mojokerto ditahan polisi karena dilaporkan telah ...

No comments:
Post a Comment