Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Thursday, May 29, 2014

Ini alasan Ahok pilih Prabowo ketimbang Jokowi

MERDEKA.COM. Pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta maju di Pilpres 2014. Jokowi dan Prabowo merupakan orang dekat ataupun sahabat dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Jokowi merupakan bos Ahok di Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan, Prabowo sendiri merupakan atasan Ahok di Partai Gerindra. Lalu, Ahok pilih mana di antara kedua capres tersebut? Ahok mengaku tidak bingung dua bosnya maju sebagai calon presiden mendatang.

Namun, dia menegaskan lebih memilih Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi presiden ketimbang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Ahok beralasan gaya kepemimpinan Prabowo lebih cocok jadi presiden ketimbang Jokowi.

"Saya pikir kalau tentara lebih bagus pimpin. Lebih tegas. Saya pilih pak Prabowo karena stylenya bukan karena satu partai. Dia sudah teruji dong," ujar Ahok saat berdiskusi dengan awak redaksi merdeka.com di kantor merdeka.com, Jakarta, Kamis (29/5).

Namun, Ahok mengakui Jokowi juga punya keahlian memimpin. Hal tersebut terbukti dalam dua tahun beberapa program andalan Pemprov DKI Jakarta berjalan dengan baik. Ahok menegaskan Jokowi terlalu penyabar sehingga sering dimainkan oleh anak buahnya.

"Kalau misalnya urusan Jakarta semua selesai, dia (Jokowi) sudah teruji dong. Pak Jokowi lebih sabarnya. Tapi, kalau ditanya saya pilih pak Prabowo dong," kata dia.

Ahok pun menambahkan secara pribadi lebih memilih Prabowo ketimbang Jokowi. Dia berharap Jokowi balik ke kantornya dan tetap menjadi gubernur DKI. Lantaran, apabila menjadi Gubernur, Ahok bingung pilih wakil gubernur yang bakal mendampinginya nanti.

"Kalau buat saya pribadi. Saya lebih suka prabowo jadi presiden. Kan kalo prabowo presiden, terus jokowi balik niy. Makanya saya minta jangan mundur, saya enak jadi bemper aja. Kalau jokowi jadi presiden, saya repot belum tau niy wakil saya nanti seperti saya atau enggak," pungkas dia.

No comments:

Paling banyak dibaca