Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Friday, July 18, 2014

Ini analisis intelijen kenapa MH17 ditembak di Ukraina

MERDEKA.COM. Pesawat Malaysia Airlines ditembak saat berada di udara. Pihak Ukraina dan Rusia saling tuding sebagai pelaku. Peristiwa yang menewaskan 298 orang itu masih menjadi misteri.

Pengamat intelijen Prayitno Ramelan mempertanyakan apakah tidak ada pemberitahuan adanya konflik bersenjata di wilayah yang melibatkan senjata berat dan pesawat tempur. Padahal, satu hari sebelumnya pesawat tempur Ukraina Sukhoi 25 telah ditembak jatuh oleh pesawat tempur Rusia.

"Mestinya perusahaan penerbangan lebih hati-hati dan menghindari wilayah konflik," kata Prayitno dikutip dalam blognya www.ramalan intelijen.net, Jumat (18/7).

"Bisa saja para pemberontak yang melakukan penembakan dengan peluru kendali SA-17 (BUK series), karena satu hari sebelumnya mereka diserang oleh pesawat tempur Ukraina," tambahnya.

Prayitno menilai karena bukan militer profesional, maka sangat besar kemungkinan pelaku mengira MH17 adalah pesawat penyerang. "Karena itu langsung ditembak tanpa dilakukan cross check. Ataukah mereka hanya diperalat untuk menembak?" tanya Prayitno.

Menurut Prayitno, Buk surface-to-air misil adalah sistem rudal permukaan-ke-udara yang pertama kali dikembangkan di Uni Soviet dan terus diproduksi oleh Rusia. BUK dengan tipe SA-17, lanjutnya, dirancang untuk menembak rudal jelajah, pesawat, helikopter dan jarak pendek rudal balistik.

"Dikembangkan oleh perusahaan Moscow Almaz-Antey, diduga telah digunakan selama perang Rusia dengan Georgia di wilayah Ossetia Selatan pada tahun 2008," ungkapnya.

Prayitno mengatakan, terdapat dua model Buk peluncur - the Buk-M1-2 dan Buk-M2E. Buk-M1-2, kisaran target hingga 25km (82.000 ft) dirancang untuk pertahanan udara saat ini dan masa depan, berkecepatan tinggi manuver taktis.

"Buk-M2E dirancang untuk menghancurkan target taktis dan strategis, pesawat, helikopter, rudal jelajah," tandasnya.

Sebelumnya, Igor Girkin, tokoh pemberontak pro Rusia yang mengklaim dirinya sebagai menteri dari Republik Rakyat Donetsk sesumbar bahwa pihaknya yang telah menembak jatuh pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines di wilayah udara perbatasan Ukraina.

Melalui akunnya di laman VK.com ( Facebook versi Rusia), menteri yang menggunakan nama Igor Strelkov itu menulis. "Kami telah mengingatkan Anda, jangan terbang di langit kami."

Anehnya, dia mengira yang ditembak oleh pasukannya adalah pesawat milik Ukraina. "Sebuah pesawat telah dibuat jatuh di area sekitar Torez," tulisnya lagi.

"Ini adalah video yang membuktikan 'burung' lain telah jatuh. 'Burung' itu tidak jatuh di permukiman, jadi tidak ada orang yang tidak bersalah terluka," tulis Strelkov lagi.

Pesawat Malaysia Airlines Boeing 777 rute Amsterdam-Kuala Lumpur jatuh di wilayah Ukraina. Malaysia Airlines menyatakan pesawatnya terbang di kawasan tersebut karena Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menyatakan zona tersebut aman.

No comments:

Paling banyak dibaca