MERDEKA.COM. Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menerima
pengaduan dugaan terjadinya kecurangan. Di hari pencoblosan, dugaan ada
kecurangan saat penghitungan suara di TPS maupun rekapitulasi di tingkat
PPS (kelurahan), PPK (kecamatan) serta kabupaten/kota, seperti
Kabupaten Sampang dan Bangkalan, Jawa Timur.
Juru Bicara Tim
Pemenangan Jokowi-JK, Ferry Mursyidan Baldan dalam siaran persnya
seperti dilansir dari Antara, di Jakarta, Minggu (13/7) menyebutkan, ada
beberapa hal yang dilaporkan masyarakat terkait dugaan kecurangan
pilpres di dua kabupaten tersebut. Pertama, dilaporkan ada tempat
pemungutan suara (TPS) di Sampang maupun Bangkalan yang tidak ada sama
sekali suara untuk pasangan Jokowi-JK. Artinya pasangan Jokowi-JK
mendapat nol suara.
"Ini rasa-rasanya tidak mungkin, karena di
sana pasti ada kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memang
mengusung dan mendukung pasangan Jokowi-JK. Selain itu ada kaum
nahdliyin yang bersimpati pada Jokowi-JK serta relawan dan Ansor. Jadi
kalau suara untuk Jokowi-JK sama sekali kosong atau nol, saya kira itu
mustahil. Jika muncul dugaan adanya kecurangan, wajar saja," kata Ferry.
Ferry
mengimbau agar pejabat pemerintah harus memastikan diri bersikap netral
dan tidak menjadi bagian dari kekisruhan dengan mencurangi hasil
pilpres. "Jika ada pejabat pemerintah yang diketahui tidak bersikap
netral, maka semestinya tidak hanya dikenai tindak pidana pemilu, tetapi
lebih berat dari itu mengancam keutuhan bangsa dan negara. Hukuman
terhadap pejabat pemerintah yang ikut memanipulasi hasil pilpres
semestinya maksimal," kata politikus Partai NasDem ini.
Pihaknya
mencatat, dua kabupaten di Madura itu, yakni Bangkalan dan Sampang ini
selalu bermasalah dalam setiap pemilihan umum, baik pilkada gubernur,
pemilihan legislatif dan terakhir pilpres ini. Hal itu patut
dipertanyakan sehingga potensi masalah selalu terjadi di dua wilayah
tersebut.
Dia mengharapkan agar semua lembaga pemerintah, KPU,
Bawaslu, tim sukses masing-masing kubu bahkan Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) untuk mengawasi dan mencermati proses rekapitulasi suara
di semua tingkatan. Semua pihak harus menahan diri untuk tidak melakukan
intervensi kekuasaan guna mempengaruhi pihak lain agar mengikuti
kehendak mereka.
"Saya harap agar semua pihak harus segera
mengakhiri praktik-praktik yang menggunakan kekuasaan dan uang untuk
menistakan hak politik warga negara demi memperoleh jabatan dan
kekuasaan. Hal itu agar kekuasaan yang diraih membawa kebaikan bagi
semua warga, bukan sebaliknya," ujar Ferry.
Monday, July 14, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling banyak dibaca
-
Video Mesum Wanita Dewasa Vs Anak Kecil Full 111
-
Salam Jp buat yang belum bergabung tunggu apa lagi Togelhok88 Bandar judi online togel terpercaya, Tempat betting aman togelhok88 "LI...
-
Harga Minyak goreng FORTUNE 2 Liter Terbaru - Sahabat www.pasarhots.blogspot.com selamat malam untuk kalian semua yang ada di, Simo, Boyo...
-
Sudah banyak Blog misteri atau Situs misteri yang membahas tentang Mothman. Di dalam Kumpulan Misteri dunia yang tidak terpe...
-
Nuansa kebatinan keluarga Bung Karno makin diselimuti gelapnya kabut "polusi politik". Lantaran ulah Megawati yang lebih memilih...
-
Harga Minyak Hemart Botol 1 Liter - Sahabat www.pasarhots.blogspot.com selamat malam untuk kalian semua yang ada diseluruh indonesia, ter...
-
Ciri dan tanda tanda manusia yang kecanduan seks - Seks adalah bagian dasar dari sifat manusia, dan itu sangat normal dan sehat juga te...
-
Foto Terbaru Momo 'Geisha', Pacar Baru Ariel? Vokalis band Geisha Momo kini tengah menjadi pusat perhatian publik. Beredar kabar ...
-
Sumber
-
KAPANLAGI.COM - TRANSFORMERS: AGE OF EXTINCTION sedang happening di mana-mana. Film ini juga sanggup meraup USD 100 juta di Amerika Serik...

No comments:
Post a Comment