Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Tuesday, July 15, 2014

Sebagian Jalur Alternatif Mudik Masih Berantakan

TEMPO.CO, Brebes - Musim mudik Lebaran tinggal menghitung hari. Kendati demikian, kondisi sejumlah jalur alternatif di wilayah Kabupaten Brebes masih memprihatinkan dan minim lampu penerangan. Di Brebes, jalur alternatif yang rusak parah membentang sekitar 500 meter di wilayah Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan.
Di jalan yang menghubungkan Kecamatan Ketanggungan dan Larangan itu, lubang-lubang dengan kedalaman dan diameter bervariasi tersebar merata di lajur kanan dan kiri. Mengelupasnya aspal hingga tergerusnya lapisan tanah di bawahnya menyebabkan pengguna jalan musti melambatkan laju kendaraannya.
"Kerusakan ini sudah sejak tiga tahun lalu. Kalaupun ada perbaikan, hanya tambal sulam saja. Tidak awet," kata Syarifuddin, warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Ahad, 13 Juli 2014. Meski di luar musim mudik, lelaki 27 tahun itu mengatakan, arus lalu lintas di jalan tersebut tetap ramai karena merupakan jalur utama menuju Pasar Ketanggungan.
Saat hujan, Syarifuddin berujar, pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati. Selain licin, lubang-lubang jalan itu tidak terlihat karena tergenang air. "Sering terjadi kecelakaan meski tidak parah," ujarnya. Sebelum memasuki jalan rusak itu, pengguna jalan musti bersabar menunggu giliran melintas. Sebab, masih ada pekerjaan betonisasi sepanjang 300 meter di lajur sisi utara.
Selain di Desa Dukuhturi, kerusakan jalur alternatif juga memanjang dari Pasar Sitanggal, Kecamatan Larangan, Brebes, sampai perbatasan Tegal. Meski kerusakannya tidak terlalu parah, jalan di wilayah Desa Kebonagung, Kecamatan Jatibarang, dan di Desa Wanacala, Kecamatan Songgom, itu patut diwaspadai karena banyaknya pasir dan kerikil yang tersebar di bahu jalan.
Adapun jalur alternatif ruas Ketanggungan-Margasari yang rusak cukup parah pada musim mudik tahun lalu kini telah beraspal mulus. "Lebaran tahun lalu masih rusak. Cuma sekarang belum dilengkapi lampu penerangan dan pembatas jalan," kata Syaiful, 26 tahun, warga Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom.
Kepala Kepolisian Resor Brebes, Ajun Komisaris Besar Ferdy Sambo, mengatakan pihaknya akan menyiapkan posko beserta sejumlah anggota untuk berjaga di sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan di Jalur Pantai Utara (Pantura) dan di jalur alternatif. "Di jalur alternatif, ada dua titik rawan macet yaitu di Pasar Dermoleng, Ketanggungan, dan Pasar Larangan," kata Ferdy.
DINDA LEO LISTY

No comments:

Paling banyak dibaca