TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pasangan Joko Widodo
(Jokowi) - Jusuf Kalla (JK), berpotensi kehilangan sekitar 10 juta
pemilih. Pasalnya calon presiden nomor urut 2, Jokowi sempat menyatakan
komitmennya menegakan PP 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang
mengandung adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.
Ketua
Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamudin Daeng
mengatakan PP 109 tahun 2012, adalah implementasi dari Framework
Convention on Tobacoo Control (FCTC), yang akan merugikan pekerja di
industri rokok.
"Jokowi harus menarik pernyataannya jika tidak
mau kehilangan sepuluh juta suara," kata dia kepada wartawan dalam
konfrensi persnya di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa
(30/6/2014),
FCTC rencanannya akan diratifikasi oleh pemerintah.
Jika hal itu dilakukan maka peraturan-peraturan bagi petani tembakau
lokal akan semakin mencekik, hal itu berdampak pada para pekerja di
pabrik rokok. Salamudin menghitung jumlah pekerja yang berada di sektor
tersebut mencapai 10 juta orang.
Salamudin menyebutkan pemerintah
tidak adil bila FCTC diratifikasi, dengan hal itu tembakau lokal bisa
dibatasi produksinya, namun pemerintah seperti abai dengan maraknya
tembakau dari luar negri, seperti dari Tiongkok maupun Amerika Serikat.
"Selama
perokok masih ada, maka para produsen rokok akan terus membutuhkan
tembakau, jika pasokan dalam negri tidak bisa, maka jawabannya adalah
pasokan dari luar negri," ujarnya.
Ancaman tersebut semakin nyata
karena penetapan peraturan World Trade Organization (WTO) maupun ASEAN
tentang perdagangan bebas sudah didepan mata. Salah satu dampaknya
adalah semakin mudahnya tembakau dari luar negri membanjiri Indonesia.
Dari
dua calon presiden (capres) yang maju dalam kompetisi pemilihan
presiden (pilpres), baru Jokowi yang menentukan sikapnya. Kata Salamudin
capres nomor urut 2, Prabowo Subianto belum menentukan sikapnya soal
tembakau.
"Untuk Prabowo yang belum menentukan sikap, kami minta
untuk melihat permasalahan FTCT dengan serius, karena dampaknya bisa
mengancam pekerja industri pabrik rokok.
Tuesday, July 1, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling banyak dibaca
-
Video Mesum Wanita Dewasa Vs Anak Kecil Full 111
-
Dalam mengenakan bra atau pakaian dalam perlu mengetahui secara tepat tentang ukuran payudara kamu. Cara mengukurnya terbagi atas dua yaitu ...
-
Sebagai rakyat Indonesia, tentu kalian sudah tak asing lagi dengan seorang Jenderal yang bernama Abdul Haris Nasution, Jenderal yang pernah ...
-
Pernah berpikir TV anda adalah yang tertipis? Setelah melihat TV LG terbaru, anda mungkin ingin menyingkirkan TV anda. Perusahaan manufaktur...
-
Cara ampuh agar semut rang - rang mau bersarang sebenarnya simpel jika kalian ingin semut yang kalian pelihara menempati sarang baru yan...
-
MERDEKA.COM. Selama ini stasiun televisi milik Aburizal Bakrie (Ical) tvOne dan antv serta MNC Grup milik Hary Tanoe menayangkan hasil hi...
-
Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) saat ini tengah mengikuti program diet. Namun diet yang dilakukan SBY, bukan pengurangan makan se...
-
Karya seni ini adalah hasil kreasi dari seniman bernama Mark Khaisman. Lukisan-lukisan tersebut bukanlah lukisan dengan menggunakan media ca...
-
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cyrus Network menantang lembaga-lembaga survei yang memberi...
-
Siapa yang tak tahu dengan Manchester United, Salah satu klub terbaik di eropa bahkan Dunia. Manchester united mempunyai banyak pemain kela...

No comments:
Post a Comment