Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Thursday, June 26, 2014

2 Mucikari muda banderol siswi SMA berprofesi model Rp 300 juta

MERDEKA.COM. Nanda Fiolet alias Mami Vhea (22), janda berdomisili di Jalan Kedungrukem, Surabaya dan AT alias Alif (17), ibu satu anak yang tinggal di Jalan Simomulyo Surabaya dan Jalan Batu Safir Merah, Driyorejo, Gresik, ini mengaku baru tiga bulan beroperasi sebagai mucikari. Mereka membanderol anak buahnya Rp 750 ribu-Rp 300 juta untuk sekali main.

"Untuk harga Rp 300 juta, ini ABG yang berprofesi sebagai model atau peragawati, yang masih duduk di bangku SMA," ujar Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Jawa Timur, AKBP Bambang Tjahyo Bawono di Surabaya, Rabu (25/6).

Dari pengakuan tersangka, lanjut Bambang, pembagian hasil 75 persen untuk PSK-nya dan 25 persen untuk mucikarinya. Sebanyak 40 anak buah kedua mucikari tersebut berasal dari siswa hingga mahasiswi.

"Baru tiga bulan, tapi sudah memiliki 40 anak buah, yang rata-rata adalah model, siswi SMU dan mahasiswi di Surabaya," kata Bambang.

Sebelumnya, polisi menangkap dua mucikari Nanda Fiolet alias Mami Vhea (22), janda berdomisili di Jalan Kedungrukem, Surabaya dan AT alias Alif (17), ibu satu anak yang tinggal di Jalan Simomulyo Surabaya dan Jalan Batu Safir Merah, Driyorejo, Gresik, yang mengoleksi 40 anak baru gede (ABG) berusia antara 15 sampai 17 tahun di jejaring sosial Facebook (FB). Dua perempuan itu, memperdagangkan ke 40 ABG tersebut ke lelaki hidung belang melalui akun Forum Jejaring Sosial Wanita Penghibur.

Menurut Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Jawa Timur, AKBP Bambang Tjahyo Bawono, tak hanya memperdagangkan gadis di bawah umur melalui FB, tapi kedua tersangka juga memasarkan anak buahnya yang rata-rata masih duduk di bangku SMA melalui Kaskus dan Grup BlackBerry Messenger.

"Dua tersangka ini merupakan germo. Mereka punya kelompok dan anak buah masing-masing. Mereka bukan satu jaringan, tapi modusnya sama," ungkap Bambang di Mapolda Jawa Timur, Rabu (25/6).

Bambang melanjutkan, terungkapnya kasus perdagangan anak di bawah umur ini bermula dari informasi masyarakat. "Awalnya, kita memperoleh informasi kalau tersangka Vhea, menyediakan wanita untuk dilacurkan di salah satu hotel yang ada di Surabaya. Kemudian kami melakukan penyidikan dan berhasil mengamankan tersangka yang tengah melakukan transaksi dengan pelanggannya pada 10 Juni lalu," papar dia.

No comments:

Paling banyak dibaca