Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Sunday, June 29, 2014

Beredar rekaman Pemred RCTI SP3 produser Raymond

MERDEKA.COM. Dalam dua hari ini beredar rekaman percakapan antara Pemimpin Redaksi (non aktif) RCTI, Arya Sinulingga dengan Prosedur RCTI Raymond Rondonuwu. Video yang beredar di Youtube itu berjudul "Detik-Detik Produser RCTI, Raymond Rondonuwu Di-SP3 Pemred (Non Aktif) RCTI, Arya Sinulingga". Video itu diunggah oleh akun Dark Justice pada 27 Juni 2014.

Kepada merdeka.com, Minggu (29/6), Raymond membenarkan bahwa video percakapan antara dirinya dengan Arya yang beredar di Youtube itu adalah benar. Dia mengaku sengaja merekam pembicaraan itu. Namun Raymond tidak tahu siapa yang mengunggah isi percakapan itu ke Youtube.

Lalu Raymond menjelaskan isi dalam percakapan di video tersebut. Peristiwa itu terjadi pada 12 Juni 2014 pada pukul 20.00 WIB. Dia dipanggil oleh Arya ke ruang kerjanya. Dalam ruangan itu juga ada staf redaksi lain, namun tidak ikut bicara. Pertemuan itu hanya berlangsung sekitar 4.07 menit. Karena hanya singkat, Raymond tak punya waktu untuk melakukan pembelaan.

Arya marah kepada Raymond karena protes saat diminta menayangkan berita tentang dugaan bocornya materi debat capres ke kubu Joko Widodo yang ditayangkan Seputar Indonesia pada 12 Juni 2014. Berita itu sebenarnya sudah ditayangkan pada Seputar Indonesia sore, namun pada malam hari diminta untuk ditayangkan ulang.

Meski akhirnya menanyangkan berita itu, Raymond tetap protes. Menurutnya, berita soal bocornya materi debat capres ke kubu Jokowi tidak punya dasar kuat. Apalagi sumbernya tidak jelas. "Seputar Indonesia adalah media yang sudah lama, tentu tidak bisa sembarangan dalam mengambil sumber berita. Harus jelas sumber aslinya," kata Raymond.

Karena sumbernya tak jelas, Raymond menganggap berita itu sebenarnya tak layak tayang. Gara-gara sikap Raymond inilah, Arya naik pitam dan langsung memberikan SP3 kepada produsernya tersebut. Kini Raymond tak lagi menjadi produser, dia sudah dipindahkan ke bagian riset.

No comments:

Paling banyak dibaca