Blogroll

https://pasarhots.blogspot.co.id/2018/02/pasang-banner-bisnis-murah.html

Friday, June 27, 2014

Ditagih biaya kampanye, ketua tim pemenangan Jokowi pukul timses

MERDEKA.COM. Mantan wali kota Palembang yang juga ketua tim pemenangan Jokowi-JK Sumsel, Eddy Santana Putra, dilaporkan ke SPKT Polda Sumsel sebab terlibat pengeroyokan timses Jokowi, Jumat (27/6). Korban bernama Abdullah Husin (53).

Akibat kejadian itu, Husin menderita luka memar di bagian perut, dada, dan pelipis. Dia juga menderita luka gores di pelipis kanan, rahang kiri, dan pinggang. Bahkan, satu gigi korban nyaris patah.

Dalam laporan dengan nomor LPB/545/VI/2014/SPKT, korban mengaku dikeroyok oleh belasan orang, termasuk terlapor, di kantor DPD PDIP Sumsel yang berada di Jalan Basuki Rachmat, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning, Palembang Kamis (26/6) sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, korban bersama temannya, Ahmad Fauzi, datang ke tempat kejadian untuk memenuhi undangan terlapor melalui pesan pendek (SMS). Undangan itu untuk membicarakan terkait pembayaran uang kampanye Jokowi di Palembang yang dijanjikan oleh terlapor. Korban ingin menagih uang kepada terlapor yang dijanjikan.

"Kami menyewa enam bus untuk massa menggunakan uang sendiri dan dijanjikan akan dibayar. Saya merogoh kocek sendiri untuk membayar uang panjar sewa bus Rp 200 ribu," kata Husin didampingi pengacaranya, Wisnu Oemar.

Namun, setiba di kantor PDIP, terlapor yang juga Ketua DPD PDIP Sumsel malah mengatakan kepada dirinya sudah tidak ada uang lagi untuk mengganti uang sewa bus. Mendengar itu, Husin kecewa dan mengatakan mengapa hal tersebut baru dikatakan ESP begitu bus sudah dibayar uang panjarnya.

Begitu usai mengatakan hal tersebut, kata Husin, terlapor yang saat itu bersama belasan rekannya mendadak naik pitam. Lantas terlapor bertanya kepada korban apakah membawa pisau atau tidak. Setelah tahu korban tidak membawa pisau, terlapor dan rekan-rekannya langsung mengeroyok.

"Dia (Eddy Santana) menarik kaos saya dan langsung memukul saya. Sedangkan belasan orang lain teman terlapor memegangi kaki dan tangan saya. Selain dia, ada juga Gantada (anggota DPRD Sumsel) yang ikut mengeroyok saya," terangnya.

Hingga saat ini, Eddy yang berstatus sebagai terlapor belum memberikan komentar apapun. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova membenarkan perihal pelaporan tersebut. "Akan segera kami tindaklanjuti," tegas Djarod.

No comments:

Paling banyak dibaca