MERDEKA.COM. Ratusan etnis Tionghoa Solo yang tergabung dalam
Solo Youth Club (SYC) menyatakan dukungannya kepada pasangan
capres-cawapres Jokowi-JK, dalam pilpres 9 Juli mendatang. Mereka
menilai Jokowi merupakan sosok pemimpin yang lahir dari rakyat dan untuk
rakyat.
Dukungan tersebut mereka lakukan dengan aksi
membagi-bagikan bakpao kepada masyarakat, tukang becak serta pedagang
yang berada di sekitar Pasar Gede, Selasa (24/6).
Ketua Umum SYC
Solo, Tanu Kismanto mengatakan, sejak menjabat sebagai Wali Kota Solo
bersama dengan Wakilnya, FX Hadi Rudyatmo, Jokowi dinilai mampu membawa
Solo menjadi kota yang bersih, nyaman dan berseri tanpa korupsi.
"Jokowi
itu pemimpin yang benar-benar bekerja nyata untuk rakyatnya. Selama
menjabat wali kota dia tidak pernah membeda-bedakan golongan agama, ras,
suku dan lainnya. Sehingga antara pemimpin dengan rakyat tidak ada
jarak pemisah," katanya.
Tanu menilai, Jokowi adalah sosok yang
merakyat, tidak suka membedakan antara yang kaya atau miskin. Tidak
membedakan golongan dan agama.
"Semua dianggapnya sama, inilah sosok pemimpin yang diharapkan oleh rakyat, ungkap Tanu.
Tanu
dan warga Tionhoa yakin jika nanti Jokowi-JK menang, mereka akan mampu
mebawa Indonesia menjadi negara yang makmur dan sejahtera. Karena
sebagai sosok pemimpin Jokowi selalu melakukan pendekatan kepada
masyarakat maupun pedagang dengan cara blusukan.
"Gaya blusukan
Jokowi inilah yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia. Mana ada
pemimpin yang suka blusukan, mendatangi rakyatnya secara langsung,"
tandasnya.
Mengenai pembagian bakpao, Tanu menjelaskan bakpao
adalah simbol akulturasi antara Tiongho dan Jawa. Selama ini khususnya
di Solo antara masyarakat Tionghoa dan Jawa hidup berdampingan secara
baik.
Suasana kekeluargaan, dan ramah tamah sangat terasa di
Solo. Hampir tak terlihat lagi mana yang Tionghoa dan mana yang Jawa.
Jadi bakpao yang kita bagikan itu bentuk akulturasi yang selama ini
klita rasakan terjalin dengan baik di Solo," pungkasnya.
Tuesday, June 24, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling banyak dibaca
-
Playing Card atau di Indonesia sering disebut kartu Remi ( padahal nama salah satu permainan ) mungkin datang dari Timur, Mesir atau Arab – ...
-
sumber http://menujuhijau.blogspot.com/2010/12/konsep-tempat-duduk-kereta-api-masa.html
-
Ini sih sebuah pikiran dari para rakyat yang berotak kecil silahkan simak gan, benar atau tidaknya ... 1,"Yang jelas kami tidak mend...
-
Ternyata partai yg paling banyak korupsi adlah PDIP 113 org . Bukan Demokrat . Karna Demokrat partai penguasa dan sering di liput media jd s...
-
BUAT PENDUKUNG JOKOWI : Jika anda sampai saat ini masih memilih capres Jokowi, itu adalah hak anda, tetapi hak anda juga untuk bisa merubah ...
-
1. Laudya Cintya Bella 2. Aura Kasih 3. Bunga Citra Lestari 4. Dian Sastro 5. Nadia Rachel 6. Ayushita
-
KAPANLAGI.COM - Ayu Azhari kembali teringat masa lalu setelah melihat orang-orang yang berada di sekeliling Prabowo . Apalagi setelah meng...
-
Di Kutub Utara Ada Ikan Yang Bisa Berjalan -- Ikan yang luar biasa yang hidup 375 juta tahun lalu memiliki ciri unik di bagian kepalanya seh...
-
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pedofilia kini kian marak. Kali ini seorang pria, Sumari (40), yang tinggal di Jalan Panduk II Surabaya, menc...
-
Cerita Dewasa – Wanita STW Yang Aku Tiduri Ternyata Ibu TemankuCerita Dewasa – Wanita STW Yang Aku Tiduri Ternyata Ibu TemankuCerita Dewasa ...

No comments:
Post a Comment