TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Debat capres-cawapres perdana
Pilpres 2014 antara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo
(Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) berlangsung panas saat memasuki sesi tanya
jawab antar-calon di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014) malam.
Yah,
sebabnya karena JK melontarkan pertanyaan tentang pelanggaran Hak Asasi
Manusia (HAM) masa lalu kepada Prabowo yang notabenenya adalah mantan
Komandan Jenderal Kopassus (1996-1998) dan mantani Panglima Konstrad
pada 1998 (selama dua bulan).
Dan diketahui, selama ini nama
Prabowo kerap dikaitkan dengan pelanggaran HAM lantaran dugaan menjadi
otak penghilangan paksa sejumlah aktivis, penyulut kerusuhan Mei 1998
hingga isu seputar trik dan intrik di kalangan ABRI.
"Tadi dalam
awal pembicaraan ini, Hatta mengungkapkan visi misi yang saya ikuti,
yaitu melindungi masyarakat dari diskriminasi, gangguan dan ancaman
serta menjunjung hak-hak asasi," kata JK mengawali pertanyaannya.
"Dari
Prabowo tadi, tiada pengikut yang salah, hanya pemimpin yang salah.
Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana bapak ingin menyelesaikan
pelanggaran Hak Asasi Manusia masa lalu dan mempertahankan Hak Asasi
Manusia di masa mendatang?" tanya JK kepada Prabowo.
Lebih 50 orang pendukung Prabowo-Hatta meneriaki setelah JK menyampaikan tersebut.
Untuk
mencairkan suasana, pakar hukum Universitas Gajah Mada, Zainal Arifin
Mochtar, selaku moderator debat mempersilakan para pendukung
masing-masing capres-cawapres untuk bertepuk tangan.
"Saya
ingatkan, bahwa debat ini adalah untuk menggali visi misi dan memberikan
tanggapan. Dan ini adalah hal yang harus dijawab. Kami beri waktu 3
menit, silakan," ujar Zainal.
Dalam jawabannya, Prabowo
menegaskan dirinya berpegangan bahwa HAM yang paling dasar bagi warga
negara adalah hak untuk hidup. Dan tugas utama pemerintah sebagaimana
mandat Undang-undang Dasar 1945 adalah melindungi seluruh rakyatnya.
"Sebab, pemerintah harus melindungi segenap tumpah darah dari segala ancaman, apakah dari luar atau dalam negeri," ujar Prabowo.
Menurut
Prabowo, dirinya sewaktu menjadi prajurit TNI selama puluhan tahun kala
itu menjadi bagian dari abdi negara yang bertugas membela kemerdekaan,
kedaulatan dan HAM warga negara.
Prabowo menegaskan, mengenai
dugaan pelanggaran HAM yang selama ini dituduhkan kepadanya sewaktu
menjadi petinggi TNI, adalah semata dirinya selaku petugas negara
berusaha mencegah kelompok-kelompok radikal ataupun kelompok-kelompok
yang mengancam keselamatan warga negara.
"Jadi, saya sekian puluh
tahun petugas yang membela kemerdekaan, kedaulatan dan hak asasi
manusia, mencegah kelompok-kelompok radikal ataupun kelompok-kelompok
yang menggunakan kekerasan, mengancam keselamatan hidup orang yang tidak
bersalah," ujar Prabowo dengan suara meninggi sembari mengangkat-angkat
tangan kirinya.
Bagi Prabowo, dirinya selaku prajurit pembela
negara mengambil 'tindakan' melindungi segenap tumpah darah saat
berhadapan dengan kelompok-kelompok yang merakit bom, yang ingin
menimbulkan huru hara, serta kelompok yang mengancam kehidupan bangsa
dan negara dan bangsa. Sebab, mereka merupakan ancaman terhadap HAM
tersebut.
Prabowo dengan tegas mengatakan, hanya pimpinan atau
atasan lah yang memberi penilaian manakala seorang prajurit telah
melaksanakan tugas negara dengan sebaik-baiknya seperti itu.
"Jadi,
saya mengerti arah (pertanyaan) bapak (JK)," ujar Prabowo diikuti tawa
dan tepuk tangan sejumlah pendukung yang hadir di lokasi debat.
Prabowo mengaku tidak masalah dengan maksud dan arah pertanyaan JK seperti itu.
Prabowo langsung 'menembak' JK perihal arah dan maksud pertanyaan penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu untuk dirinya.
"Kira-kira
arah (pertanyaan) bapak (JK) kan begitu, bahwa saya tidak bisa menjaga
HAM karena saya pelanggar HAM. Kira-kira begitu kan begitu bapak
arahnya? Iya kan?" ucap Prabowo.
"Padahal, bapak tidak mengerti,
justru kami-kami ini (prajurit,-red) di tempat-tempat susah di
mana-mana, sering harus ambil tindakan untuk keselamatan rakyat
Indonesia yang banyak," imbuhnya.
Prabowo mencontohkan penegakan
hukum di Singapura. Menurutnya, pemerintah Singapura memberlakukan
hukuman mati bagi warga yang diketahui memegang bom, tapi tidak
melaporkan ke aparat negara.
"Memegang saja tidak melaporkan,
apalagi merakit, apalagi menyebarkan," kata Prabowo dengan suara
meninggi sembari mengacung-acung jari telunjuknya.
Di pengujung
penjelasannya, Prabowo menegaskan, "Jadi Pak Jusuf Kalla, saya
bertanggung jawab, hati nurani saya bersih, saya pembela hak asasi
manusia yang paling keras di republik. Saya tidak ragu-ragu.
Tuesday, June 10, 2014
Ini Pembelaan Lengkap Prabowo saat JK Ungkit Pelanggaran HAM
Labels:
2014,
Hot News,
Sosial dan Politik
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling banyak dibaca
-
Video Mesum Wanita Dewasa Vs Anak Kecil Full 111
-
Playing Card atau di Indonesia sering disebut kartu Remi ( padahal nama salah satu permainan ) mungkin datang dari Timur, Mesir atau Arab – ...
-
Ahool Ahool adalah kelelawar yang berukuran raksasa. Rentang sayapnya berukuran lebih dari 7 kaki. Hewan ini pernah dilihat di sekitar Jaw...
-
MERDEKA.COM. Penasihat Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Letjen TNI Purn Suryo Prabowo mengatakan, capres Prabowo Subianto berpisah dengan S...
-
Salam Jp buat yang belum bergabung tunggu apa lagi Togelhok88 Bandar judi online togel terpercaya, Tempat betting aman togelhok88 "LI...
-
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon presiden Prabowo Subianto kerap menyampaikan visi misi dan program kerja di depan massa pendukung dengan ...
-
Tiap wanita mempunyai karakternya masing-masing. Dari sikap dan tutur bahasanya kita bisa tahu bagaimana kepribadian wanita itu. Tapi ...
-
Banyak orang mengkonsumsi beberapa makanan agar performa bercinta mereka bisa lebih baik. Tapi, sebaiknya Anda harus lebih selektif karena ...
-
inilah binatang -binatang aneh yang muncul di muka bumi ini...
-
Sejumlah penyandang tunanetra di Denpasar, Bali menggelar pesta ulang tahun untuk 2 teman mereka. Pesta terasa spesial karena dihadiri is...

No comments:
Post a Comment